AKU RINDU

AKU RINDU
KERAMAIAN KOTA #DUA


__ADS_3

Seperti pagi pagi sebelumnya , sebelum memulai pekerjaan seluruh karyawan harus berkumpul di halaman pabrik guna melakukan senam dan do'an bersama agar kegiatan berjalan dengan baik.


" Tumben telat." bisik Sita pada Silla yang memang baru pertama kali terlambat dalam kegiatan apel pagi.


" Iya semalem aku susah tidur." jawab Silla jujur.


" Nanti malam ikut aqu yuk?" Sita bertanya dengan mata masih menatap sosok pria yang sering satu bagian dengannya.


" Lo tanya ke gue." heran Silla pada temannya mata kemana ngomongnya ke siapa.


" Iasshh...ya ke elo lah, emang yang di sebelah gue sekarang siapa coba" Sita menoleh pada Silla yang ada di sebelahnya.


Sekejap sebelum menjawab pernyataan temannya itu Silla menunduk.


Lebih tepatnya seluruh karyawan yang ada disana , menunduk sejenak untuk memanjatkan do'a.


Sambil berjalan Silla memulai percakapan yang sempat terputus " Kemana sih memangnya, harus apa gue iku sama lo?".


" Iya Silla! Harus sebab gue takuk kalau sendirian."Berharap temannya ini mau ikut , sita menambahi " jangan kuatir gue yang ajak , gue yang traktir."


" Lihat nanti ya say." Silla menggantungkan jawabannya.


Seluruh karyawa terlihat sibuk seperti hari hari sebelumnya , suara triakan menggelegar di setiap sudut. Saling bersautan menandakan bahwa adanya saling kergantungan di setiap bagian dengan bagian yang lain di pabrik mas Nano dan rekan-rekan bekerja.


Matahari mulai terbenam menandakan berakhirnya aktifitas seluruh pekerja di pabrik itu.


Seluruh karyawa berjajar rapi di masing-masing pintu keluar area pabrik.

__ADS_1


"Hey bambang nanti malam jadikan." dari belakan Hari bertanya pada rekannya.


" Ck, kenapa manggil gue bambang sih lontong." jawab Setya sambil berdecak kesal karna teman yang satu ini memang rada resek.


"Jadi nggak, kalo jadi perlu nggak ngajak tu anak santun." dengan sedikit tersenyum dia menunjuk Nano.


"Kenapa gak sekalian ajha lo ajakkin orang se pabrik." masih dengan nada kesal yang sama Setya menjawab pertanyaan si lontong 😊😊 maksud ku Hari...✌


" He he he bercanda bro, gitu aja sewot"


Cengar cengir Hari meninggalkan Setya yang masih menampakkan sikap yang sama.


Malam pun tiba, muda mudi di mes pun banyak yang keluar untuk jalan-jalan ada juga yang memilih berdiam di kamar walau memang sebetulnya ini malam minggu.


" Kalian mau kemana rapi bener?" Nano yang tidak tau mau kemana temannya ini bertanya pada dua onggok manusia di depannya.


"Mau jalan No...kita sengaja gak ngajak lo...soalnya lo bilangkan minggu pagi mau pulang kampung..." jawaban Hari tepat sasaran yang di balas anggukkan oleh Setya membenarkan.


Clubbing


" Lo gak salah tempat kan Sit." Silla merasa risih berada di tempat yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


" Benerlah Sil, udah deh santai ajha, bentar lagi mereka juga datang" dengan santai Sita menjawab pertanyaan temannya tersebut.


Sedikit ngangguk-ngangguk Silla dan Sita menikmati lagu yang di putar oleh Dj sesekali meminum orange juice yang mereka pesan.


"Sit nih kok rasanya aneh ya, peeehh." Ucap Silla bergidik sedikit menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Hahaha. Tanya aja noh sama sibarista." Ucap Silla santai. Dengan melirikkan matanya kesebelah dimana seorang barista tengah meracik minuman. jamu kali pake diracik segala 😝


"Sit ku ketolilet bentar ya." pamit Silla.


" Sayang." dari arah belaka seseorang memeluk Sita.


Sedikit ragu Sita membalikan tubuhnya.


Deg,,,


Betapa kagetnya Sita saat yang di harapkan bukan orang yang seharusnya.


Tunangan Sita dari kota sebelah, lebih tepatnya seseorang yang di jodohkan dengannya sewaktu masih kecil.


Dipikir-pikir ini sangat konyol perjodohan di masa itu yang masing-masing dari insan itu tak tau apa yang di namakan cinta. Bahkan sampai detik ini Sita tidak pernah memiliki rasa yang lebih dari sekedar sahabat.


" Nga, ngapain mas Doni disini?" Satu pertanyaan melesat dari bibir bergetar Sita, yang takut jika nanti apa yang dilakukannya hari ini di laporkan pada orang tua Sita.


" Aku setiap hari suruh orang buat awas i kamu yang." Doni menjawab pertanyaan tunangannya ini.


Sedangkan terlihat adanya kemarahan yang terpampang jelas dari raut muka yang memerah dari depan pintu clubbing.


" Jadi nggak nih masuk?" Hari yang menyadari bahwa mood dari temannya ini dah berganti aura aura negatif memberanikan diri untuk bertanya.


" Hey kalian, kok bisa disini.?" Cewek cantik yang gak tau duduk permasalahannya kenapa teman satu pabriknya ini menjadi patung di depan pintu clubbing ini bertanya dengan santai.


Beberapa waktu yang lalu Silla sempat meninggalkan Sita sendirian karna tidak tahan untuk buang air kecil. Jadi wajar jika dengan polosnya Silla menyapa kedua temannya ini hari dan Setya.

__ADS_1


" Gak papa sil, cuma sepertinya aku melupakan sesuatu. Jadi aku harus segera pulang." jawab Setya dengan wajah datar penuh kemarahan.


Bulan yang perlahan berganti sift dengan matahari. Mulai merambah keluar dari persembunyiannya , terlihat orang-orang sudah mulai melakukan aktivitas masing-masing.


__ADS_2