
Hiburan Zues dan Dominic pencarian jodoh. Poster foto Zeus dan Dominic di pasang di sosial media dan sampai juga ke akun resmi lambe turan kampus viral.
Bahka Miria juga ikut di tandai dan ada Shaka juga semua teman Shka juga jajaran dosen mereka nandain akun media sosial yang pengikutnya banya tapi, Miria yang bakan pengikutnya cuman lima orang karena gak pernah atau jarang on akun, media terlihat mengenaskan.
Tapi, maksudnya apa? Kenapa ada beginian. Miria bingung sendiri bukannya Dominic sama Zeus itu anti perempuan karena sibuk kerja.
Diruangan seminar yang kosong semua ada bakan beberpa perempuan di kampus andri.
"Ide lo gila!" ata Zeus menempeleng kepala Juno.
"Laah ini seni! Lo ahu Shaka itu bakalan pake otot dan otak jadi kelamaan mending kita pake cara random aja, ye gak!" Melirik Fahri.
Di kursi paling belakang atas Alezer Mikaila Olva menatap dengan tatapan.
Aduh pusing gue liatnya!
Mereka bukan temen gue!
Mereka buat masalah, nanti gue yang nyelesainnya! Tatapan Alezer mengatakan hal seperti itu karena memang Alezer jadi tukang pembersih rumor jelek temannya yang sama sekali gak pernah temennya lakuin.
Tapi, ini mereka malah menimbulkan masalahnya.
Olva dan Mikaila melirik Alezer yang duduk di tengah-tengah mereka berdua.
"Lo tumben gak ngamok!" Kata Mikaila.
"Gue capek main basket!" Jawabnya datar.
Olva mengangguk menikmati permen loli bulat yang semakin kecil.
"Kalo sampe Shak... Eh Ria!" Kata Mikaila terhenti ketika melihat Miria mengantri masuk.
"Mati Lo Juno!" Kata Alezer ketika melihat Miria ingin ikut masuk karena penasaran.
"Devon!" Teriakan Olva tak berpengaruh karena podium juga panggung ramai antri pendaftaran.
Mereka bisa kena omel Shaka jika Miria ikutan masuk. Miria juga kenapa iut datang kemari.
Miria sebenarnya penasaran dengan hal apa yang di lakukan Dominic dan Zeus.
" Panjang banget antriannya?" Miriabergeser seketika tersandung dn terinjak kaki nya lalu tangannya.
"Permisi.. Minggir... Minggir!" Kata Olva dengan pelan. Tapi tak ada yang menyingkir.
"WOYY! GESER MINGGIR BENTARAN ELAAH!"
Semua bergeser dan minggir Mikaila dan Olva menarik Miria untuk bangun dan berdiri lalu membawanya ke tempat aman.
" Ria ngapain lo kemari sih!" Omelnya pada Ria.
"Aku penasaran kak," jawabnya menatap Mikaila yang kesal.
__ADS_1
Olva melihat antrian dan rasa penasaran perempuan kampus ini begitu hebat.
"Emang kenapa kok pada masang iklan gitu?" Kata Miria.
"Ini karena gosip lo yang bilang Saskia sama Shaka itu suami istri dan Lo kok diem aja?" Kali ini Olva yang ngegas marah.
"Yaa gimana males juga, Lagian mereka gak terlalu bahasnya." Kata Miria santai.
"Gak terlalu gimana, Ria!" Kata Olva gemas.
"Yaa kan itu..."
Mikaila menarik membawa Miria duduk di kursi tengah melihat banyaknya yang datang ke ruangan aula seminar ini.
"Lo liat mereka itu cewek-cewek yang perduli sama hal indah menurut mata mereka dan kalo lo diem aja, Saskia makin jadi ngerebut Shaka dari Lo!"
"Aku percaya sama Shaka." Olva dan Mikaila menghela nafas mendengar ucapan Miria.
"Okeh.. Lo diem dan percaya... Berarti Lo ngasih kita wewenang buat jagain lo dari para pelakor nyebelin itu." kata Mikla menggebu.
Melihat Mikaila bersemangat Miria terkekeh.
"Makasih kak tai, jangan keterlaluan ya, karma itu ada." Mikaila tersenyum mengacungkan jempol.
Shaka yang baru saja menyelesaikan urusannya di ruangan rapat organisasi mahasiswa melihat jika banyaknya antrian masuk gedung aula seminar.
Suara dering notif membuatnya segera memeriksa apa yang masuk di ponselnya.
"Iyaa.. Lihat deh!"
"Eh katanya Saskia nikah sama Kak Shaka kok dia ikut dateng kemari sih!"
Komentar ini juga memperlihatkan Saskia Yuma dan Lena mengantri dan perhatian Shaka tidak pada foto wajah Saskia yang tersenyum tak sadar di foto melainkan gadis berjilbab hitam dengan wajah kusut dan masker hitam di dagu.
"Juno!" Geram Shaka melihat jika tautan itu miliki Juno sudah pasti anak itu membuat gara-gara.
"Woy.. woy. stop Jun!" Alezer membantu membereskkan semuanya.
"Laah napa?" Kata Juno.
"Miria dateng nanti kalo sampe Shaka tahu lo buat beginian dan Miria kenapa-kenapa waktu ngantri, Sorry gue dah bilangin lo kalo lo gak cepetan bubarin nih acara!"
Devon Zeus Dominic Juno dan Fahri melongo.
Baru kali ini Alezer bicara secara tergesah dan banyak juga kalimat yang keluar.
"Laah gak bisa lumayan mereka juga daftar dua puluh lima ribu." Kata Fahri.
Alezer mengabsen kebun binatang saat itu juga membuat Devon Juno Fahri keciep.
"Ya.." Seketika itu semua teriak histerias ketika Zeus akan bicara.
__ADS_1
"BUBAR!" Suara Shaka di mic membuat semua diam dan segera putar balik bahkan beberapamengambil uang mereka dan membuat Fahri baba belur.
Sampai ada yang sempatnya selfi dengan Devon atau Juno yang memang mereka terlihat ganteng, menurut mereka.
Setelah semua selesai. Sebagian besar maha siswi keluar aula.
"Shaka!" kata mereka panik.
Alezer melempar tumpukan kertas aneh di atas meja depan wajah Dominic.
"Lo pada mau cari masalah lagi hah," Kata Shaka.
Saat menatap biang masalah mata Shaka melihat istrinya duduk bersama dengan Mika dan Olva.
"Hay!" Melambai dengan senyumannya tapi, wajah senang Shaka berubah kusut dan berjalan tak lihat ada Devon dan Juno didepannya, main tabrak sampai Juno terhuyung belom jatuh ke lantai.
Didepannya Shaka menarik lembut dagu istrinya dan melihat debu lalu tetesan jus di jilbab ujung depan sampai tatapan matanya turun ke bawah, tangan putih istrinya, terlihat yang lecet dan merah.
"Ini kenapa?" Tanya Sha beralih mengambil tangan istrinya yang terluka dan menciumnya. Olva dan Mika diam tak berani bicara.
Aduuh mereka lupa kalo tadi Miria terinjak.
"Eh enggak papa kok ini biasa!" Malunya di lihat semua teman Shaka.
Tapi, Miria melihat wajah semua suram.
"Ehmm Kita ketempat lain yuk.. bentar lagi kan berangkat ke resto." Kata Miria mengalihkan perhatian Shaka.
"Tapi, kamu luka karena ngantri masuk terus desak-desakan?" Alezer menepuk dahinya Juno dan Devon makin ketakutan Fahri memilih diam pura-pura tak dengar.
"Iyaa gak papa ini biasa.. Yok!" Shaka menghela nafasnya dan memilih menurut pada istrinya sedangkan teman-teman nya bernafas lega.
Miria menyelamatkan mereka.
***
Malam yang dingin cuacanya kelitan mendung berawan.
Tiba-tiba hujan rintik menghalangi jarak pandang mobil lalu deras seketika.
"Hujan ya?" ucapnya sendiri pelan.
Shaka melirik bangku sampingnya.
"Cocok ini, Malam ini mau lagi boleh ya?" Miria menoleh.
"Hah! Boleh apa?" Tanyanya bingung.
Shaka mencium tangan istrinya.
"Kayak waktu itu..." Kata Shaka.
__ADS_1
Seketika itu Miria memerah malu wajahnya.