Anxietas

Anxietas
Olva berkorban


__ADS_3

Bantuan Olva di bayar nyawa Olva sendiri. Miria murka dengan Saskia kenapa orang seperti saskia bisa hidup dengan lama kenapa ia tidak mundur kenapa terus mbuat masalah. Miria tak mau ia mati dengan mudah jika seperti itu. Tapi, mendoakan orang cepat mati bukannya lebih salah ya.


Miria pergi dengan amarah meledak ledaknya Shaka yang baru bicara dan selesai bicara dengan dokter terkejut tak melihat Miria di kursi ruang tunggu depan ruang rawat Olva.


Sampai di penjara Miria meminta di pertemukan dengan Saskia.


"waah.. ngapa lo, kangen sama gue?" katanya menatap remeh.


"Gue muak kenapa orang kayak lo gak tobat tobat juga sih." Miria menatap baliknya remeh.


"mulut lo di jaga.. lo juga gak ada benernyaa yaa.. Lo anak buangan bapak lo, jangan kira gue gak tahu tentang lo yang gak pernah dapet kasih sayang bapak lo!" katanya.


Memukul meja sekerasnya.


"Terus masalah gue gak dapet kasih sayang bapak gue, di elo apa? Apa ada urusannya di elo? lo mau jadi emak tiri gue gitu?"


Saskia mendecih.


"Jangan pernah lo niatin hati nasehatin gue, lo lebih buruk lo aja yang memperbaiki diri."


"Gue kesini bukan mau nasehatkn lo tapi, niatnya mau buat Lo sadar terserah otak lo nanggepinnya apa, cemoohan bisa atau kata mutiara yang gak penting, terserah!"


"Pergi sana gue males natap lo!" usirnya pada Miria tapi, Miria tetap di tempat duduknya.


"gue gak akan mundur setelah Lo ngerusak semua hal yang ydah pantes jadi tempat orang bisa bahagia termasuk Lo, Gue pernah mau ada di posisi lo tapi, gue sadar sesadarnya kalo semua itu gak baik. Lo malah terjerumus!"


"Apa perduli lo Miria gue muak sama Lo!"


"Pergi lo!"

__ADS_1


"Denger gue saskia! Olva ngejalanin hidupnya gak sebaik diri lo dan Olva juga gak lagi ada di masa yang baik-baik aja, Lo harusnya sadar Olva doang yang perhatian sama lo!"


Miria bangkit menatap saskia yang menatapnya marah.


Miria tersenyum dengan wajah yang sedikit menyakitkan melihat Saskia malah menatapnya balik dan ucapan tentang kasih sayang bapaknya itu membuat Miria serasa kembali ke masa itu. Rasanya ia terlihat menahan luka yang begitu perih. Ketika sadar tatapan mata Saskia tak kalah dalam juga lukanya


"Jaga mulut mu saskia, gue dah baik karena gue gak akan ungkit masalalu lo dan gue juga dah diem selama ini tapi, Lo tetep aja gak suka dan gak terima, lo sebenernya manusia punya hati gak sih!."


" lo yang gak unya hati!." Serang balik Saskia.


" Olva hampir mati karena nyelametin lo banyak banget masalah yang lo buat tapi, Lo dengan gampngnya bernafas tanpa rasa bersalah. Gue harap lo cepetan dapet hidayah dan pintu hati lo terbuka dan nerima keadan."


Miria pergi setelah mengatakan semua yang ia tahan dengan emosi, keluar dari kantor polisi dengan wajah yang lelah menghela nafasnya dan seketika itu meliht Mikaila didepan mobilnyanya berdiri di menyampingi mobilnya.


"lo nekat datengin dia sendirian kesini lo punya keberanian juga Ri?" Mikaila menegnakan kembali kaca matanya dan tersenyum ke arah Miria yang mendekat kearahnya sambil tersenyum juga.


"Aku ngersa bersalah sama kak Olva dia gitu gara-gara aku, aku juga merasa kalo aku banyak ngerepotin dia banget dan saskia dia sama sekali gak ada rasa bersalahnya ." Mikaila membuka pintu mobilnya meminta ria masuk kedalam mobil dulu.


"Semunya memang kayak gitu dari dulu, lo baru tahu ya, gak papa ini memang sifat Saskia nanti juga dia bebas pake nama mamanya, kali ini lo dah tahu dan dulu Olva juga pernah koma beberapa bulan karena kecelakaan moil sama ibunya karena mamanya saskia juga gue yang pernah ada di posisi bantu Olva dan gak lama Yuki dan Qinan dateng mereka berdua memang penyemangat banget terus Alezer Shaka Devon Juno Bima yang laennya pokoknya mereka lah kekuatan Olva selama ini." kata Mikaila lalu menutup pintu mobil padahal sudah duduk sejak tadi.


segera pergi dari kanor polisi dengan cepat.


Di rumah sakit Alezer terlihat kacau dan frustasi.


"Ale.." menoleh dengan panggilan Juno.


" kalo bukan Olva mungkin saskia bakalan buat masalah lain. Kali ini dia buat masalah ngelibatin kita." Juno berdiri di samping Alezer yang hanya berdiri setelah dari duduk meratapi Olva yang masih terbaring di dalam ruang rawatnya.


"seharusnya gue dateng lebih cepat?" katanya.

__ADS_1


juno tak bisa bccara lagi. Alezer sudah sedekat itu dengan Olva sekarang juno harus menghindar ia tak sebanding dengan Alezer.


"Gue turut sedih kalo keadaan lo kacau begini dan Olva juga gak bakalan seneng. Ale... lo harus kuat dan makan..."


"Mama gak sua kamu kayak gini, masuk lah jaga menantu mama jangan sampe dia kenapa? " Kata Sang mama sambil melihat dan mendengar semua ucapannya Juno klo Putranya sampai tak mau minum bahkan makan apapun.


Mama Ale atau tente ningsih ini sejak tadi di dalam menunggu menantunya dan melihat perkembangan yang perlahan naik dan ia senang. Jari-jari tangan Olva juga bergerak perlahan.


" Gimana Shaka, apa saskia mengakui kesalahannya didepn istri kamu?" Pertanyaan itu keluar setelah Alezer masuk kedalam ruangan Olva.


shaka sempat melihat wajah juno yang lesu.


" enggak tante malah dia lebih parah, barusan mikaila bilang. Dan maaf Tante mungkin aku gak sampe lama, aku sama istri aku pulang duluan ya tan kasian si kembar sama kak Vina sama bibi dirumah."


" iyaa Shaka gak papa, kamu hai-hati makasih ya, nanti kalo ada apa-apa Ale nelpon kamu."


Shaka mengangguk dan berpamian mencium tangan mama Alezer. Lalu Juno Devon Bima Zeus dan lainnya yang ada disana juga pamit.


Di rumahnya Miria keluar dan mengatakan terimakasih.


"Lo gak usah mikirin Olva sama saskia lagi, biar jadi urusan alezer sekarang dan gue ada di depan lo ama si kembar kalo lo kenapa-kenapa bilang gue saat itu juga Ok!"


"Iyaa Kak Makasih dah anter gak mau lihat si kembar... Oh iya kak nanti ada acara kasih nama si kembar di suruh papa dateng ya kak Mungkin Kak Olva juga dah sehat hari tanggalnya nanti Aku kasih tahu... Mas shaka juga bakalan undang jadi aku ngundang Kak Olva kak Qinan Kak Mika sama Kak Yuki sekarang..."


"Ahhh Ya Ampun maacih ria... Gue bakalan dateng mau kado apa... ntar gue siapin mobil sport atau motor sport keluaran baru buat bocil ama buat dewasa atau mau robot atau mau baju mahal bermerek..."


Miria pusing.


"Jangan repot-repot kak."

__ADS_1


"Ih.. Riaa gue mau keponakan gue cetar membahana..."


Ya udahlah terserah kak Mika gimana, kata hati Miria memelas.


__ADS_2