Anxietas

Anxietas
Tuntutan Bion


__ADS_3

Shaka yang baru keluar dari ruangan dosen menghirup udara segar yang sangat sejuk karena udara juga tak terlalu hangat dan panas.


"Kamu!" Suara itu sepertinya seorang sedang memarahi seseorang.


"Apa! Dia menamparku mah.. Liat bekasnya sampai masih ada gigi ku juga," ucap seorang lagi.


"Lihat pak dosen." Tekan mamaya Bion yang ternyata sedang melaporkan Miria.


"Ria." Kata Shaka saat tak sengaja ach menoleh ke jendela ruangan dosen Gayun dan Dosen Tiraz.


Shaka yang melangkah santai dan ingin acuh jadi tak jai karena ia melihat seseorang di dalam ruangan itu ada dari mereka yang Shaka kenal bahkan orang yang tak ada yang boleh marah dan bentak selain Shaka.


"Lihat! Punya mata gak kamu, kalo anak saya ngatain ibu kamu itu kamu harus maklumin." kata Mama Bion.


Tangan Miria terkepal begitu kuat.


Tangan kanannya di tutup tangan kirinya yang takut kepalan semakin keras kerasnya di lihat mereka dan semakin memancing amarah nya.


"Apa itu gak baik bu." Kata Dosen Gayun. Mama Bion melengos. Malas menjelaskan, pokoknya sekarang anaknya benar dan tak salah.


"Ibu liatkan berita viralnya lambe turah kampus kalo Miria itu pake jilbab buat nutupin ke munafikannya." Tambah ucapan Bion memperjelas.


Kepalan tangan Shaka sudah siap memukul wajah Bion lagi.


Bruaak...


Tendangan Shaka tanpa jeda suara lantangnya juga terdengar.


"SEKALI LAGI! DENGAN KATA TERAKHIR TADI." Semua menoleh ke pintu.


Dua Dosen wanita tadi langsung menciut menghela nafas panjangnya saling menatap bersamaan, nya mereka berdua lepas tangan


Jika singa dan penguasa paling tinggi itu jangan pernah di ganggu saran yang baik adalah menjauhi berurusan dengannya.


Dikota ini siapa yang tak kenal dengan Yanuar. Yanuar memiliki empat anak dan anak terakhirnya bersekolah di setiap yayasan yang tak pernah terlihat di kalangan atas, lalu kampus sederhana ini sudah mencetak banyak prestasinya sebagai maha siswa dengan mengunakan otak tanpa jalur jual nama baik ayahnya, juga sikap sifat baik selama berkuliah tanpa, membawa nama sang ayah!


Diulangi lagi, Shaka melakukan apapun tanpa membawa nama tenar atau nama besar keluarganya, sama sekali! Tidak pernah!

__ADS_1


Sekarang semua jajaran atas tahu siapa Miria dari kabar perkelahian Bion dan Shaka. Mereka hanya diam dan pura-pura tak ada urusan jika mereka tahu siapa Shaka dan Ria.


"Kamu siapa kamu beraninya masuk dan menyela!" Kata mamanya Bion yang memang tak pernah tahu siapa dan bagaimana wajah putra terakhir Yanuar.


Bion menciut takut, badannya gemetar kaget berusaha berani didekat ibunya, Shaka lihat ekspresi Bion pucat.


"Saya Shaka, jangan sangkutkan ini dengan dari mana saya asal." Tekannya membuat Mama Bion diam.


"Saya juga sudah bertanggung jawab dengan membayar semua pengobatan dan juga mulut putra anda yang menghina seorang wanita." Lurus menatap Bion dengan tatapan bengisnya.


"Jangan tatap putraku seperti itu, Kamu?" Beralih menunjuk Ria yang diam sejak tadi setelah memperingati mata Shaka.


"Saya gak suka kamu diam aja sekarang kamu minta maaf sama anak saya!" Tekannya mendekat tapi tangan Shaka menghalanginya. Mama Bion berhenti menatap tangan shaka dan wajah Shaka.


"Shaka saya gak ada urusan sama kamu, saya puya sama.." Shaka meminta Miria berdiri di belakangnya.


Menggaruk pelipisnya dan meminta kedua dosen keluar dengan tatapan matanya.


"Saya rasa salah paham anda sudah terlalu jauh, Dengar saya baik-baik dan Lo, anak Bangs*t." Mama Bion menatap tak suka ucapan Shaka mengolok-olok anak nya.


" Shaka yang udah mukul anak anda bahkan kalo shaka gak di lerai temen-temennya, gak lamaa dirawat mungkin tiada." Kata-kata Shaka membuat dada mama Bion bergemuruh marah.


Shaka menatap tajam mereka berdua. Suasana semakin panas dingin.


"Saya suaminya," ucap Shaka dengan wajah datar dan membuat Bion dan mamanya terdiam. Miria juga langsung menarik ujung jaket Shaka.


"Saya denger!" Shaka mendekat ke Bion.


"Anak anda itu nuduh istri saya yang enggak enggak, saya gak bisa tahan itu, Ibu mertua saya juga di olok-olok dengan gampang, Jadilah... wajar kalo Istri saya gak tahan emosi."


"Apa Lagi saya yang Anak ibu sendiri datengin dengan mengantarkan nyawanya, Bion jangan lupa tentang anak-anak senior yang gak akan bisa jalan normal lagi karena tulangnya gue ancurin, Beruntung temen gue nyelametin lo."


Shaka menatap raut tak suka mama Bion sekaligus menahan malu.


"Di tambah anak anda yang paling benar itu menarik jilbab istri saya didepan umum dan membuatnya sampai demam karena trauma, Lalu luka ini dan gigi itu, Semua bisa di obati di ganti dengan yang lain, lalu?" Shaka menatap Mama Bion bergantian dengan Bion yang sudah menunduk takut dengan tatapan buas Shaka.


"Shaka." bisik Ria memintanya berhenti.

__ADS_1


Shaka tak menghiraukannya.


"Luka batin dan traumanya bisa di obati atau di ganti? Jika bisa dan ada, lakukan? Anda cari dan tanggung biayanya, Bisa?" Mama Bion diam tak berkutik matanya menatap bawah kesana kemari.


"Ingat tentang pencemaran nam baik?" Shaka kembali menyentil teinganya Mama Bion.


"Dengarkan dari berbagai pihak dan satu lagi," ucapan Shaka tergantung dan mundur kebelang merangkul bahu Ria.


"Saya bisa nuntut anda dan juga perbuatan anda telah membuat istri saya luka sampai kakinya pincang." Shaka menatap Bion dengan senyuman sinisnya.


Seketika wajah mamanya Bion terangkat dan meringis tanpa malu.


"Jangan! Jangan-jangan, baik-baik, saya akui anak saya yang salah saya akan menyatakan urusan ini selesai saya akan maafkan dia dan kamu Bion?"


"Awww!" Dijewer sambil berjalan keluar ruangan.


Shaka menatap Miria dan mengusap dan menepuk bahunya.


"Ini gak masalah berat kamu bisa bilang dan telpon aku, mau dimana tempat kalo gak punya kuasa otomatis bisa nyimpen fakta ini bakalan bahaya kalo sampe diperpanjang atau orang yang buat masalah duluan gak suka kekalahan."


Shaka melangkah keluar dan mengusap kepala Ria tak terlewatkan.


Mira terdiam. Arti kata-kta shaka itu ermaksudkan kalo apapun masalahnya Shaka harus tahu dan dengar dan lihat apa yang terjadi langsung Ria yang katakan dan jelaskan, Shaka segitunya percaya dengan Miria


Tangan Miria melepaskan kepalanyya dan berjongkok menghla nafasnya.


Harinya gak baik lai kali ini. Katanya dalam hati lalu berdiri dan melangkah keluar ruangan pengaduan atau konsultasi maha siswa.


***


Nenek Shaka dari ayah Shaka.


datang kerumah tanpa adanya pemberitahuan.


Ia mau membuat kejutan untuk cucu dan putranya.


"Hallo selamat malam." Kata Miranti. Nama neneknya Shaka dari papa Yanuar adalah Miranti. Miran punya sisi yang sulit di tebak banyak yang salah sangka dan tanggap dengan apa yang beliau maksudkan.

__ADS_1


Nenek masuk dengan santainya membawa seorang yang sangat cantik dan dia terlihat ayu dengan rambut panjang bergelombang hitam dan enyuman manis menghiasi wajah manisnya, dari wajah terlihat sekali keturunan jawa nya.


__ADS_2