Anxietas

Anxietas
Hari berkabung paling sedih


__ADS_3

miria pergi ke rumah ayahnya sendirian tana di temani shaka dan Olva jug sibuk dnegan urusannya shaka juga sudahh tahu dan terpaksa mengizinannya saat masuk kedaalam gang rumahnya semua tetangga yang melihat Miria mlai menyapa kdang melirik iri dan mulai menggosip tak baik.


"ria," sapar Liala setelah selesai menjemur pakaiannya dan mengajak ria masuk kedalam rumah dan saat masu ternya keponkan anak dari Lila dan damar langsung menyambutnya.


"ontyy.." kaa mereka. Lil mengambil bawaan Miria dan mengeluarkan ciko dengan kursi rodanya.


" ya ampun kak maaf ya, kak Lila jadi susah dan caape nguus ciko maaf ya kak biar Miria aja nanti. Lila menatap geli.


"heeh kamu itu ngomon apa sih, sama aja aku itu kakkaknya ciko jangan gitulah aku juga bukan perempuan manja tenang aja, oh iya ri, kamu mau minum apa boleh teh atau mau sirup?"


" aku air putih aja aku juga gak boleh minum terlalu bnayak minuman berwarna selain susu sama ir putih.


" ok sebentar ya." ontyy aku main sini ya,


" iya sayang."


Ciko menatap Miria dengan malu.


" maaf kak aku jadi gini tapi, aku masih bisa sekolahkan walau di rumah." miria menatap adiknya lembut.


" iya lah masa ya gak sekolah, nanti juga sembuh dan kamu juga harus nurut kta kak lila sama ayah kan sekarang ayah dan lebih baik."


Ciko menganggu saat akan berdiri Ciko mencegah kakanya, kaka mau kemana?"


ayah emag kemana kaak mau liat ayah sebentar."


Ciko melepaskannya Miria merasa bingung. Kenapa CCiko melarangnya menemui ayahnya. Malangkah ke kamar sang ayah Miria mengetuk pintu dn masuk .


Huk.. Uuk...


ayah sakit. Mendekat dan tibtiba ayah menoleh.


Kamu dateng." kata ayah. Seketika itu miria kaget dan membuka matanya.

__ADS_1


Semua orang berkumpul dn memakai pakaian hitam lalu lila sendirian.


"Ciko? Tanya nya.


Kamu lupa ria kamu pingsan waktu ayah...


"ayah! tanya bingung ayahku dimna, tanya lagi..


"ayah gak adaa dek, ayah."


Begitu sesak rasanya begitu sesih rasanya. Kenapa ayahnya pergi apa yang ia ingat kenapa ia malah tudur di kqmar lamanya sekarang.


"Shaka !" masuk dan dan mendengar Ria langsung memanggilya Shaa melihat Liladan damar.


" "ayah mana ciko mana kenapa semua pake baju item-item kenapa aku disini.


" ayah kamu mennggal jantungny tia-tiba berhenti berdetak waktu tidu yah udah gak dad saat kamu didalem kamar nya kamu lagi ngobrolkan sama ayah kamu pingsan Lila bilang kamu tidur sama ayah tapi Lila anh kenapa ayah keliatan pucet ternyata kamu pingsan di smaping ayah yang dah gak bernyawa.


" "gak gak mungkn ayah gak mungkin pergi gimana yah pergi ayah tadi masih ngomong sama aku ayha.."


Sudah semua hilang dan hilang lagi laalu apa sehrusnya tidak khwtir ini kan semuanya terjadi bagaimana tidak khawtir katakan apa yang membuatku tenang, ada tida? Tidak kan!


Semuanya lenyap harapn juga kebahagiaan siapa yang di harapkan didunia ini.


Berjung sejak awal untuk mama dan ayah lalu Ciko sekarang siapa?


"ayah... Ayah" menangis memnaggilnya berjalan keluar.


"Riaa.." shaka menahannya.


"aku mau lketemu ayah.


Aku mau lihat ayah Shaka sebentar aja." tidak tega melihatnya seperti ini Shaka membiarkannya dan menemaninya. Miria menangis di samping ayah yang sudah tak bernyawa.

__ADS_1


Setelah selesai pemakaman Shaka tak memperbolehkan Ria turun dari mobil untuk menypa damar dan untuk pulang.


" Dek, jaga kesehatan sebentar lagi kamu mau lagiran jangan sters .." damar menghampiri dan mengusap epala ria kewat jendea mobil yang terbuk. Shaka naik dan menayapa.


" hati-hati."


Shaka mengangguk.


***


Pov Miria.


Idak ada harapan yang sempurna untukku bahkan semua yang dtng padaku akan segera pergi meminta mereka selamanya di sisiku tak akan pernah isa.


Aku yang bodoh dan polos au tak tahu kalo dunia ini memang sekejam itu dan sepelit itu. Bagian apa yang hilang akan hilang dan tak akan terobati.


Mendapatkan yang terbaik setelah keburukan dan kemalangan menjadi kuat dan tetap sehat untuk bertahan sejauh ini tak begitu mudah percaya diri untuk jadi anak perempuan tengah dengan semua yang aku bisa tanpa meminta bantuan orang lain meminta agar kuat dan sabar melihat mam yang di vonis ssakit parah haus di rwat dan cuci darah setiap hari pusing dengan jatah makanan dan beras. Di hina untuk setiap hal di tetangga hanya ketika memnag mulai bisa bangkit orang bak mendekat memberi kekuatan sedikit.


Aku gak menyesal menjadi Miria anpa kasih sayang ayah yang banyak aku juga gak menyesal tanpa kasih sayang ibu yang berlebih semua cukup aku daatkan tapi, kematian mereka tak bisa au hidari. Aku paling gak berguna selama ini kak damar mengharapkan ku jadi terbaik tapi malah aku membuat mama dan ayah pergi selamanya ciko kecelakaan karen aku dan tinggal di rumah sederhana dan kuliah dengan tekat kut, aku sehaausnya membuatkan tempat tingga yang nyaman.


Aku yang salah disini ku tahu semua gak akan isa aku jaga selamanyaaku tahu dan diriku. Dan apa searang.


Ayah apa aku harus bisa menjadi miria atau aku harus melihat siapa hatiku hancur ayah kenapa ayah dulu begitu jauh dariku maama sakit dan ku sendirian bang dmar tak begitu ekat krena aku merasa asing dan takut dengan istrinya, aku takut menjaadi perusak keluarganya ayah apa aku banyak alah kenapa rasnya aku sangat menyesal.


Sakit hancur gelap kenpa ayah gak lebih lma hidup kenapa aayah pergi duluan.


Aku ga bisa sendiri selama ini aku taha hidup karena aku ingat ayah aku ingat mama dan aku ingat kata terakhir mama. Aku mau keluga yang uth aku menikah bukan ayah walinya sekarang aaku dengan haka selamanya kita mau punyaanak ayah.


**


Shaka memberian tisu.


" kamu jangan sedih terus,"

__ADS_1


"ayah ninggalin surat buat kamu sebelum kamu dteng kerumah.


__ADS_2