Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 6


__ADS_3

"Malaikat? Jadi bangsa terkuat di dunia ini adalah malaikat, namun mereka sudah punah? Aku harus mencari tahu tentang mereka"


#Selang Beberapa Bulan


"Aku Luczeria Xenxes Arendelle, sekarang aku berusia 11 bulan. Aku juga sudah bisa bicara dengan baik, lalu orang orang sudah sangat sibuk mempersiapkan acara ulang tahunku."


"Tuan Putri, baju apa yang ingin anda kenakan saat acara ulang tahun?" Tanya Reina.


"Atu tidak tau" Jawabnya.


"TokTok" Terdengar suara pintu di ketuk.


"Masuk" Kata Reina.


"Salam untuk Yang Mulia Tuan Putri" Kata seorang pelayan yang datang sambil menundukkan kepala.


"Ada apa?" Tanya Zeria pada pelayan itu.


"Yang Mulia Kaisar memerintahkan Tuan Putri untuk datang ke ruangannya" Jawab pelayan tadi.


"Baiklah, aku cegela kecana"


"Kalau begitu, saya permisi Tuan Putri" pelayan tadi menundukkan kepalanya lalu pergi.


"Leina, ambilkan baju" Zeria segera bersiap untuk pergi.


"Baiklah Tuan Putri" Jawab Reina.


Setelah beberapa lama Zeria mengganti bajunya, mereka berdua lalu diikuti beberapa orang pengawal langsung pergi ke ruangan Kaisar.


"Tuan Putri sudah datang" Kata seorang penjaga yang menjaga pintu ruangan Louise.


"Suruh masuk" Kata Louise, suaranya terdengar dari balik pintu.


Seseorang membukakan pintu untuk Zeria, namun yang di perbolehkan hanya Zeria saja. Pelayan dan penjaga yang lain harus menunggu di luar. Saat Zeria masuk, terlihat dua orang lelaki yang sedang duduk menunggunya yaitu, ayahnya dan kakaknya.


"Kakak juga ada di sini? Sepertinya ini adalah hal penting, karena biasanya ayah tidak pernah memanggil kakak. Apa yang ingin ayah bicarakan?"


"Zeria, kemari. Duduk di samping ayah" Kata Louise sambil tersenyum.


"Tidak Boleh" Lucas langsung bangun dan mengangkat Zeria duduk di pangkuannya.


"Hei, apa apaan kamu Lucas? Padahal tadi Zeria ingin duduk di sampingku" Kata Louise dengan tatapan dingin namun tetap tersenyum.


"Tidak, Zeria ingin duduk denganku. Dia tidak akan nyaman duduk di dekatmu" Kata Lucas sambil menatap Louise dengan dingin.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa mereka jadi bertengkar begini? Aku bisa melihat cahaya yang muncul dari mata mereka berdua, aku juga bisa merasakan tekanan yang kuat dari sihir mereka. Apakah mereka tidak bercanda? Di sini sedang ada anak kecil lohh, apakah tidak apa apa jika mengeluarkan hawa membunuh sekuat itu?" Pikir Zeria.


"Sudahlah, jangan mengeluarkan hawa membunuh sekuat itu. Kau bisa membuat Zeria takut" Ucap Lucas.


"Ahh, Zeria apa kamu ketakutan? Maafkan ayah" Louise langsung menghilangkan aura membunuhnya.


"tidak, atu tidak takut" Jawabnya sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, kita langsung ke topik utamanya saja. Ulang tahun Zeria tinggal satu bulan lagi, untuk persiapannya biar ayah yang urus. Lalu untuk pakaian dan aksesori Zeria, Lucas apa kau bisa mengurusnya?" Tanya Louise.


"Tentu saja. Memangnya kau pikir aku ini bodoh? Kalau hanya memilihkan pakaian dan aksesori saja, tentu aku bisa" Jawab Lucas, ia sedikit merasa marah karena sudah diremehkan.


"Bagus kalau begitu. Zeria, apa ada yang kau inginkan? Apapun itu, katakan saja" Ucap Louise.


"Untuk tekalang tidak ada ayah"


"Baiklah, tapi kalau ada yang kau inginkan katakan saja ya"


"Iyaa!" Jawab Zeria sambil tersenyum lebar.


"Kalau begitu, kalian boleh pergi" Karena urusan sudah selesai, Lucas dan Zeria sudah diperbolehkan untuk pergi.


"Baiklah, kami undur diri dulu" Kata Lucas sambil menggendong Zeria pergi keluar


#Di Luar Ruangan


"Tidak, Zeria akan jalan jalan denganku sebentar" Ucap Lucas sambil menatap tajam Reina.


"Eh, kenapa tatapannya tajam begitu? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan denganku"


"Leina, atu mau jalan jalan dulu tama kakak" Ucap


Zeria.


"Baiklah jika anda ingin jalan jalan, tapi jangan terlalu lama" Kata Reina.


"Iyaa, ayo kak" Ucapnya sambil tersenyum di gendongan Lucas.


"Iyaa" Jawab Lucas.


#Taman


Pemandangan taman utama yang indah, terlihat sebuah pohon besar yang sangat cantik di tengah taman. Pohon besar dengan daun berwarna orange, tanda bahwa musim gugur akan tiba. Lucas membawa Zeria duduk di bangku yang tepat berada di bawah pohon.


"Lihat warna daunnya yang seperti warna matahari senja itu" Ucapnya.

__ADS_1


"Wahh, benar. Warna yang sangat indah, tapi kenapa kakak menatap pohon itu dengan wajah lesu? Apakah ada yang salah?" Pikir Zeria khawatir.


"Kakak kenapa?" Tanya nya.


"Ahh, tidak apa apa kok. Kenapa?" Jawab Lucas.


"Wajah kakak telihat tidak baik, apakah ada yang talah?"


"Tidak, bukan begitu. Dulu setiap tahunnya saat musim gugur akan datang, aku dan ibu selalu kesini. Kami melihat matahari terbenam sambil duduk di bawah pohon ini. Cahaya matahari di senja hari, warna daun yang terkena cahaya itu terlihat sangat indah. Warna yang tidak bisa kau lihat di tempat lain, seperti warna bola mata ibu. Sangat bercahaya" Saat menceritakannya, Lucas terlihat sangat senang sekaligus sedih.


"Sepelti walna mata ibu? Apakah ibu tangat tantik? " Tanya Zeria.


"Ibu sangat cantik" Jawabnya sambil melihat ke atas pohon.


"Ibu, wanita dengan warna mata seperti daun musim gugur yang di sinari dengan cahaya matahari senja, ibu pasti adalah wanita yang sangat cantik. Tunggu, sepertinya aku pernah melihat warna mata seperti ini... Oh wanita yang ada di buku yang ayah tunjukkan padaku dulu juga warna matanya persis seperti ciri ciri yang kakak katakan. Aku harus memastikannya" dalam hati.


"kak, apa walna lambut ibu tepelti aku?"


"Iyaa, ibu memiliki rambut panjang berwarna coklat yang sangat indah dan bola mata berwarna orange yang cantik" Jawabnya.


"Sudah ku duga, wanita yang dulu pernah aku lihat di buku adalah ibuku. Wanita yang sangat cantik itu ternyata adalah ibuku. Apakah bila besar nanti, aku juga akan menjadi wanita yang cantik sepertinya?" Pikirnya.


"Ayo kita masuk, di luar dingin" Kata Lucas.


"Iyaa!"


Mereka berdua masuk kedalam istana. Hari hari berikutnya menjadi sangat sibuk karena mereka mempersiapkan segala keperluan untuk acara ulang tahun Zeria. Lucas mempersiapkan semuanya dengan baik. Louise juga jadi sangat sibuk karena acara ulang tahun Zeria semakin dekat. Mereka terus sibuk setiap harinya hingga acara tersebut di selenggarakan.


#Pagi Hari Saat Acara Ulang Tahun


"Tuan Putri, ini hari yang sangat penting. Tuan putri harus bangun lebih awal" Ucap Reina.


"Iyaa" Jawab Zeria sambil menggosok matanya.


"Tuan Putri harus segera bangun, setelah itu Tuan Putri mandi, lalu di pijat, lalu berendam dengan air susu yang di campur bunga mawar, lalu ganti pakaian, lalu berdandan, lalu sarapan, lalu menemui baginda dan pangeran, lalu Tuan Putri pergi ke pesta" Ucap Reina panjang lebar


"Haa? Aku harus melakukan semua itu? Apakah kau serius Reina? Sepertinya aku tidak akan sanggup" Bahkan sebelum melakukannya pun, Zeria sudah putus asa duluan.


Ternyata hari itu adalah hari paling sibuk yang pernah Zeria rasakan.


"Heyy, ambilkan bunga mawarnya!!"


"Cepat siapkan air hangatnyaa"


"Jangan diam saja, cepat pijat Tuan Putri! "

__ADS_1


"Mereka berisik sekali, sepertinya aku terlalu meremehkan pesta ulang tahun seorang Putri Kaisar"


__ADS_2