
Setelah hari itu dimana semuanya berubah bahkan Miria harus lebih kuat menahan hati dan pikirannya juga dirinya.
Semuanya benar-benar miliki Shaka malam itu.
Miria tak bisa bilang lagi kalo Shaka boleh menikah dengan indri.
Rasanya Shaka jugalah, miliki Miria sepenuhnya.
Shaka memang baik penyayang bahkan lembut tapi, itu untuk Miria.
Malam itu Miria merasakan semuanya bahkan Miria merasakan perhatian dan cinta Shaka begitu nyata bahkan setiap sentuhan dan juga ucapan lembutnya membuat Miria semkin cinta dan semakin pelit untuk membuarkan Shaka dilirik perempuan lain.
Tapi, Miria tetaplah Miria ia memang ingin pelit dan posesif masalah Shaka dan tatapan mendamba beberapa maha siswi kampus pada Shaka.
Miria malas ribut dan malah marah, Miria ingin mencongkel mata mereka tapi, Miria malas.
Mungkin jika sudah keterlaluan Miria tak hanya akan mencongkel mungkin menyeret wanita itu atau perempuan di itu dan menghajarnya terang-terangan.
***
Setelah ujian dari Dosen Cahyono yang memang ada kelas hari ini.
Miria langsung masuk kedalam kantor Dosen untuk memberikan esai yang belum ia kumpulkan untuk Dosen Mirna.
Dari ruangan Dosen Miria pergi ke luar kampus niatnya akan mendatangi salah satu Cafe yang katanya nyaman dan ada akses wifi ngebutnya sambil mengerjakan tugas kampusnya juga.
"Denger-denger Kak Shaka dah nikah tapi, gak tahu siapa istrinya..."
"Iya sih itu dari dosen yang ngajar kita.."
"Oh Dose Indra kan, iyaa.."
"Hem.. bener Dosen indra gak nyangka kalo temen seangkatannya dah nikah dan katanya maha siswi di kampus kita."
Tiba-tiba Saskia Yuma dan Lena masuk dengan gaya sombong dan duduk tak jauh dari Miria.
"Eh-eh.. katanya akhir-akhir ini Kak Shaka sering banget dideketin sama Saskia seangkatan sama Miria anak yang sempet viral karena tiba-tiba pake jilbab itu."
Miria melirik kearah Saskia.
"Saskia lo istrinya Kak Shaka ya, Pantes sih kalian sama-sama cocok satu ganteng pendiem satu cantik dan frendly."
Miria diam saja.
"Oh.. iya kah tapi, kan gue belomm..." Lena menyenggol sikut Saskia.
"Oh itu, iyaa emang mereka nikah diem-diem." Kata Yuma menambahkan.
Yuma melirik Saskia untuk ikutin saja alur nya.
"Saskia, kita boleh gak sekali aja nitip ini ke lo, Kan lo istrinya." Kata mereka yang memang mengidolakan Shaka.
"Oh ok, boleh sini." Kata Saskia dengan senang hati menerimanya.
__ADS_1
"Apa lagi ini?" Bisik Miria pada tulisan di buku yang ia baca.
Shaka yang sekarang sibuk olah raga basket dengan teman-teman kampusnya tiba-tiba mendengar gosip dari teman-temannya nya.
Mirip dengan gosip yang Miria dengar tapi, Shaka tak menanggapinya.
"Ka? Perlu gue benerin gak?" Tanya Devon.
"Gak usah... lagian nanti mereka juga reda sendiri." Kata Shaka santai dan kembali bermain.
Qinan dan lainnya sibuk dengan aktivitasnya ya itu mengajar junior yang mau langsung belajar materi kampus sesuai jurus atau di luar jurusan tapi, menghasilkan.
Mereka juga nyaman belajar dengan keempat teman perempuan Shaka.
"Kita kalo les sama Kak Yuki sama temen-temen nya rasanya masuk di otak cepet dan nilai juga nambah terus."
"Iyaa sih karena ini juga aku gak di marahin mama sama papa lagi!"
Kata-kata mereka mengundnag senyuman malu Qinan dan teman-teman nya.
Tiba-tiba salah satunya menyinggung nama Saskia dan Shaka kalo mereka ternyata suami istri.
Mikaila hendak berdiri tapi, di tahan Olva.
"Kalian denger dari siapa?" Tanya Yuki dengan santai dan seperti ingin tahu juga tentang gosip itu.
"Oh itu loh kak, temen aku dari Cafe depan yang belom lama buka dan mereka tanya dan Kata Saskia iya, kalo mereka nikah diem-diem takut mereka jadi bahan omongan kampus, gitusih katanya."
Penjelasan yang sudah sangat jelas.
Mikaila harap sabar.
Juno yang baru saja membuka Loker dan meletakkan buku lalu mengambil ponselnya yang lain tiba-tiba temen satu kelasnya heboh.
"Jun.. Gosip baru.. Temen Lo Shaka ternyata nikah sama Saskia?"
Juno syok.
"What the...F**k!" Dengan cepat tanpa memikirkan ekspresi teman kelasnya Juno pergi ke lapangan basket yang hanya terlihat Shaka dan Devon.
"Woy... Jantan!" Asal panggil Juno.
Devon berdecak malas.
Shaka berbalik badan menoleh ke belakang duluan baru Devon.
Fahri tak lama datang berlarian lalu keempat perempuan rempong datang dengan cepat.
Mereka saling menatap.
Menurut Shaka tak ada pertanyaan lain selain, " Kok bisa gitu katanya!"
Nah kan..
__ADS_1
"Gue males bahas biarin aja lagian itu mulut manusia kita gak bisa kontrol, Miria aja santai." Kata Shaka.
Seketika itu Qinan gerah sendiri.
"Tuh anak kudu gue adonin lagi di dalem panci air panas kayaknya." Kata Qinan.
"Lah.. bukan kentang dia!" Kata Juno.
"Gue abis nonton horor hantu kentang rebus." Kata Fahri.
"Iyee Lo hantunya!" Seru Qinan ngegas.
"Shaka.. lo gak mungkin santai gini, lo gak mungkin mau liat muka Miria kusut kan, gak dapet jatah Lo!" Kata itu keluar dari Mikaila.
"Astagfirullah!" Kata Fahri dan Juno juga Devon bersamaan.
"ISTIGHFAR!" Sentak Juno.
Mikaila melengos pura-pura tak mendengarnya.
Shaka santai dan duduk di kursi podium biasa.
"Belom parah, Miria juga masa bodo lagian, kalian tahu dan paham namanya gosip di kampus ini itu gak bisa langsung di tindak kecuali, lewat jalur sebar berita kayak kejadian viral kemaren." Jelas Shaka.
"Kalo ternyata Miria kena imbasnya." Kata Devon.
"Keluarin Siska dari sini!" Suara Alezer dengan santai dan baru duduk dengan rambut basah habis mandi.
Iya memang Alezer satu kampus dengan Shaka dan Alezer juga habis main basket dengan Shaka. Tapi, Alezer lebih cepat mengganti pakaian dan mandi ia tak suka terlalu lama bau keringat.
"Ale?" Kata Devon.
"Shaka aja setuju." Kata alezer melihat Shaka menganggukkan kepalanya.
"Yaaa setuju aja.. lagii pula Kampus ini kendali penuh ada di keluarga Alezer..." Kata Shaka.
"Kendali sedikit keluarga Shaka mah." Kata Fahri membuat semuanya mengangguk paham.
Mereka tahu itu tapi, memang maha siswa kampus ini tahunya Shaka dan kelurganya yang punya Yayasan san kendali penuh padahal kan bukan gitu.
"Terus sekarang?" Kata Juno bingung.
"Yaa gue mau samperin cewek gue lah, lo pada terserah !"
"Bucin!" Dari geng Mikaila terdengar keras suara Qinan dan Mikaila.
"Bulol!" Suara Juno dan Devon membuat Shaka tersenyum tengil.
"Iri ya!" Lalu pergi begitu saja.
Juno langsung di tahan Devon.
"Loh sih playboy tapi, gak pernah nyantol lama!" Ejek Qinan.
__ADS_1
"Bener tuh!" tambah Fahri.
Juno mengumpat kebun binatang di absen semua.