
Berantakannya keluarga Handoyo karena amarah Shaka mengamuk dnegan qpa yang sudahlindri lkukan bahkan hampi membunuh indri enatap ajam.
" gue bahkan gak ernak naik mobil itu gue sekali naik itu...
"gak ada penjahat suka rela mauk penjara kalo dia brsaah."
" lo dah buat pembunuhan berencana?" kata Juno dan devon mengiyakannya. Melihat kuka didahi Miria dan tamparan Shaka tak bisa diam lagi Indri cukup membuatnya lelah jangan ada lagi bisa bisa ia lepas kendali.
"Lo jangan sampe marah dan sentuh sembarangan cewek. dah nikah. " kata Juno membuat mereja agak kagum tumben sekali Juno mengingatkan tentang btasan laki laki dan perempua. Shaka menghela nafasnya.
Ia sebenarnya tak mau mencari Masalah yang lebih banyak lagi tapi, Indri keterlaluan. Ayah ibu Indri hanya bis diam di hadapan yanuar tanpa berkuti apapun Ayah indri sekarang pekerja serabutan dan ibu Indri berjualan keliling juga jualan online.
"gue mau bela diri gue.."
" gak ada yang bisa bela Indri!" kata qinan dengan kras.
"
" gue gak naik mobil itu hari itu tapi lo semua gak ada percayanya kareaaa agak tahu.."
Iya kitasemua gak tahu tapi polisi nemu sidik jari lo disana terus lo gimana bilangnya kalo lo nyetir hari kamis nabrak hari minggu gitu?" ata Devon membuat semua mentap tajam Indri, berteriak histeris lalu menangis.
"gue gak sepenuhnya salah gue gak sepenuhnya slah... Hiks.. Gue gak sepenuhnya salah... Tolong gue!" semua hanya mentap hingga pandnagan buram.
Ketik matanya akan tertutup Miria berlari berteriak memanggil Indri.
"Indri!" Shaka melihat Miria yang mau mendekat indri di tahan.
"dia pura-pura.
"kak.. Di gak pura-pura.. Pah .. Kalian semua!" miria menyentak tangan shaka tapi tak bisa sampai air matanya terlihat tertahan di kelopak mata SHaka melihatnya. Shaka melepaskannya.
"Ria.."
" mas.. Au mau nolong dia salah, di juga berjuang buat dirinya aku yakin selama ini Indri gak sepenuhnya slah ia terpaksa ini semua ulah orang tuanya, dia juga gak mungkin kasih ekspresi bingung ketakutan saat waktu yang orang klain gak tahu, dia pinter nyembunyiin rsa sakit hatinya."
"pah.." papa menoleh padaasistennya sean dan lanngsung mengangat Indri membawany masuk kedalam kamar tak lama Dokter datang dan memeriksanya. Miria harap cemas menunggunya.
__ADS_1
Ria gue gak habis pikir lo hampir mati arena dia" kata Qnan.
"kak.. Semuanya butuh kesempatan bukan sekali atau dua, aku udah dapet kesempatn emmemperbaiki diri dari Allah tapi, kenapa Indri kita larang dapet kesempatan, Indri hamil tapi, bion gak mau tnggung jawab." Miria menatap Qina lalu menjeda ucapan dan entap Shaka. Yang terlihat masih tajam tak teralihkan mentapnya.
Mereka semua berkumpul didepam kamar Indri dan kedua irang tuanya Indri sudah ada di ruangan lain duduk saling memikirkan caranya mereka lepas dari Keluarga Papa Yanuqr.
"dia mau bunuh lo dia mau..."
"iyaa dia ingin semuanya maunya dia gitu tapi, dia ngelakuin itu semua pura-pura!"
"Shaka diam aja..." Kata Qinan.
"Indri ang salah..." Kata Shaka lalu keluar dari rumah Indri Segera Miria mengikutinya pergi tapi, tiba-tiba suara berisik dan suara orang membentak terdengar.
"Kalo bukan karena anak kurang ajar Shaka anak bodoh itu gak ngacak ngacak bisnisku... kamu ngerti itu!"
"kita sepakat ngurus anak itu buat investasi hari tua dan semuanya gagal karena dia ternyata hamil dan mempertahanin anak harama itu!"
"Kamu yang bodoh karena kamu mudah lukuh.c kata Ayah indri.
"Aku... aku terus kamu salahin liat anak itu yang bodoh karena gak pake pengaman..."
shaka dan Mira saling menatap.
"Cih... untuk apa lagi kamu mengurusi hidup kamu, kamu juga anak mu itu aneh dan bodoh karena masih oatuh dengan nenek tua yang selalu mengejar kesempurnaan."
Plaak...
Miria menamparnya.
"Kata-kata om itu gak pantes nilai Eyang atau papa juga suami saya seenaknya kenapa kalian gak bercermins endiri..."
"kurang aja!" Ketika mau menparnya Shaka menangkis dan mendoronya sampai jatuh.
"yaa!"
Kalian semua itu harusnya tahu apa yanh saya lakukan itu menyadarkan anda tapi, apa istri saya mau anda apa kan...."
__ADS_1
Kemarqhan Shaka membuat semuanya terdiam dan tak berkutik bahkan setelah indri sadar beberapa jam kemudian polisi datang membawa Indri dan irang tuanya sekaligus, juga menyita rumah serta ase yang dmilikinya karena twrnyata Orang tua indri ikut terseret kasus penggelapan dana perusahan dari pemerintah pejabat kota.
" kalin semua aku benci kalian. Aku tak suka kalian!" twriak ibu Indri dengan keras saat di bawa masuk kedalam mobil polisi.
" semua yang kalian lakuakan aakan segera ada musim panen dn hasilnya kalian juga akan enikmati setidaknya bersikap baik untuk mendapatkan karma yang bai pula?"
"Miria kamu erempuan jika kamu punya perasaan baik seharusnya.." polisis segera membawanya masuk dn tak terdenga suara ibu indri juga semua berakhir disini, Shaka rasa dan melihat wajah mria yang melihat dengan edih lalu menatpnya dan segera beralih saat tepat bertatapan.
papa yang akan masuk mobil di hampii Miria." pah aku pulang sama papa aja?"
" iyaa sayan boleh naik lah" katanya dan masuk kedalm mobil dan naik lalu tiba-tiba Shaka membukapintu mobil dan mentp Miria ppa menatap Shaka.
"nak, selesaikan kesalah pahamannya ya, papa juga tak mau Shaka marah juga pada mu shaka pasti ada alasanny kenapa dia sekejm itu.. Papa harus istiahat ini sangat memlelahkan perusahaan juga sedang terancam akibat handoyo.' kata papa.
"iya pah. Papa mengangguk miria mengambil tangannya dan menciunya lalu turun mobil semua sudah pulang Miria naik mobil Shaka dan saat yang sama Juno Devon dan Qinan mereka saling menatap.
"kayanya ada yang berubah dari shaka gue gak tahu tapi,"
"Itu cumn perasaan lo aja.."kata Juno menatap inan.
"Iyaa ya udah naik dah.." kata devon.
Sebenarnya mlam itu Devon bersama zeus sedng ada acara nonton dengan teman bascamp dan saat pertengahan filem telponnya berdering.
"von bantu gue Indri pingsan gue bawa belanjaan nyokap gak bisa jugague naikin dia ke atas mottor kaisar gue?" katanya di telpon tanpa basa basi.
Devon menatap Zeus menoleh kerah nya yang kebetulan menatapnya seperti paham.
"tanya lokaasi jemput aja." kata Zeus dengan santai.
" ok lo kasih tahu tempatnya guse otw. Tany lalu tak lama Devon datang dan membawaa indri ke markas dan disana ada Olva yang kebetulan baru smpai bersama mikaila.
"loh?"
"dia keujanan pingsan." kata Bima.
"jangan bawa masuk! suruh siapa kalian bawa dia kemari." kata Shaka.
__ADS_1
"Gue.. Tanggung jawab gue kalo dia bangun dan buat onar!" kata olva membuat Shaka berbalik pergi tanpa mengatakan apapun lagi.