
Ditempat lain. Lebih tepatnya didesa tempat tinggal Rindu.
Pagi yang sejuk, sesejuk mereka yang merasa lega sudah melewati masa remaja, masa sekolah.
Masa sekolah adalah masa-masa penuh warna. Masa penuh suka duka, masa yang tidak akan pernah kembali, banyak hal yang terjadi saat itu.
Kini Dian tampak keren berfoto bersama dengan teman-teman dan bapak guru.
Dian berdiri sejajar dengan keempat temannya dibawah, style yang ia kenakan tak begitu formal seperti teman-teman menggunakan jas lengkap dengan dasi melingkar dileher.
Dian selalu tampil beda disetiap acara, lihatlah yang ia kenakan mirip semacam jaket panjang selutut. Tak mengurangi ketampanan seorang dian.
Pun sama dengan Rindu. Tak mengunakan kebaya panjang pada umumnya saat wisuda. Ia mengenakan baju batik brown rancangan kak Linda. Senyum anggun mengembang. Rambut panjang ia gerai begitu saja.
Tampak keren dengan aksen kalung menggantung di leher. Tak lupa ia sematkan cicin pada jari jemarinya, jam dipergelangan tangan membuat penampilannya semakin elegan.
"Bibi aku gugup." Ucap Rindu dengan menggenggam erat tangan bibi Winy.
"Tenanglah sayang, inikan hanya wisuda. Bukankah pengumuman sudah dibacakan. So, tarik nafas. Semangat!!" Ucap bibi Winy seraya mengangkat tangannya yang mengepal keudara.
"Eemm Rindu, dimana dian kenapa tidak terlihat?." Tanya bibi Winy lagi.
Rindu sedikit memutar bola matanya.
"Tuh lihat pria-pria narsis disebelah sana!" Jari telunjuk Rindu arahkan pada dian dan teman-temannya yang sibuk berfoto untuk kenang-kenangan.
"Oo, lalu kenapa kau tak ikut kesana?." Tanya bibi Winy.
"Tak penting bi" jawab Rindu malas. Bibi selama ini tidak tau jika disekolah Rindu sering di bully.
Terlihat bibi Winy mangut-mangut mengerti. Tak ingin bertanya atau meminta sesuatu pada Rindu.
Acara pun berlangsung dengan sukses. Acara demi acara berjalan sempurna. Murid-murid ada yang mengisi acara juga.
Bergantian setelah puncak acara penyerahan ijasa dan penyematan penghargaan pada murid-murid berprestasi.
Terlihat beberapa murid menaiki podium. Membawakan sebuah lagu.
Intro : C..G/B..Am..G..
F..Em..Dm..G..
.
Hey yo….it's not the end
It's just beginning..yoo Ok
.
C G/B
..Detak detik tirai mulai menutup panggung
Am
tanda skenario… heyo
G
baru harus diusung
F Em
..lembaran kertas baru pun terbuka
Dm
tinggalkan yang lama
G
biarkan sang pena berlaga..oo
.
C G/B
Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
Am
..pernah juga hilang
G
atau takkan pernah berlalu
F Em
..masa jaya putih biru atau abu-abu
Dm G
..memori crita cinta aku, dia dan kamu..
.
C G/B
Saat dia, dia, dia masuki alam pikiran
Am G
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
F Em
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
Dm G
that was the moment a part of sweet memory
.
C G/B
..Kita membumi, melangkah berdua
Am G
..kita ciptakan hangat sebuah cerita
F Em
..mulai dewasa, cemburu dan bungah
Dm G
Finally now, its our time to make a history..
.
Reff :
C G/B
..Bergegaslah kawan..
Am G
..tuk sambut masa depan
F Em
..tetap berpegang tangan
Dm G
..saling berpelukan..
.
C G/B
__ADS_1
..Berikan senyuman
Am G
..tuk sebuah perpisahan
F Em
..kenanglah sahabat
Dm G (C)
..kita untuk selamanya..
.
C
Satu alasan kenapa
G/B
kau kurekam dalam memori
Am G
satu cerita teringat di dalam hati
F Em
kar'na kau berharga dalam hidupku teman
Dm G
untuk satu pijakan menuju masa depan..
.
C G/B
Saat duka bersama, tawa bersama
Am
berpacu dalam prestasi (huh..)
G
hal..hal yang biasa
F Em
satu persatu memori terekam
Dm
di dalam api semangat
G
yang tak mudah padam..
.
C G/B
Kuyakin kau pasti sama dengan diriku
Am G
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
F Em
kawan kau tahu, kawan kau tahu kan
Dm
beri pupuk terbaik
G
.
Reff :
C G/B
..Bergegaslah kawan..
Am G
..tuk sambut masa depan
F Em
..tetap berpegang tangan
Dm G
..saling berpelukan..
.
C G/B
..Berikan senyuman
Am G
..tuk sebuah perpisahan
F Em
..kenanglah sahabat
Dm G (C)
..kita untuk selamanya..
.
Musik : C..G/B..Am..G..
F..Em..Dm..G..
C..G/B..Am..G..
F..Em..Dm..G..
.
Reff Ending: (Feat. with Female)
C G/B
..Bergegaslah kawan..
Am G
..tuk sambut masa depan
F Em
..tetap berpegang tangan
Dm G
..saling berpelukan
.
C G/B
..Berikan senyuman
Am G
..tuk sebuah perpisahan
__ADS_1
F Em Dm G
..kenanglah sahabat.. yeah!
.
C G/B
..Bergegaslah kawan..
Am G
..tuk sambut masa depan
F Em
..tetap berpegang tangan
Dm G
..saling berpelukan..
.
C G/B
..Berikan senyuman
Am G
..tuk sebuah perpisahan
F Em
..kenanglah sahabat
Dm G (C)
..kita untuk selamanya..
.
C G/B
..Bergegaslah kawan..
Am G
..tuk sambut masa depan
F Em
..tetap berpegang tangan
Dm G
..saling berpelukan..
.
C G/B
..Berikan senyuman
Am G
..tuk sebuah perpisahan
F Em
..kenanglah sahabat
Dm G C G/B Am G
..kita untuk selamanya..
F Em Dm G C
Ooh heh..Kita untuk s'lama..nya...
Kita Selamanya, Bondan Prakowo & Fade 2 Black
Disela-sela acara tangan bibi Winy mengagetkan Rindu. Matanya seolah bertanya pada bibi Winy ada apa bi begitulah kira-kira bahasa isyaratnya.
Rindu menoleh pada arah mata bibi Winy seolah meminta informasi.
"Siapa yang sedang bersama dian Ri?" Tanya bibi Winy kemudian. "Apa dia juga guru disekolah ini" imbuhnya.
Ayolah bi, yang benar saja. Guruku disekolah tidak ada yang sepertinya. Rindu membatin.
Saat melihat dian sedang berfoto selfi dengan papanya.
Rindu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan. "Itu papanya Dian bi. Paman Khana!." Rindu menerangkan.
"Lihatlah bi, bahkan paman Ari tak setampan itu." Goda Rindu pada bibinya.
"Isshh kau ini. Apa yang sedang kau pikirkan!" ucap bibi Winy dengan tangan memukul ringan pucuk kepala Rindu.
Rindu mengusap pucuk kepalanya yang tidak sakit sambil tersenyum, sukses membuat bibi Winy ikut tertawa ringan tanpa suara.
"Sebentar ya bi aku akan menghampiri Dian. Apa bibi ingin ikut?." Pamit Rindu seraya bertanya.
"Pergilah, bibi disini saja menikmati acara." Terang bibi Winy.
Segera Rindu melangkah pergi menghampiri Dian.
"Dian setelah ini apa kita sudah bisa mempersembahkan lagu untuk dewan guru?" Tanya Rindu.
"Belum, sebentar lagi Ri." Jawab Dian.
"Eehh tadi aku melihat paman Khana bersamamu, kemana sekarang?." Tanya Rindu mendapati dian sendirian.
"Papa pulang. Katanya ada meeting penting" ucap Dian dengan sedikit terseyum miring.
"Eemmm" jawab singkat Rindu memahami temannya.
Diusap lembut pundak Dian. Seakan memberi ketenangan.
"Oke teman-teman acara akhir segera dimulai." Dewi memberi jeda sejenak. "Kami siswa siswi ingin mempersembahkan lagu untuk bapak ibu guru tercinta." Ucap Dewi selaku pembawa acara hari ini.
Nampak seluruh siswa berdiri diposisi masing-masing. Tak terkecuali Dian, Rindu, Diwan, dan siswa-siswi yang ada.
Hymne guru~sartono
Terpujilah wahai ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir
Didalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
Air mata tak terasa menetes disetiap sudut mata para murid saat itu, mengingat kenangan bersama selama tiga tahun terakhir.
the so much go on, tak mungkin kulupa dengan semua yang terjadi. Rindu membatin dengan manik mata melihat kesemua penjuru.
,,,,
,,,,
,,,,
,,,,
,,,,
Saya ucapakan banyak banyak terima kasih jika ada yang berkenan untuk meluangkan waktu untuk membaca novel pertama saya. arigatou gozaimasu.
__ADS_1