Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 16


__ADS_3

Selama 5 hari, Zeria tidak diperbolehkan untuk keluar dari kamar. Lalu orang yang hendak menjual Eric sebagai budak, diberi hukuman di penjara seumur hidup. Yahh, termasuk hukuman yang ringan dibandingkan hukuman penggal. Lalu Eric giat berlatih setiap pagi dengan para kesatria, dan Lucas juga semakin giat berlatih karena ia tidak mau kalah dari Eric. Louise juga sedang sibuk memperketat keamanan istana anak anaknya, dan juga ia sibuk mendekor kamar Zeria, karena kamar Zeria sudah selesai di bersihkan. Selama kamar Zeria di bersihkan, Zeria tinggal di kamar Lucas.


#Kamar Lucas


"Sudah belapa hali aku ada di kamal?" Zeria sangat bosan berada di kamar, padahal tubuhnya sudah baik baik saja, tapi dia masih belum boleh keluar dari kamar.


"Emm? Ini sudah hari ke-5. Besok kau sudah boleh keluar kamar, dan juga besok kau sudah bisa tinggal di kamarmu sendiri." Ucap Arin yang sedang duduk di jendela kamar.


"Baguslah, aku ingin cepat cepat kembali ke kamal. Aku ingin baca buku, di kamal ini tidak ada buku" Zeria merasa hari harinya kosong karena ia tidak pernah membaca buku setelah ia tinggal di kamar kakaknya.


# Ruang Kerja Louise


Toktok


"Masuklah" Louise menjawab, lalu seseorang membuka pintu dengan pelan dan masuk ke ruangan.


"Permisi baginda, saya ingin melaporkan keadaan Tuan Putri saat ini" Dan orang yang masuk ke ruangan Louise adalah Razel, ia diperintahkan untuk memeriksa keadaan Zeria secara Rutin dan melaporkannya. "Keadaan Tuan Putri semakin hari semakin membaik, kemungkinan besok Tuan Putri sudah pulih sepenuhnya" Jelas Razel.


"Apa dia benar benar sudah pulih?" Louise masih khawatir pada keadaan Zeria.


"Tuan Putri sudah baik baik saja yang mulia, anda tidak perlu khawatir" Ucap Razel.


"Hmmm, baiklah kalau begitu. Kau boleh pergi" Louise kembali menatap dokumennya dan Razel pergi meninggalkan ruangan. Louise melihat sekretarisnya yang sedang membaca buku di sudut ruangannya. "Hei kau" Panggil Louise.


"Ah, ya Baginda?" Sekretaris Louise berdiri dan lansung menghampirinya.


"Kau pergilah ke kamar Pangeran lalu bilang pada Zeria bahwa besok dia sudah boleh pergi keluar" Perintahnya.


"Baik Baginda" Sekretaris itu pergi meninggalkan Louise dan pergi menuju ke tempat Zeria.


#Kamar Lucas

__ADS_1


"Bersabarlah, besok kau akan keluar kamar. Aku tau kau merasa sangat bosan, tapi kau harus menahannya" Ucap Arin.


Toktoktok


"Masuklah" Ucap Zeria, karena Zeria tau siapa yang sedang mengetuk pintu.


"Bagaimana keadaan anda?" Dan benar saja, Eric lah yang mengetuk pintunya seperti dugaan Zeria. "Bagaimana anda bisa tau kalau saya lah yang mengetuk pintu?" Tanya Eric pada Zeria.


"Aku sangat baik baik saja, dan aku bisa tau kalau kau yang mengetuk kalena, hanya kau yang mengetuk pintu sebanyak tiga kali" Jawab Zeria dengan wajahnya yang sangat lesu


"Wah, jawaban anda benar benar persis seperti jawaban pangeran"(Kata kata Lucas di bab 13) Ucap Eric.


"Yahh, begitulah. Bagaimana latihanmu?" Zeria melihat Eric dari ujung kepala hingga ujung kakinya.


"Yahh, semua berjalan lancar. Tapi, kenapa anda menatap saya seperti itu?" Eric merasa merinding saat Zeria memperhatikannya dengan sangat teliti. "Apa aku membuat kesalahan?" Pikir Eric dengan wajahnya yang sudah memucat.


"Ah! Tidak apa apa, aku hanya belpikil kalau kau kotor. Bukankah lebih baik jika kau mandi dulu?" Zeria sejak tadi memperhatikan tubuh Eric yang penuh dengan tanah karena baru selesai latihan.


"Heii, sudahlah. Sekalang kau pelgi membersihkan dili dulu, lalu segela kembali kesini" Eric segera menegakkan tubuhnya dan pergi meninggalkan kamar.


Tak lama setelah Eric pergi, Reina masuk ke dalam kamar untuk memberikan sarapan bersama dengan sekretaris Louise. Reina membawa nampan yang berisi dua buah roti, semangkuk bubur, madu, dan juga susu hangat.


"Ini sarapan anda, Tuan Putri. Dan dia ini adalah sekretaris Baginda" Reina membawa seorang pria bertubuh tinggi, berambut abu abu, mata abu abu gelap dengan kacamata dan pakaian yang rapih.


"Salam Tuan Putri, nama saya William, saya datang untuk menyampaikan bahwa mulai besok anda sudah diperbolehkan pergi meninggalkan kamar, dan juga anda sudah bisa kembali ke kamar anda" William bicara dengan bahasa yang terlalu formal, hal itu membuat Zeria merasa tidak nyaman.


"Baiklah, dan satu lagi. Lain kali, jangan bicara menggunakan bahasa yang terlalu formal" Zeria menegaskan bahwa hal itu adalah perintah darinya.


"Ehh? Baiklah Tuan Putri, kalau begitu saya permisi" William menundukkan kepalanya dan langsung meninggalkan kamar.


"Huh, telimakasih Leina" Zeria memakan makanan yang dibawa Reina dengan lahap, Reina menatap Zeria dengan wajahnya yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Tuan Putri, apakah anda tau bahwa saya mempunyai seorang adik laki laki?" Reina bertanya pada Zeria tanpa memalingkan pandangannya sedikitpun.


"Eh? Leina punya adik?" Zeria yang baru mengetahui hal itu tentu saja merasa terkejut.


"Iya, adik saya masih kecil. Tapi ia lebih tua tiga tahun dari Tuan Putri. Namanya Azra" Wajah Reina terlihat sangat bahagia saat membicarakan tentang adiknya, hal itu menandakan bahwa Reina sangat menyayangi adiknya yang bernama Azra itu. Dan hal itu membuat Zeria penasaran, bagaimanakah anak yang bernama Azra itu?


#Keesokan Harinya


"Akhilnya aku bisa kelual kamal, aku lindu udala luar" Zeria keluar dari kamar Lucas dengan di gendong oleh Reina.


"Sepertinya Anda senang sekali ya Tuan Putri" Reina tersenyum melihat tingkah Zeria.


"Tentu saja, aku sudah bosan berada di kamal telus" Wajah Zeria sedikit cemberut saat membicarakan bahwa ia tidak boleh keluar kamar selama lima hari.


"Ahaha, baguslah kalau begitu. Oh iya, nanti malam anda ada jadwal makan malam bersama Baginda dan tamu penting" Reina langsung memberi tau hal yang harus dilakukan oleh Zeria.


"Ehh? Memangnya siapa tamunya?" Tamu yang tidak diketahui oleh Zeria, membuatnya penasaran.


"Anda akan tau saat malam nanti" Reina tersenyum melihat ekspresi Zeria yang kebingungan.


Hari berlalu sangat cepat, malam pun tiba. Ini adalah saatnya anggota keluarga kekaisaran makan malam bersama tamu penting, walaupun Zeria tidak tau siapakah tamu penting itu, namun ia tetap menghadirinya.


#Kamar Zeria


Zeria tengah bersiap menghadiri acara makan malam bersama, para pelayannya sibuk sekali mempersiapkan pakaian untuknya.


"Reina, apakah masih lama?" Lucas yang sudah menunggu Zeria sejak tadi sedikit merasa kesal, karena mereka merias Zeria sangat lama.


"Sudah selesai Pangeran" Reina menggendong Zeria yang sudah selesai berias dengan cantik. Baju pink muda yang terpadu dengan warna putih, kalung dengan bandul batu berwarna emas terang, rambut yang di kucir kecil di kedua sisi. Sungguh cantik dan imut.


"Kau cantik sekali" Lucas sedikit terkejut dengan penampilan adiknya, namun ia juga senang melihat adiknya yang cantik itu. "Ayo kita berangkat, aku yang akan menggendong Zeria. Reina ikuti dari belakang" Reina mengalihkan Zeria kepada Lucas, dan mereka berangkat ke ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2