Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 7


__ADS_3

Hari ulang tahun Zeria yang pertama pun tiba. Semua orang sangat sibuk, memastikan bahwa tidak ada yang kurang di acara itu. Para pelayan sudah mondar mandir sejak pagi buta. Zeria pun sudah bersiap sejak pagi buta, dan sekarang para dayangnya sudah selesai merias Zeria.


"Astaga, Tuan Putri sangat cantik" Ucap seorang dayangnya ketika selesai mendandani dirinya yang mengenakan pakaian berwarna biru langit yang cerah bercampur dengan warna putih, dengan mahkota kecil di kepalanya.


"Tuan Putri benar benar sangat menawan" Kata Reina sambil memakaikan sebuah jepit rambut berbentuk bunga mawar di kepalanya.


"Benalkah?" Tanya Zeria.


"Iya, adikku terlihat amat sangat cantik. Sampai sampai aku tidak bisa memalingkan pandanganku darimu" Ucap Lucas yang tiba tiba muncul di pintu.


"Salam pada Pangeran" Ucap semua orang yang ada di sana secara serentak.


"Apakah persiapanmu sudah selesai, Zeria?" Tanya Lucas pada Zeria, sambil mengulurkan tangannya. Berharap bahwa Zeria akan menyambut dengan uluran tangannya juga.


"Iya!" Jawab Zeria, lalu menggapai tangan kakaknya.


Lucas menggendong Zeria, mereka berdua sudah siap untuk pergi. Tapi ada seseorang yang tiba tiba datang dan masuk ke kamar Zeria.


"Permisi" Ucap seseorang di pintu.


"Ada apa?" Lucas bertanya pada pria yang tiba tiba muncul itu.


"Baginda Kaisar memerintahkan agar Pangeran dan Tuan Putri datang ke Istana utama secepatnya. Beliau bilang, ada yang ingin beliau bicarakan" Jawab pria itu dengan sergap.


"Ada apa ya kak?" Tanya Zeria kepada Lucas.


"Aku juga tidak tau, lebih baik kita segera kesana saja. Jika kau ingin tau, kita akan kesana menggunakan sihir teleportasi saja." Kata Lucas memberi saran.


"Iya, bial lebih cepat" Jawab Zeria.


"Baiklah, persiapkan dirimu, Zeria!" Ucap Lucas, dia mengeluarkan sebuah pisau belati lalu mengucapkan sesuatu pada pisau belati itu.


"Leina, nanti temui aku di istana yaa!" Ucap Zeria sebelum mereka berdua berpindah tempat.


"Baiklah Tuan Putri" Jawab Reina.


Dalam hitungan detik, mereka langsung menghilang dari kamar, dan langsung berpindah ke ruangan Louise.


Sringg...


Muncul cahaya yang menyilaukan di ruangan Louise.


"Cepat juga kalian berdua datang, anak anak ku" Ucap Louise saat melihat kedua anaknya yang tiba tiba muncul di ruangannya.


"Ada urusan apa kau memanggil kami?" Tanya Lucas dengan tatapan curiga sambil menggendong Zeria dengan erat.


"Hei, jangan menatapku seperti itu. Apa kau tidak menghadiri kelas tata krama? Menatap orang yang lebih tua dengan tatapan seperti itu bukankah tidak sopan? Apalagi orang yang sedang kau tatap dengan tajam itu adalah seorang Kaisar. Bukankah seharusnya kau di beri hukuman?" Ucap Louise dengan tatapan tajam yang mengancam.

__ADS_1


"Kenapa atmosfernya jadi begini? Aku tau bahwa mereka berdua tidak akur, tapi aku tidak tau bahwa hubungan mereka seburuk ini" Pikir Zeria.


"A-ayah! Apa yang mau ayah bicarakan?" Tanya Zeria pada Louise, itu adalah pertanyaan untuk mengalihkan pembicaraan. Zeria berfikir bahwa pertengkaran mereka berdua tidak akan pernah ada habisnya.


"Ck! Cepat katakan apa yang kau perlukan dari kami?" Lucas mendecak pelan, namun terlihat tatapan yang sangat tidak enak.


"Hah...Baiklah. karena Zeria sudah berusia 1 tahun, dia sudah layak untuk mendapatkan batu teleportasinya. Lalu aku juga harus memeriksa sekuat dan sebanyak apa kekuatan yang dimiliki olehnya. Dulu kau juga melakukannya saat berusia 1 tahun" Louise menjelaskan kepada Zeria, bahwa dia harus meneriksa kekuatannya.


"Apa yang halus ku lakukan?" Tanya Zeria dengan wajah polosnya.


"Kau hanya perlu menyentuh liontin ini, jika warnanya berubah menjadi biru itu artinya sihirmu lemah, jika berwarna kuning berarti sihirmu normal, jika berwarna merah berarti sihirmu kuat, jika berwarna hitam berarti sihirmu sangat kuat" Ucap Louise menjelaskan.


"Walna apa yang kakak dapatkan dulu?" Tanya Zeria pada Lucas.


"Aku dulu dapat warna merah yang sangat gelap, bahkan warnanya hampir menjadi hitam" Jawab Lucas.


"Ayo, letakkan tanganmu di sini" Perintah Louise.


"Baiklah" Jawab Zeria lalu meletakkan tangannya di atas liontin.


"Wahh, ada yang bergerak di liontinnya. Kira kira warna apa yang akan ku dapatkan ya?" Pikir Zeria.


Zeria meletakkan tangannya di atas liontin itu, dan warna liontinnya mulai berubah. Rasa penasaran menghampiri Zeria, warna apa yang akan dia dapatkan?


Krakk... Krakk


"Apa yang teljadi kak?" Zeria bertanya pada Lucas.


"Pengawal! Panggil penyihir kerajaan! Sekarang!" Louise berteriak dan membuat Zeria terkejut.


Liontin itu hancur dalam sekejap, awalnya liontin itu hanya retak sedikit. Tapi dalam hitungan kedipan mata, liontin itu hancur.


"Baginda, Pimpinan menara sihir, tuan Razel datang" Ucap seseorang di balik pintu.


"Masuk!" Perintah Louise, lalu seseorang membukakan pintu besar berwarna coklat itu. Pintu terbuka, dan seorang pria berambut abu-abu, bermata hitam dan menggunakan jubah hitam masuk ke ruangan.


"Saya Razel, pimpinan menara sihir, menghadap baginda" Ucap Razel sambil berlutut di depan Louise.


"Aku ingin bertanya, apa yang terjadi pada liontin ini?" Tanya Louise pada Razel.


"Apa benda itu lusak kalena aku? Aku yang salah ya, kak. Maaf" Ucap Zeria dengan wajah khawatir dan mata yang sudah berkaca kaca.


"Tidak Zeria, itu bukan salahmu. Kita biarkan Tuan Razel menjelaskan dulu, baru kita ambil kesimpulannya" Ucap Lucas yang sedang berusaha menenangkan Zeria.


"Boleh saya lihat liontinnya baginda?" Tanya Razel.


"Silahkan saja" Jawab Louise.

__ADS_1


"Permisi" Razel mengambil liontin itu, tampak raut wajah terkejut tergambar di wajahnya "Sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi baginda, tapi... " Razel tidak melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa?" Tanya Louise dengan wajah khawatir.


"Tapi pecahan liontin ini berwarna hijau terang Baginda, hal ini sebelumnya tidak pernah terjadi" Ucap Razel sambil merasa kebingungan.


"Tapi bukankah sihir manusia hanya berwarna biru, kuning, merah, dan hitam saja?" Tanya Lucas, dia juga sudah mulai khawatir akan hal itu.


"Benar pangeran, tapi liontin ini hancur karena sihir yg di alirkan ke liontin ini bukanlah sihir manusia. Liontin ini di buat untuk mengukur sihir manusia, maka dari itu jika ada sihir lain yg menyentuhnya maka liontin itu akan hancur" Razel menjelaskan dengan kebingungan, dia juga memasang wajah khawatir seperti Luoise dan Lucas. Sedangkan Zeria, air matanya sudah mengalir deras.


"Maafkan aku...Maafkan aku ayah, kakak. Tuan Lazel, itu salahku... Aku yang menghanculkannya, maafkan aku" Zeria bicara sambil terisak isak.


"Sudah Zeria, tidak apa apa. Ini bukan salahmu" Lucas berusaha menenangkan Zeria, namun hal itu tidak berhasil


"Apa liontin ini hancur saat di pegang Tuan Putri?" Razel bertanya pada Zeria dengan raut wajah bingung sekaligus khawatir.


"Iya.. " Jawab Zeria.


"Kalau begitu, bolehkah saya memeriksanya?" Tanya Razel lagi pada Zeria.


"Apa yang akan kau lakukan pada adikku?" Tanya Lucas dengan tatapan tajam.


"Sa-saya hanya akan memeriksanya saja pangeran, saya hanya akan memegang tangan Tuan Putri saja" Ucap Razel sambil tergagap "Tekanan sihir pangeran terlalu kuat untuk anak se usianya" pikir Razel.


"Baiklah tapi, jangan lama lama" Lucas bicara dengan nada ancaman yang tegas.


"Iya pangeran" Jawab Razel, dia meraih tangan Zeria dan membacakan sesuatu. Entah apa yang ia bacakan namun, terlihat cahaya hijau terang dari tangan Zeria. "Sekarang saya tau penyebabnya" Ucap Razel.


"Apa penyebabnya?" Louise dan Lucas bertanya secara bersamaan.


"Ck, kenapa kau menyamakan kata katamu denganku?" Lucas mendecak, tanda bahwa dia tidak suka kalau louise menyamakan kata katanya.


"Hal ini terjadi karena sihir yang ada di dalam tubuh Tuan Putri bukanlah sihir manusia pada umumnya. Melainkan sihir yang sangat murni dan sangan kuat" Razel menjelaskan kepada mereka.


"Lalu, sihir apa itu?" Tanya Louise.


"Sihir ini sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini, Baginda" Razel memutus kata kata yang akan di ucapkannya.


"Jangan bilang bahwa sihir itu adalah..." Louise juga merasa takut untuk melanjutkan kata katanya.


"Benar Baginda, itu adalah sihir murni milik bangsa MALAIKAT" Ucap Razel.


"Sudah ku duga" Louise bicara sambil mengusap usap rambutnya.


"Tuan Putri adalah manusia pertama yang memiliki sihir murni milik bangsa malaikat" Kata Razel.


"Aku memiliki sihir malaikat? Terlebih lagi itu adalah sihir murni? Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah aku juga bukan manusia?" Pikir Zeria khawatir.

__ADS_1


Zeria memiliki sihir murni milik malaikat. Sihir biasanya turun temurun diwarisi, apakah itu artinya, salah satu leluhur Zeria adalah malaikat? Tidak ada yang tau akan hal itu.


__ADS_2