
Suami siaga waspada juga Papa mertua yang siap siaga sampai minta lima bodyduard menjaga menantunya. Semakin dekat hari kelahiran Miria smpai pusing ti hari dapat nasehat yang sama kadang beda. Jika nasehat itu makanan mungkin Miria sudah kenyang sampai pusing juga karena terus di paksa makan.
Tapi, itu semua karena mereka sayang dan khawatir.
"Jangan pernah nakal, denger kata dokter apa nak.c kata Papa denganw ajah yang sangat serius tapi, penuh kelembutan dari tatapannya.
"Shaka janga. sampe lecet awas kamu papa geser posisi kamu di gantiin cucu papa!"
"Ck.. pah, pah.. Shaka lagi, papa ini kenapa sih, papa dah tua santai santai lagi gih sana."
Papa menantang berdiri didepan Shaka.
"Apa barusan kamu bilang santai...c
"papa sedikit gak percaya kamu bisa jaga menantu sama calon cucu papa!"
"Shaka salah deh, dahs ekarang papa pulang aja lah.. miria mau tidur pah.c
Memang Shaka dan papanya ini sangat lucu jika sedang berdebat bahkan Miria hampir kelepasan tertawa karena geli.
Keduanya sama-sama saling mengkhawatirkan miria juga diri mereka juga.
kadang Miria melihat tatapan sayang papa pada Shaka tatapan Shaka yang sulit memeperlihatkan isis hati kalo ia sayang papanya tapi, ia malu di ungkapkan.
Shaka memang anak laki-laki yang baik dan perhatian juga suami yang super perhatian setelah Miria hamil pul tidak jauh beda perhatiannya dengans ebelumnya bahkan posesifnya itu lebih tinggi dan juga lengket Mjria pergi ke kamar mandi pun di tunggu walaupun Miria tak membangunkannya.
Miria harus bersyukur atau malah marah mendapatkan suami seperti ini. Agak nya Miria harus berterimakasih banyak sama Allah karena Shaka adalah hal terbaiknya.
"Syang.. kenapa kamu.. ngelamun?"
"ada yang skit kamu tahn nak, Shaka ini kamu pasti yang salah..c
"Papa jangan shaka mulu lah!"
Miria tersenyum mengusap air matanya dan wajah juga menaik ingusnya.
"Miria gak kenapa-kenapa papa, Mas shaka itu baik banget jagain aku, jangan gituin terus ya nanti Mas Shaka mutung kesel, Miria harus bujuk sampe sembuh mutungnya.c
Papa mengusap kepala Miria seketika itu melirik Shaka yang menatapnya tak suka.
"Miria anak papa menatu perempuan kesayangan papa, kenapa gak suka gak usah liatin aja beres."
Miria terkekeh lagi.
"Papa emang paling bisa aja.c Papa terkekeh.
"Biarin suami kamu ini emang gitu cemburuan banget bahkan mamanya dulu cuman papa deketin bantu masak di marah gak mau makan tiga hari, cemburuan dia."
Miria tersenyum lalu terkekh.
"Papa!"
"ok lah, sayang menatu cantik Papa, papa pulang nak, telpon papa kapanpun kalo anak nakal dan brengs*k papa ini mau sesukanya.. biar papa jait lobangnya...c
"hah!"
__ADS_1
"lobang hidungnya Nak"
Miria menatap malu Shaka apa lagi sampai memijat pelipis dan langkal hidungnya.
"Biar sekalian gak napas pake hidung.c Tersenyum jail ke putranya lalu menatu cantiknua.
Setelah pamit dan keluar ruangan Papa berbalik badan.
"Shaka.. papa gak mai-main kalo misalnya Miria kenapa-kenapa."
cIyaa pah, sahakq paham lagian shaka gak keluar dari sini kalo gak penting.c.
"iyaa lebih baik gitu, papa mau taruh tiga empat irang jaga dari dua perempuan atau tiga laki-laki pokoknya pengawal khusus buat cucu papa, mau gak mau kamu harus setuju."
Shaka menghela nafasnya.
"Ini bukan masalah yangs erius kayak waktu utu pah," kata Shaka.
"Papa gak mau kehilangan menantu kesayangan papa kayak papa lehilangan mama kamu, papa harus jaga dia. Indah sama Larine aja papa jagain waktu Zafier sama Arya keluar kota Zavina aja yang enggak karena suaminya papa tahu siapa dia sekarang dah tiada jadi Zavina papa jagain dengan bayar irang di tambah ada Juan sama Ethan, papa sayang bengt sama mereka."
"Ehm.. hubungi papa perkembangannya semua ini karena tekanan eyang dan jamu yang pernah Miria minum walau sempat di muntahin itu juga gak baik siapa tahu ada yang tertelan kita gak tahu."
"Shaka bakalan jagain dia apapun yang terjaga shaka janji sama Bang damar sama Kaka Lila apa lagi Kak Zavina juga dah siapin kata-kata jelek kalo sampe Miria kenapa-kenapa.c
Papa mengangguk.
"Hem.. ya itu bagus biar papa bilang zavina biar ngutuk kamu di lupain anak sendiri.c
"Papa..." Ucapnya sedikit kesal.
Malam yang tak terlalu gelap ada banyak bintang. Malam ini malam minggu lapangan taman hijau ramai pengunjung tidur-tidur menikmati langit bebas dan juga ada yang mendirikan tenda atau sekedar menggelar karpet dan juga selimut bantal.
Beberapa dari mereka juga ada yang mengobrol duduk makan makanan ringan yang mereka bawa.
"gue rasa lo batalin aja rencana lo buat ngegugurinnya!" Kata saskia santai.
"Pasti lo mau bilang manfaatin kehamilannya buat rencana selanjutnya.
Saskia mengedikkan bahunya.
"Yaa iyaa lah." Kata Yumi dengan suara demangatnya.
yumi meramalkan itu setelah Yuma bilang sesuatu setelah Saskia bicara.
Jika Saskia mengatakannya bererti dia sudah punya pikiran untukk sesuatu yang mau di lakukan, Yuma Ilen dan Indri juga Paulaa menatapnya.
" gue harus apa, maksudlo gue ngaku-ngaku pernah tidur sama shaka gitu dimana atau.."
"ya sessimpel itu, buat hancurin Miria sama anak yang dia kandung, seharusnya gue yang dapetin Shaka bukan Miria uda lama gue mau shaka gue berusah deket dan wakunya gue mau deket Miria hancurin rencana hgu.
" Haaah.. Anak?" tanya Yuma dan Len bingung mereka saling pandangan.
" iya Miria dah ada anak. Gue harua bat merek gak bisa sama shaka lagi. Seketika itu Yuma dan Lena saling menatap.
Apa ini rencana neh dan pembunuhan juga jika iya, apa ang lena dan yuma lakukan bersama saskia jika hanya mengerjai Ria mereka tak apa jika berencana menghabisi nyawa, tunggu Yumaa dan Lena masih waras untuk hal satu itu.
__ADS_1
" muka kalian kenapa?"
"kalian kaget?" katapaula.
"hah enggak.." kata Yuma lena menganggukinya.
Mereka berlima kembali bericara dan yuma Lena sedikit diam diam menghindari rencana buruk itu.
Alezer di ruagan fitnesnya dengan keringat mengucur ders dari gerakan pull upnya.
"Paula...." katanya sambil tersenyum seketika menyalakan musik di ponselnya menghubungkan ke aerphonenya.
"Ini akan menyenangkan...
berjalan sambil menenteng botol minum dan memakai ponselnya.
Membuka pintu ruangannya seketika itu Arya berdiri dengan wajah datar di bawah tangga dekat dengan ruangan fites Alezer.
"Loh. bang kapan dateng?"
"Ck.. buruan lo gue ada rapat nanti, Lo ada info bukan. Shaka minta lo jelasin ke gue!" Kata arya.
Alezer menganggukd an berjalan ke dapur dengan pakaian santai dan pantel panjang birudongker nya memperlihatkan tubuh Arya yang tinggis eperti model celana panjang dari jeans.
"rapat apaan bang baju kayak gitu.." kata Alezer menyerahkan sekaleng soda ringan untuk arya dan untuknya.
"Gue rapat area,"
"kira gue rapat keluarga Lu bang ini hari minggu."
Arya duduk dengan wajah malasnya.
aleser twrlihat mengeser sesuatu di layar tablet yang ia ambil didekat lemari samping kulkas.
"ini semua datanya dan gue gak nyangka kalo mereka bener-bener nekat termasuk cewek ini.. " kata Alezer menunjuk foto Saskia.
Arya mengangguk.
"Mereka mau ngusik ade ipar kesayangan ternya... Cuman handoyo dan Veredino itu keluarga yang gampang di hancurin keluarga Yanuar.
"Ok thanks infonya.. data lo gue salin di hp gue... eh mana katanya ethan lo mau ngasih di ultah.."
Ethan yang duduk diam kuping berdenging.
"Om Ale pasti lagi di tagih sama om arya!" pikirnya dengan licik.
Arya memang datang dan bertemu ethan dan saat pergi ethan bertanya akan kemana. Mengatakan arya mau ke rumah Ale Ethan memberitahu titipannya yang mau Ale berikan.
Alezer terdiam hampir tersedak minumannya.
"Eh... Bocil itu minta baby piranha, Bang!"kata Alezer.
Arya terdiam.
"Dia anaknya Zavina sekali Juan bahkan meminta anak macan hitam pada ku!"
__ADS_1
Keduanya terdiam.