AKU RINDU

AKU RINDU
DI BALIK SEMAK-SEMAK


__ADS_3

Dengan langkah pasti Rindu selangkah di depan mas Nano dan Linda.


Rindu menambah kecepatan laju kakinya, merasa seperti obat nyamuk untuk kedua orang yang masih setia bergandengan tangan di belakangnnya.


" Lin?" mas Nano bertanya pada seseorang yang ada di sebelahnya untuk memulai percakapan.


" Ya?" jawab Linda canggung.


" Dua hari lagi mas balik ke kota untuk bekerja," sambung mas Nano.


" Lalu?" jawab Linda singkat-singkat, karna Linda tergolong orang yang tak banyak bicara. Tapi jangan di tanya kalau sekali ngomong mak jleebbb langsung ke palung hati bro, perih tapi tak berdarah.


" Apa kamu tidak apa-apa, maksud ku apa kamu bisa menjalan i hubungan LDR?" tanya mas Nano kemudian. Yang sukses membuat Linda menoleh kearahnya.


" Apa mas meragukan ku? Mas gak percaya sama aku? Mas kan sudah tau seperti apa Papa menjaga ku selama ini?" tuhkan bener sekalinya ngomong semua bahan diborong oleh si Linda.


" Bukan begitu maksud ku, hanya saja aku takut di dului orang," Mas Nano mengutarakan ke kawatirannya selama ini mengingat Linda adalah bunga desa di kampung ini, takut kalau kalau ada yang melamar linda duluan.


Tiba-tiba di tengah obrolan mereka yang serius, ada sesuatu yang bergerak-gerak di balik semak-semak.


Rindu yang menyadari itu sedikit bergidik ngeri karna Rindu tipekal anak yang cengen dan penakut.


Seketikan suasana yang tadinya dingin menjadi lebih dingin, dengan sedikit kepulan asab lebih tepatnya kabut malam yang menambah susana menjadi tidak nyaman. Lolongan dan jeritan hewan malam sepertinya mendukung kengerian malam ini.


Kuukk kuukk...kuuk kuukk


Suara burung hantu jelas terdengar di telingan ketiganya, sontak bulu halus di tengkuk Rindu berjingkat. Rindu yang merasa janggal segera mengurangi kecepatan laju jalannya yang lebih tepatnya mundur dan nyempil di tengah-tengah linda dan mas Nano.


Mas Nano yang sedikit memiliki kelebih seolah memberi isyarat agar kedua gadis yang beringsut ketakutan segera pindah posisi mengikuti arah tangan mas Nano.


Sssttthhhh...


Dengan jari yang di letak kan di bibir dan tangan satunya mengarahkan Linda dan Rindu di belakang tubuhnya.


Sedikit menjauh dari semak-semak yang di maksud Rindu.


Benar saja beberapa langkah kaki mereka hampir mendekati dimana semak semak tersebut bergerak.


Bluuukkk


Sebuah benda nampak seperti kelapa👹 dilengkapi dengan manik mata yang terbuka lebar dan seringaian menakutkan jatuh tepat di samping mas Nano.


Huuuuuuaaaaaaaa!!!!!!!!!!!


Kompak ketiganya berlari sekuat tenaga, untung saja kaki mereka tidak membeku seperti yang ada dalam film-film horror.


Bisa-bisa mas Nano harus bersusah payah mengangkat keduanya.


Tidak bisa di bayangkan bukan, karna mas Nano disini bukan iron man , spider man atau superman yang punya kekuat super untuk mengangkat keduanya sekaligus.


Setelah dirasa sudah jauh mereka berhenti sejenak untuk mengatur nafas yang ngos-ngosan seperti habis lari maraton.


Terlihat keduanya memegangi perut masing-masing, karna merasa sedikit sakit sehabis berlari.


" Gak ngejarkan?" Rindu membuka percakapan dengan nafas masih naik turun.


" Kayaknya sih enggak," jawab mas Nano menenangkan.


" Tidak salahkan apa yang kita lihat tadi?" tanya Linda masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Linda menatap mas Nano dan Rindu bergantian.


" Sudahlah tidak usah di bahas, ayo percepat langkah kalian,"


Nano yang bisa merasakan sesuatu memberikan kode keras kepada keduanya.


Linda dan Rindu yang tau maksud perkataan mas Nano segera mengikuti langkah panjang mas Nano.


Kemudian sampailah di depan kediaman Linda, perjalanan singkat namun menegankan berujung pada titik ternyaman dan teraman untuk saat ini.


Karna tidak bisa di pungkiri dimana pun kita berada sesuatu yang tak terlihat pasti ada, seperti sekarang ini mungkin saja ada yang ikut duduk di sebelah mu.


Tak buang-buang waktu begitu sampai Rindu dan Linda segera masuk kedalam rumah mereka. Mas Nano masih nampak ragu untuk melangkah pergi dari kediaman Linda, ya rasa takut masih bersemayam di dalam hatinya. Takut melewati tempat yang sama, dimana tidak ada orang yang hanya sekedar lewat menambah susana semakin mencengkam. Mau tak mau Nano pun kembali pulang ke rumahnya.


****


Nampak dari jauh grombolan teman-teman mas Nano bercengkrama diiringi dengal lagu yang dapat menambah kehangatan disana.


**Intro : Am Dm G F E


Am


berikanlah jawaban

__ADS_1


Dm


uraikanlah simpulan


G


biar tenang jiwaku


C E


setelah kasih lama berlalu..


Am


tidak mungkin ku lupa


Dm


perjanjian kita


G


di bawah rumpun bambu


C E


di kala bulan sedang beradu ooh


(*)


Am Dm G C


mengapa terjadi perpisahan ini


F Dm G C


di kala asmara melebar sayapnya


Am Dm G C


mengapa kau pergi di saat begini


F Dm G C


(#)


F


kalau memang tiada jodoh


C


apalagi nak ku heboh


Dm G


aku malu pada teman pada semua..


Chorus :


C -Em F


rindu rindu serindu-rindunya


G C G


namun engkau tak mengerti..


C -Em F


pilu..pilu sepilu-pilunya


G C


namun engkau tak peduli..


F C


malu semalu-malunya


Dm G C

__ADS_1


namun apa daya orang tak sudi


F C


mau semau-maunya 


Dm G F G


namun apa daya orang dah benci..


Int. : Am Dm G F E


Am Dm G C


mengapa terjadi perpisahan ini


F Dm G C


di kala asmara melebar sayapnya


Am Dm G C


mengapa kau pergi di saat begini


F Dm G C


di kala hatiku terlukis namamu


F


kalau memang tiada jodoh


C


apalagi nak ku heboh


Dm G Am-Bm


aku malu pada teman pada semua..


Chorus (Overtone) :


C# -Fm F#


rindu rindu serindu-rindunya


G# C# G#


namun engkau tak mengerti


C# -Fm F#


Pilu..pilu sepilu-pilunya


G# C#


namun engkau tak peduli


F# C# D#m G# C# A#m


rindu..rindu...rindu serindu-rindunya


F# C#


mau semau-maunya


D#m G# F# G#


namun apa daya..orang dah benci


D#m G# C#


namun apa daya orang dah benci**


Rindu serindu rindunya ~ exist lagu kesukaan Mas Karno, Mas Nano dan Mas Karno berbeda dalam aliran musik tapi untuk soalnya lain. Hampir semuanya sama lebih tepatnya apa yang di lakulan keduanya saling mendukung.


" Woeeyyy, Kenapa lari-lari?" Karno bertanya karena merasa aneh melihat Nano lari terbirit birit seperti habis melihat hantu.


Nano terlihat mengatur nafasnya yang terlihat senin kamis ( nafas berat seolah susah payah untuk meraih udara gratis di sekitarnya ), sambil mencari tempat duduk yang pas agar lebih santai.


Akhirnya Nano menceritakan rentetan perjalan mulai dari awal mengantar sampai pada saat di mana dia berada diantara teman-temannya berada.

__ADS_1


__ADS_2