
Cakra keliatan patah hati dan Bion meracuni pikirannya ketika melihat raut wajah saudaranya.
Banyak dugaan di otaknya berpikir dengan banyak fakta yang ia lihat dengar sendiri bahkan ia tahu perubahan Miria pakai jilbab pasti ada alasannya. Apa tapi, masih dengan jawaban, apa iya Shaka.
Nama itulah yang membuatnya ragu.
"Kalo kata gue lo ragu liat Miria jalan sama bibi rumah Shaka kemungkinan, pasti Shaka dah ada hubungan pasti ama Miria, lo telat," ucap Bion tiba-tiba.
Bion dan Cakra memang satu ibu tapi, sebenarnya mereka tak sedarah.
Itu kisah mereka yang gelap dan tak mau ada orang tahu, walaupun Yumi sering dekat dengan mereka Yumi pun tak paham dan tak tahu sama sekali bagimana Cakra dan Bion.
Bion dekat dengan Cakra pun pasti ada maksudnya sekarang.
"Sekarang gue tanya, maksud lo deket sama gue apa, mau duit lo?"
"Eh.. kebaca muka gue?"
"Jelas banget yon!"
"Berapa aja boleh?" Tanyanya pada Cakra yang mengeluarkan uang pecahan seratus ribu.
"Lima ratus dah, gue kalah judi nih!"
"Lo selesaiin ini permainan atau Lo gue penjarain!"
Seketika Bion tak jadi mengambil uang yang Cakra berikan diatas meja dekat rokoknya.."Kok gitu sadis lo jadi abang!"
"Gue gak sadis gue suka makan orang, abistu gue buang kelaut tengkoraknya, Lo gak bisa berhenti apa! Karena rasa penasaran lo ama permainan judi mending stop aja dan cari kerjaan, lo cuman di goblokin ama bandarnya, Tolo*l."
Bion berdecak malas.
"Nasehat mulu, lo gak cocok jadi koki jadi penceramah aja sono, panas kuping gue, asli berhenti nasehatin lo dan kejar Miria tapi, lo jangan mundur kalo tahu dia milik Shaka.."
"Maksud lo lo dah tahu?"
Bion tersenyum sambil meraih uang lima ratus ribu itu.
__ADS_1
"Mereka dah nikah gue denger sendiri dan mereka dah punya anak Lo gak curiga emang kenapa Shaka libur dan saat itu Shaka neken Mama di ruang Dosen muda itu."
"Lo ngibul, pergi sono dan pikirin apa yang gue bilang !" kata Cakra mengingatkan bion.
"Loh juga pikirin omongan gue, Gue tahu lo suka sama Miria, kalo gak ngapain Lo kaget liat bibi rumah Shaka deket sama Miria dan udah kayak hubungan lebih sekedar tamu sama asisten biasa?"
Bion melihat ekspresi Cakra berpikir.
Bion pergi dengan senyuman di bibirnya.
Esok hari saat masuk kerja, Cakra pergi keruangan Shaka dan melihat Miria disana sedang membaca buku dan sambil memangku bayi.
"Permisi Pak, saya mau kasih tahu buat tambahan menu baru yang saya buat di bawah sama mas juki?" Diam-diam melirik Miria.
Shaka tahu itu.
"Cakra.. Lo tahu kan kalo dia dah nikah sama gue?" Seketika Cakra gelagapan dengan pertanyaan Shaka.
"Eh.. eng-enggak lah, gue gak tahu gue barusan tahu, dan kapan kalian nikah gue gak tahu, gimana sih Ri?"
Miria diam menunduk malu tak bisa menjawab. Shaka bisa lihat juga jika tawa dan candaan Cakra terlihat ia kecewa .
Cakra terdiam menunduk tangannya terkepal kuat.
"Iyaa.. gue paham apa maksud lo, Gue akan berhenti tapi, izinin gue tetep bertemen sama istri lo, karena gue akan tetep bisa jaga batas aman gue, Lo bisa andelin gue kalo Bion buat masalah," jelasnya bergetar nadanya bicara.
Shaka menoleh dan berdiri menghampiri Cakra.
"Gue gak bisa percaya lo penuh tapi, gue akan coba percaya kalo lo bisa pegang omongan lo!"
"Ok thanks dan ya, tadi tambahan menu jangan lupa di proses gue sama Juki dah susah payah mikir dan nyusunnya, baca proposal yang gue kirim di imel."
Shaka mengangguk saja dan Cakra berlalu pergi tanpa menatap Miria lagi.
Di tempat lain sehabis pulang kerjanya Cakra mendaftar anggota bela diri dan ia latihan mati-matian malam ini sampai salah satu ketua anggota melihatnya merasa tak beres.
"Lo baru masuk anggota gue kenapa lo pindah anggota ?" Tanya Dominic.
__ADS_1
"Laah gue gak ada apa-apa yang bisa gue lakuin, bang Zeus kebanyakan cutinya, gue pindah anggota lo gak boleh mang nya?"
"Yaa biasa aja cuman, yang mau gue tanya adalah Lo, apa yang lagi ada lo pikirin sampe nih jam Lima subuh lo masih latihan fisik
kadang mukul samsak kayak gebukin orang, siapa gue tanya?"
"Lo marah bang kalo gue cerita!"
"Ya elah, Cakra lo ama gue dah ada berapa bulan sih, kayak baru tiga lima hari ama gue lo!"
"Ehmm Shaka bang, Gue kalah langkah ama dia, Miria dah punya anak sama dia dan gue dengan begonya sadar sekarang gue kira perubahan miria yang kalem dan berjilbab di tambah menghindari banyak cowok itu karena dia emang berubah tanpa ada sesuatu dan waktu itu gue tahu ibunya meninggal ayahnya terus adenya kecelakaan, gue bisa nyempetin jenguk dan dateng tapi, gak lama bang dan gue gak tahu kalo dia selama ini dah ada suami, Shaka orangnya... dan lo pasti tahu karena lo temennya."
Dominic menepuk dan meremas bahu keras Cakra.
"Lo yang tabah, juga Lo perlu berusaha lagi, lo emang gak bisa dapetin Miria tapi, Lo harus tahu mungkin dari kejadiaan ini Lo bakalan dapet hikmah juga lo bakalan dapet sesuatu yang berharga, Bahkan jika lo mengulangi hal yang sama berarti ada sesuatu yang kurang dan dari pada terulang mendingan lo cepet cari apa yang menurut kurang di diri lo yang buat Lo gak bisa dapetin Miria, atau mungkin ketakutan lo yang sulit ambil keputusan besar?"
Cakra terdiam menghela nafasnya.
Cakra tak bisa lagi mengelak kalo perkataan Dominic benar, ia memang sulit mengatakan kalo ia ingin seperti Shaka yang mudah ambil keputusan besar.
Tapi, kenapa harus Miria, Cakra tak bisa terima masihan tapi, ia tetap harus mundur walau gak nerima hubungan shaka dan Miria yang udah jadi suami istri dan Cakra gak bisa apa-apa.
"Gue rasa firasat lo tepat Ka?" Kata Dominic saat duduk bergabung di bascam yang baru selesai renov dan hanya ada beberapa, sedang di bescamp baru lebih ramai.
Hanya ada Dominic Alezer Arka dan Shaka yang pasti ada di sana karena itu adalah pengelola dan orang penting walau bima Juno dan beberapa lagi juga penting.
"Maksud lo?" Tanya Ale dan Arka.
"Cakra suka sama Miria?"
Iyaa Gue tahu itu waktu bibi bilang ke super market kemaren dia liat Cakra, masalahnya bibi tahu Cakra itu orang yang sering dateng kerumah buat gantiin juki, lama dia kerja ama bokap dari lulus Sma."
Semua mengangguk.
"Trus lo gak marah?" Tanya Ale datar.
"Marah. Dan balik lagi ke guenya juga, karena Gue harus tetap bisa ngendaliin diri buat sabar, orang kayak Cakra banyak dan alesannya macem-macem gue gak suka milik gue di ganggu gue suka Miria lama dan gue nunggu waktu tepat pun seakan gak percaya gue, banyak hal uang gue laluin sama dia jadi agak emosi gue."
__ADS_1
"Tenang aja Bro.. gue tahu Cakra bukan sebrengs*k yang lo bayangin, gue berani jamin!" Shaka menghela nafasnya dan pergi keluar menghirup udara sore.