
Kata peringatan untuk semua temannya ketika SMA itu, jangan cari masalah sama Shaka.
Dan saat kuliah pun sama. (JANGAN CARI MASALAH SAMA SHAKA)
Apa kata peringatan itu tak bisa mereka baca saat Juno dan Devon menjelaskannya dan membuat mereka paham dangan satu kejadian dimana Shaka di tindas kakak tingkat senior yang sok tahu dengan kehidupannya yang dulu dan kakak senior itu memnag dulu tahu ibu Shaka makannya dia yang tak terlalu tahu bersikap sok tahu tentang siapa ibu Shaka, mereka mengungkitnya dan mempermalukan nama almarhumah ibu Shaka didepan teman temannya sampai papa Shaka pusing karena mau menyalahkan Shaka juga tidak bisa karena pihak sekolah dan kampus itu tak bergerak cepat makanya Shaka turun tangan menghabisi orang yang mengganggu almarhumah ibunya.
Tidak sampai meregang nyawa hanya saja patah tangan atau masuk rumah sakit danrawat inap selama dua minggu.
Ibu Shaka itu wanita paling Ia sayang satu-satunya dan kemudian Istrinya sekarang Miria yang harus Shaka jaga karena mereka sudah berstatus menikah dan kata menikah itu bukan sekedar ijab kobul dan sudah tapi, ucapan dan sumpah didalamnya sangat besar maknanya, maka dari itu jangan mengganggu Shaka.
Mereka mengusik Miria sudah sama saja mengganggu ketenangan Shaka yang lama tak membuat kampus heboh karena ulahnya dan Dosen ataupun rektor tak berani karena Shaka benar dan mereka tak punya pembelaan bentuk apapun.
***
Miria yang terus berjalan untuk masuk kedalam kelasnya seketika itu merasakan hawa di mana dirinya di kucilkan.
Miria sebenarnya tak masalah di kucilkan karena ia sama sekali tak terlalu dekat dengan siappun di kampus ini.
"Shaka?" tanya Dosen di kelas Ria saat akan membuka kelasnya.
"Saya mau bicara sebentar sama Saskia, ada pak?" Tanya dengan sopan walau teresan seperti seumuran tapi dosen itu dengan Shaka umurnya ak beda jauh dan Saskia yang duduk didepan dengan senang hati berdiri dan mengikuti Shaka keluar dari ruangan.
Miria sempat menatap mata Shaka yang marah menatap kearahnya.
Aneh banget dari pagi, kata Liel pelan mirip bergumam.
Didepan kelasnya yang tak terlalu ramai maha siswa berlalu lalang Shaka memojokkan Saskia dan Juno juga Devon langsung mencegahnya terlalu dekat karena Shaka yang meminta temannya menjadi remnya, saat ia lupa batasan ketika marah dengan lawan jenisnya yang terlanjur membuatnya marah, emosi Shaka sangat menakutkan dan Saskia belom sadar kalo Shaka sangat marah.
"Tutup berita tentang Ria, sekaarang!"
Tuntutnya dengan nada bicara yang berat dan tataannya yang tajam.
Glek...
Loh kok Kak Shaka tahu? Saskia sangat panik. Ia menatap kelain arah berusaha mengalihkan topik atau mencari topi pembicaraan lainnya.
__ADS_1
Bagaimana bisa ada yang memberitahukannya kenapa Saskia bisa ketahuan dan ini membutanya malu. Karena yang tahu dan yang menyudutkannya adalah orang yang selama ini ia sukai.
"Kakak ngomong apasih ak-ku sama sekali gak ngerti tahu kak?" tanya nya pura-pura bodoh.
Bruaaak...
Mading di samping kepala Saskia hancur remuk karena tinju dari Shaka.
"Ngomong sekali lagi lo sok gak ngerti!" Shaka menatap wajah Saskia dengan tatapan yang membuat badan Saskia merinding dan mata saskia benar-benar takut menatap mata Shaka.
"Kak.."
"Shak.." Suara itu membuat Shaka merubah ekspresi marahnya hilang entah kemana.
***
Suara gebrakan yang keras membuat satu kelas Miria sedikit terkejut dan dosen yang mengajar di kelas Miria sangat santai karena itu hal biasa dan dosen itu tahu siapa yang baru saja membuat suara keras mengkagetkannya.
"Heh Ria.. Boleh kali lo sedikit main main sama kita!"
Miria tetap diam tapi seketika itu lemparan kertas mengarah ke Miria semua.
"Miria jangan bua jkeributan kamu itu mempermalukan nama baik kampus saja. Jika seperti itu jangan diunggah bisakan."
Deg
Rasanya sangat sesak dan Ria tak melakukan it ia benar-benar muak dengan itu semua kenapa ia harus berada di situasi ini.
Ria tahu ini pasti ulah Saskia dan apa yang udah Ria perbuat itu tak perlu sampai memuat Ria di rendahkan seperti ini.
"Huuuh Sok alim." lemaran kertas lagi membuat semua maha siswa di kelas menyoraki beberapa diam dan lebih banyak sorakan dan lemparan kertas hingga dosen menutup kelas dan tak lama kelas yang di isi matakuliah dari dosen yang memang masuk sebentar itu berakhir dan Saskia yang belum kembali di minta menyusul ujian harian besok di pertemuan selajutnya.
Yuma yang mendapat pesan dari dosen langsung mengirim pesan pasa Saskia.
Saskia merasakkan getaran di ponselnya. Saskia juga tak berani mengambil ponselnya didelam sakunya takut dengan tatapan Shaka yang bahkan ia hindari dan sampai sekarang hanya diam.
__ADS_1
Miria yang merasa kelas tak nyaman keluar kelas saja.
"Heh.. Lo!" Miria tetap membereskan bukunya dan berniat keluar kelas.
"Jal*ng!"
"Pel*c*r!"
Miria tak tahan ia menoleh dan menatap mereka semua tertawa.
"Kenapa?"
"Mau marah... yaelah... Dah bolong aja songong!" Kata salah satu maha siswa laki-laki.
"Diam kalian!" Teriak Miria.
Bukannyaerekandiam dan malah tertawa terbahak dan Miria dia di tonton aneh teman satu kelasnya yang belum keluar kelas.
Shaka menoleh ketika suara yang memanggilnya membuat emosinya hilang entah kemana.
Qinan disana.
"Ria.. gue gak bisa bantu tolong dia aja Shak!" Panik Qinan seketika itu Shaka melempar tatapan membunuhnya dan peegi berlari mengikuti Qinan.
Tinggal Devon dan Saskia.
"Jangan usik Sahka.. Lo usik Miria sama aja Lo usik Shaka." Saskia menatap Devon aneh.
"Apa maksudnya, Miria miria... dia itu cewek jelek cewek miskin upik abu!" Kata Saskia dengan kesal sampai berteriak teriak marah.
Devon tersenyum.
"Yang pastinya Lo! Jangan ganggu orang lain yang lo gak tahu di belakangnya itu siapa... Yah.. gue saranin Lo berhenti bertindak sok kuasa dengan kecantikan yang bahkan gak ada apa-apa nya di bandingin Miria."
Devon langsung berlalu pergi meninggalkan Saskia yang terduduk di lantai dengan kedua tangan terkepal.
__ADS_1
"Shaka gak bisa di ganggu... gue gak cari masalah sama Shaka tapi, sama Miria... Miriaa!"