Anxietas

Anxietas
Takut kecewa cari jalan keluar


__ADS_3

Katanya ombak hari ini tidak terlalu besar dan pantai jernih ini tanpa sampah pasirnya juga putih seperti gula pasir itu memang indah.


Setiap masalah lalu pergi ke pantai untuk melihat pemandangan itu mengurangi sedikit penanta masalah yang datang dan pergi meninggalkan kesan buruk dan masalah kecil.


Hanya menghilangkan penat ketika pergi kepantai.


Bukan menghilangkan masalah dan beban pikiran.


***


Shaka keluar dari mobilnya pergi saat jam kuliah Shaka selesai dan Miria juga selesai bekerja di shif pagi.


"Kita mau kemana ini sore banget?" Kata Miria. Tiba-tiba menjalankan mobilnya tanpa mau menjawab ucapan Ria.


Saat berjalan dan berhenti didepan gedung warnet dan Gym milik Shaka dan kawan-kawannya.


Semua mobil terlihat siap ada dua mobil di halaman gedung, dan mobil Shaka yang barusan saja datang.


Gedung juga sepi sekali keliatan Ria jika mereka semua ikut pergi.


"Semua ikut, Gue naik ama Olva ama Qinan di mobil pak bos!" Kata Juno memberi kejelasan siapa saja yang berangkat pada Shaka.


"Lah gue juga." Kata Arka.


Alezer naik kedalam mobil sportnya sendiri yang muat enam orang. Warna hitam dan mewah tak kalah dan mungkin sama mewahnya dengan mobil Shaka yang juga muat enam orang.


Semua berangkat walau sisanya masuk mobil Mikaila berebut.


Mikaila dengan Yuma, Dominic, Devon, Ragez dan Fahri.


Lalu Mobil Alezer di isi Bima dan Satria juga Zeus juga beberapa barang besar untuk acara makan-makan.


"Hallo Ria?" Sapa Juno dan Arka.


"Hem?" Shaka melirik dari sepion.


"Hem mamam tuh mata Shaka.. Maklum Ria jomblo segel transparan sulit di jelaskannya," Ucap Qinan asal.


Arka tak terima seketika menjambak rambut Qinan.


"IIih Sakit lo peak..." Kesal jadi berantakan rambutnya karena Arka.


Perjalanan cukup santai ngobrol ringan dan pembahasan tentang hal random sembarangan yang penting tidak keluar jalur kesopanan.


"Yeey sampe kita..." Kata Arka dan Juno seperti bocah.


"Kita kepantai?" Tanya pada Shaka menoleh kesamping.


"Iyaa.. Lagi pula seminggu sejak kejadian kacau di rumah itu kamu sering diem aku ajak kemari aja, kenapa? Kamu mau ketempat lain?"


Miria diam dan tersenyum mengangguk.


"Kalo gitu kita pesen kamar biar mereka di urus Alezer sama Mika buat kamar mereka."


"Loh kita nginep?" Tanya Arka.

__ADS_1


"Loh kok telmi sih Arka!" Kesal Qinan.


"Lah.. napa dah, kan katanya abistuh pulang!" Kata Arka bingung dan tak menjelaskan rapat liburan kemarin.


"Kita Nginep pulang besok sore!" Jelas Juno.


Tak...


Sekaligus sentilan didahi dari Juno.


"Woy Pedes!" Kata Arka.


"Kita parkirnya jadi sebaris aja," ucap Juno diangguki Shaka.


Juno turun bersamaan Zeus yang juga ikut turun. Mereka berdua mencari tempat dan ketemu tempat dekat dengan atap lebar. Juno mulai tugasnya.


"Woylah, ampuh juga Juno!" Kata Satria.


"Iyaa dia kang parkir bisa kang tambal ban mobil bisa kang rusuh juga bisa!" Kata Ragez dan Devon heboh.


"Hihi Iya bener tuh!" Seru Mereka.


Yuma terkekeh saja.


"Dari pada lo semua Kang tidur kang makan kang jualan." Mika menimpali.


"Kita bukan sembarang jualan kita juga punya perusahan gede tapi dalam bentuk kepemilikan sedikit."


"Weeeh... Pa bos mulai membela, teraktir gue yak!" seru Devon.


"Sombong yang sahamnya untung mulu." Kata Yuki sambil terkekeh geli.


"Karena baru buka diskon buat kalian api peromosiin ya! Kata Qinan memang hotel dekat pantai ini salah satu bisnis sepupunya dan Qinan di minta mempromosikannya lewat sosial media yang ramai pengikut, berhubung kebetulan teman-temannya main jadi diskon dan mereka harus bantu promosi tempat.


"Ria sedikit takut medengar kata hotel. Qinan yang melihat ekspresi Miria ketakutan medekat.


"Tenang aja ini udah ada aturannya di larang bawa pasangan yang bukan suami istri ataupun yag nikah sirih. Jadi harus sesuai hukum dan malah kebanyakan yang nyewa anak-anak sekolah study tour."


Ria tersenyum mengangguk.


Miria makan ikan bakar di pantai bersama olva Mikaila Qinan dan Yuki.


Zeus dan Alezer berselancar lalu Juno Fahri Devon Arka menyewa speed bot.


Shaka Bima Ragez duduk mengobrol diatas pasir pantai sambil menikmati pemandangan.


Satria dan Dominic membakar ikan dengan alat panggang yang mereka bawa.


Ikannya pesan di Resto dan juga dagingnya mereka pesan lauk mentah untuk di bakar dan minuman tentunya mereka pesan jadi.


Pemandangan yang sejuk indah dan tak terlalu ramai juga segar.


"Ria.. kita dukung lo buat bulan madu sama Shaka hari ini, Semoga Lo berhasil ya... jangan Lupa Lo harus berdoa sama sholat sebelum ngelakuinnya." Kata Olva menyemangatinya.


Mikaila mengangguk membenarkan.

__ADS_1


"Iya.. Kalo pun hari ini lo unboxing belom jadi gak masalah, gue bisa bantu lo ngitung masasubur lo biar langsung top cer." Kata Qinan bernar-benar membuat Ria semakin malu.


"Kak.. Kalian pada tahu?"


Semuanya mengangguk.


"Mas Shaka cerita ya?" Kata Miria bertanya takut salah.


"Iya," jawab Qinan santai diangguki yang lainnya.


"Kita tahu Lo pasti gak nyaman sama eyang nya shaka maka dari itulah kita punya ide ini kemaren dan shaka bingung benernya." Kata Yuki menghentikan ucapannya.


"Bingung kenapa bingung?"


Olva mendekatkan wajahnya ke telinga samping Ria.


"Takut Lo benci sama dia dan lo marah dan ya lo jadi gak suka dan benci gitu." jelas Olva.


"Oh.. gitu..."


"Ehmm kayaknya aku mau jalan-jalan kesana deh.." Olva Qinan mengangguki dan Mikaila mengangkat tangan artinya hati-hati. Yuki tersenyum sambil menyedot es jeruknya.


Miria berjalan mencuci tangannya dan pergi berjalan di pinggir lantai dengan sandal jepitnya.


Gamis hitamnya berkibar terkena angin pantai.


Ketika Shaka sibuk ngobrol tiba-tiba tatapan matanya menoleh kearah Miria ia ingin menghampirinya tapi, dadanya berdebar takut salah langkah.


"Shaka lo yakin mau anu an sama bini lo sekarang" Tanya Bima.


" Gue rasa lu harus banyakin komunikasi ama dia deh, Miria itu tekanannya kuat banget dia itu perempuan tahan banting banget di luar tapi didalenya serpihan kaca doang."


"Bener kata Ragez tumben bijak hari ini?" ledek Bima. Ragez menyikut Bima.


"Gue benernya gak mau tapi, gue yakin empat mak lampir mulut lemes dah keceplosan. Ragez dan Bima bingung.


"Hah keceplosan?" Kata mereka bersamaan.


"Iyaa lo liat Miria jalan sendirian kalo bukan mereka berempat kasih tahu rencana ini siapa lagi?"


Ragez dan Bima langsung syok kesal.


Keduanya langsung mendekati meja Mika dan lainnya.


Shaka berdiri menghampiri Miria.


***


Miria merasa apa yang ia akan lakukan nanti entah, salah atau benar?


Sama sekali tak berpikir kalo syarat itu ada.


Apa lebih baiknya kalo Miria bisa minta shaka nikahin Indri aja jadi walaupun Shaka meminta sudahan dengan nya ia tak akan sedih.


"Aku harus bilang kalo lebih baik Shaka nikahin indri aja."

__ADS_1


"Gak akan!"


"Hah!"


__ADS_2