
Kembali pulang ke rumah saat semuanya sudah terdtidur dengan lelap dan juga semua pelayan asisten rumah tngga istirahat.
Shaka pulang dengan Ria yang sejak tadi tidur pulas sekali.
Walau sudah bangun ketika sudah di dalam mobil yang akan berjalan, Ria kembali tidur lagi saat di lampu merah yang macet.
Shaka kembali menggendongnya saat sampai rumah dari turun mobil sampai masuk kedalam kamar pelan dan membaringkannya perlahan di kasur.
Shaka meninggalkannya masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
Merasa mencium bau harum kamar yang tidak asing dari hidungnya yang terasa udaranya dingin ketika terhiup.
Mata Ria perlahan terbuka dan meraba sebelahnya.
"Hah." Kaget langsung duduk dan turun dari kasur dan menatap sekitar seketika itu suara pintu kamar mandi terbuka dan cahaya kamar mandi keluar. Lampu kamar juga hanya lampu tidur yang menyala.
Shaka yang keluar dengan handuk di leher dan rambut yang lembab. Melihat Ria terdiam berdiri kaget menatap kearahnya menoleh santai.
"Kenapa?" Tanya Shaka berjalan ke dekat kasur sambil meraih salah satu buku tablet lalu ponselnya.
Ponselnya ia cas diatas nakas dan mengambil pen tablet dan pena untuk menulis di buku catatannya didalam laci nakas.
"Shak.. Aku tadi.. Tidur? Aku lama ya tidurnya?" Shaka menoleh dengan kaca mata yang baru saja di pakainya.
Menganggukkan kepalanya Shaka, sebagai jawabannya.
"Loh kenapa gak di bangunin aja lo keberatan kan kenapa gak bangun gue, hiih malu gue Shaka!" Kesal Miria sampai lupa dengan perjanjian kalo tidak boleh ada kata lo gue lagi.
Shaka menghela nafasnya.
"Biarin."
Eh, nada ngomongnya jadi judes gitu tiba-tiba. Ria mengerjap kan matanya beberapa kali.
" Shaka kenapa?" Shaka tak menjawab malah mendengarkan musik dengan earphonenya. Menghiraukan kan Ria yang terus memanggilnya.
Miria menatap wajahnya dan menghampiri mendekat melihat Shaka sibuk dengan tugas kampus. Ria mengangguk mengerti.
Miria menjauh dan pergi ke kamar mandi. Membersihkan dirinya yang dirasa bau ini.
**
Sejak semalam Shaka diam saja tak bicara padanya sedikitpun kenapa lagi sih tuh anak?
"Gue godain aja kali ya," ucapnya pelan.
__ADS_1
"Shaka... Aku pake jarum pentul ini ke tusuk tolong dong pakein!"
Shaka menoleh dan acuh saja keluar dengan menenteng tas punggungnya.
Ria melongo seketika membuang jarum pentul ke tempat sampah.
"Iyuh geli banget siapa itu bukan gue!" katanya sendiri geli melihat dirinya berekting seperti tadi.
Shaka kok marah kenapasih tuh anak.
Kalo gak bisa di bujuk ya udahlah diemin aja mungkin, ada yang diingetnya tiba-tiba terus buat dia sedih.
Turun untuk bergabung sarapan. Tadinya Ria tak mau sarapan tapi, tak enak takut kalo misalnya Ria di pandang jelek dan mempermalukan Shaka dan Sahaka kebetulan sarapan juga sekalian aja cari muka sama perhatian depan suami sendiri gak maslahkan?
Dan ternyata sudah ramai dengan yang lain kak Zavina sekarang pindah ke rumah papa Yanuar dan membawa Ethan dan Juan.
Ethan dan Juan itu anak Kak Zavina yang ayahnya beda dan kalo Ethan itu anak dari temannya yang meninggal setelah melahirkan dan suami temannya meninggal karena kecelakaan pesawat saat mengalami kerusakan mesin dan pesawat jatuh beruntung semua selamat tapi, ayah Ethan seorang yang tidak selamat karena ia seorang pilot.
Jika Juan adalah anak dari zavina dan Suami Zavina meninggal saat bertugas sebagai angkatan Laut dan di kabarkan gugur saat menjalani tugas.
Sekarang Zavina memilih mengurus Ethan dan Juan sebagai anak kandungnya sendiri dan membawanya kemari.
Di bilang ganteng, iya, keduanya baru saja masuk smp tahun ini di Indonesia sekolahan terkenal nomor satu se Jakarta.
"Pagi semua.." Sapa Miria membuat Zavina merasa aneh biasanya. Zavina sudah berangkat atau kadang ia memilih membawa bekal saja .
Ada apa ya? Seketika itu Juan menyenggol lengan Ethan malah yang menoleh Ethan dan Maminya.
"Ada om Shaka makannya tante Ria ikut sarapan." Zavina mengangguk mengerti.
Sepertinya telah terjadi sesuatu semalam.
Shaka melihat Ria mendekat hanya diam dan tak mau menanggapinya seketika itu Ria menuangkan air putih dan juga bertanya ingin minum apa lagi.
Shaka tak menjawab.
Ria memilih diam dan makan sarapannya dengan sendiri.
Setelah selesai pergi keluar memanasi mobil dan Ria buru-buru.
"Eeh.. pelan pelan ria!" kata papa.
"Iyaa pah maaf, Eh Pangeran-pangeran ganteng... belajar yang rajin yaa. kalian jangan natap Tante gitu, Om kalian lagi pms."
Papa dan kak Zavina menggeleng dengan tersenyum.
__ADS_1
Ethan dan Juan saling tatap dan mengedikkan bahu.
"Ayo kalian habiskan jangan buru-buru Mami juga ada jam pagi sayang."
Keduanya mengangguk.
"Kakek Kita berangkat.." Sapa Ethan dnegan sopan dna cium tangan, Sang kakek mengecup kening cucu angkatnya dan bergantian Juan yang habis mencium tangan kakeknya di kecup kening Juan oleh kakeknya.
"Rasanya kakek masih mimpi kalian mau nemenin kakek disini." Katanya ketiga nya saling lempar senyuman dan Zavina pamit pergi.
***
Shaka yang masuk kedalam kelas saat ada kelas di kampus hari ini pukul delapan sedangkan Miria baru saja datang dan mampir ke perpustakaan belajar untuk ujian harian nanti.
Miria di tinggal Shaka di prempatan setelah jalan bareng dari rumah Shaka menurukan Miria seperti sebelumnya mau Miria diturunkan di perempatan ketiga jauh dari kampus.
Shaka tenang mengikuti mata pelajaran dosennya kali ini.
Lalu saat di perpustakaannya Miria sibuk belajar Saskia datang dengan wajah penuh plester luka dan tangan di perban.
" Kenapa?" Kata Saksia ketika duduk disamping Miria dan Miria menatapnya malas.
"Gue mau duduk sini emang masalah buat loh." Seketika itu suara ponsel berdering didalam perpustakaan dan semuanya seperti bersahutan dan tatapan semuanya melihat kearah Miria jijik.
"Ria..." Kata pengurus perpustakaan yang seorang wanita meminta Miria mendekat ketika akan memasukkan buku yang ia pinjam kedaftar pinjaman buku.
"Kenapa bu?" Katanya mendekat dan Bu Lila memperlihatkannya.
Miria menatap marah dan pergi dari perpustakaan setelah meminta izin dan mengisi daftar pinjaman buku.
"Liat deh pake jilbab tapi kelakuan gitu.. gak banget ya." Kata salah satu maha siswa laki-laki yang menatapnya jijik setelah keluar perpustakaan.
"Kenapa?"
"Lahh liat hp Lo grup lambe turah di sosmed viral cewek hijap jual diri sama om-om dan lagi bukannya ini baju yang sama di pake cewek itu kemaren."
"Lah iya... Gak nyang gue." Kata yang sudah melihat di ponselnya tentang berita itu.
Shaka di kantin sibuk belajar dan makan siang tapi, temannya Juno dan Qinan datang bersama Devon dan Bima.
"Shaka.. buka hp lo notif lambe turah viral..." Kata Juno pelan tapi, heboh.
Dengan malas Shaka membuka ponselnya dan melihatnya.
Mata sontak membulat merah dan pergi tak perduli dengan tugasnya
__ADS_1
Qinan dan Bima mengurus buku dan laptop Shaka sedangkan Juno dan Devon mengejar Shaka.