Anxietas

Anxietas
Indri hamil


__ADS_3

Tekanan batin Miria membuat Shaka khawatir semkin lemahnya kandungan Ria. Saat ini Shaka benar benar tak mau ada masalah lainnya.


Tiba-tiba ada keributan di luar.


Indri datang dan melihat Miria dengan shaka yang sangat perhatian.


"Lo rebut perhatian shaka."


"Lo yang apa dateng-dateng nyolot lo!" kata shaka memebela.


"Gue hamil anak lo!"


Shaka dan Miria terkejut berasaan ekspresi mereka tak terlihat baik-baik saja. Indri menatap marah.


"Maksudl o apa Ha!" Tekan Shaka tak percaya.


" gue gak sentuh lo sama sekali, Lo halu lo" Ucap shaka membentak setengah keras.


"Kenapa gue halu, kalo kenyataannya lo nyentuh gue lo lupa." Miria meremas selimut dan tertunduk ingin menangis rasanya.


Indri tersenyum


"Gimana lo dah dapet dari apa yang mau gue kasih hadiah...."Shaka berdiri menghalangi wajah Indri menatap wajah Miria yang terlihat sedih.


"Kenapa lo gak suka!" Kata Indri. ketika Miria tiba-tba mengangkat wajahnya menatap wajah Indri kesal. Miria melihat Punggung shaka sedikit menghalanginya.


Shaka di lewatinya dan hendak menampar Miria tapi gerakan Shaka melindungi lebih cepat.


Plakkk..


Indri mundur.


Wajah shaka di tampar Indri dengan keras.


ada goresan luka dan berdarah.


"Shaka... Miria menatapnya khawatir


"gak papa." Miria melihat sobekan di pipi Shaka sedikit kecil.


Tapi, darah begitu banyak


"Lo ikut gue sekarang!" Putusnya menatik tangan Indri. Tak tega dan merasa suasana kamar tak baik untuk Miria Shaka menatap Miria dengan isyarat semua akan ia urus dan akan baik-baik saja, tenangs ebentar.


Dua pengawla wanita masuk salah satu berjaga dan satunya menahaan Miria untuk tetap tenang.


Tanpa shaka bicara mereka cepat bertindak.


Indri pergi dan Miria melihat dengan tatapan kesal.


Didepan rumah sakit sekarang area parkiran.


"gue gak suka lo, indri"


"dan Lo bilang kalo Lo dah buat semuanya hilang, gue akuin dulu gue suka lo karena lo yang menurut gue baik gak tahunya Lo penuh tipuan dan lo licik In.. lo liciik!" Tekan Shaka lagi.


"Gue gak licik gue cuman mau apa yang kemarin gue..." Shaka menatapnya tajam Seketika Indri berhenti bicara.

__ADS_1


"Apa!Lo buang gue, malu-malu gue bahkan nyokap bokap lo juga ngatain harga diri gue seakan gak berharga gue emang gak terlalu mikirin tapi, selama gue terus di tampar guesadar sesadarnya kalo gue gak bisa deket siapapun kecuali Miria... Gue bahagia sama dia," jelasnya.


Indri mulai merasakan tulusnya Shaka ada rasa penyesalan.


Di tempat lainnya Paula memakan permen karennnya dan meniup sampai melembung kecil dan menyunyahnya lagi.


"Dia mulai bawa perasaan.c Katanya sendiri.


" sekarang lo hamil! Gue tanya! Sekarang! Lo hamil anak siapa?"


Indri tertekan dengan pertanyan dan aura mencekam Shaka.


"Jawab lo gak bego kan apa kelakuan lo selama ini malah dapet akibat ny, Lo gak bisa nipu gue!"


"Sialan Lo, Shaka.. lo buat gue gak berdaya... iya! Dia bukan anak lo, dia orang yang pernah gangguin Miria... gue juga mau ngegugurin kandungan ini tapi, gue berubah pkiran gue lebih baik gedein anak ini sama lo butuh keturunan kan gimana kalo gue sama lo aja!"


"Tapi, gue nyapa dulu istri lo kalo kita mau nikah.."


Shaka menatap meremas bahu Indri.


Indri berontak kesal.


"lepas!"


"Gue dah gak mau sikap kasar gue ngelewati batasan gue itu karena Lo sekarang gue dah salah megang tangan dan kasarin bahu lo... maaf." Shaka menatapnya datar.


"Pergi dari hadapan gue." Shaka pergi sebelum ia melakukan hal lebih jauh lagi.


Indri menatap paula di sana yang duduk di kursi dan memakan permen karet.


"apa?" pura-pura tak paham.


"Kenapa balik lagi masuk, kamu sama indri udah selesai urusannya."


Miria di hampiri Shaka di bagian dia tidur menyamping Shaka duduk di bagian miria menghadap kedepan.


Menatap wajah Miria sedih.


"Semuanya gak ada gunanya.c Katanya dengan wajah yang terlihat santai.


"Anakk..


"Dia anaknya Bion bukan anak ku mereka yang ngelakuin dan berusaha nipu aku, dia sengaja biar kamu...


"Aku tahu, aku sempet gak percaya.." Miria bangkit di bantu Shaka duduk bersandar.


Miria meminta diambilkan p3k.


Shaka memberikannya.


Menepuk bagian depan samping pahanya.


"Di obatin muka gantenya aku, jangan sampe aku liat lecet gak sembuh sembuh." Shaka memegang tqngan Miri.


cKamu gak marah kamu gak kecewa...


"Buat apa aku tahu kamu aku percaya. lagian ini hampir lebih lima bulan bahkan hampir setengah tahun kita bareng aku masih ragu sama kamu wajar tapi, kalo aku berlebihan itu juga gak baik.

__ADS_1


Shaka mencium kedua telapak tangan Miria.


"Makasih pengertiannya.. Makasih Ri."


Ria menganggukkan kepalanya.


"Sekrang istirhat, ucap hka setelh elesai di obati oleh miria.


Paula terekeh bersama Saskia.


"Sial, noh Shaka makin nakutin aja gue jdi ga berkutik. Apa lagi sih o berdua diem aja.." Saskia dan paula saling melempartatapan polos.


" gue sibuk, di tempatkan cuman Paula." alasannya melirik paula.


" gue gak fokus sama lo." elak Paula.


Indri kesal mendengus keras saja yang bisa ia lakuakaan kalo mau menggebrak meja tak jadi karena ada banyak orang dan Indri malas melihat wajah tak suk mereka.


"Miria juga sekarang optimis banget." kta Indri di sela ucapannya.


Saskia menatap dengan tatapan datar.


Ia mulai berpikir sesuatu karena pernah bertemu dengan alezer ia harus bisa menutupinya kalo ia yang salah Semuanya harus ada di Indri dan Paula yang salah.


tanpa sadar keduanya jika Saskia akan menjadikan keduanya pelampiasan kesalahan.


Dan apa yang di lakukan saskia benar benar licik.


di meja lainnya ada Lena dan yuma.


"Lihat.. wajah saskia dah kayak orang yang keliatan punya rencana jelek..."


"Heeh... lo gak tahu muka saskia itu dah punya rencana yang bakalan buat dua orang itu umpan dan dia yang bersiri di balik tirai.. cuci tangan sih simpelnya."


"Lena!" panggil Yuma.


"Hemm.. apaan."


"Lo liat gak waktu utu Indri keliatan banget dianya juga dah berpwngalaman mabok terus sama cocok..." Kata Lena seketika bicara duluan dan tak memberikan Yuma bagian bicara.


"Lo yaa, gue kira oon." kata yuma.


yumamengangguk.


"Seberapa licik Saskia yang lo tahu?"


"Gue tahu banget gimana tuh Saskia Yuma Lena kalo kumpul mereka emang seumuran Miria mereka bener-bener bahaya liciknya, Lena yang keliatan ono tapi, dia kalo urusan licik bisa di janjiin." Kata Mikaila menatap seseorang yang satu Cafe dengannya..Devon Zeus dan Juno bersama Yuki.


"Gue setuju!" Kata Zeus.


"Dia korbannya.c Kata Mikaila..


"Dia pernah suka salah satu dari mereka?" Kata Juno.


Seketika semua diam melirik zeus.


"Waah.. waah!" Kata Juno.

__ADS_1


"Apaan yaa!" Kata Devon lebih kaget dari juno


__ADS_2