
Indri mengamuk dan menjambak Ria sampai jatuh dan pendarahan di keplanya membentur bagian keras di ruangan itu.
"kenapa lo selalu ambil kesempatan gue sih gue cuman mau bahagia." kAta indri dengan wajah yang sangat kesal Miria berdiri lagi dan merasakan dahinya dan sesuatu menglir.
"miria!" teriak Qinan melihat dahi Miria berdarah.
"Qinana kenapa lo milih bela dia gue temen lo!'sesaat Qinan meng hela nfasnya.
"gue lebih ngeship Miria sama Shaka di bandingin sama lo, penghianant dan muka dua manipulatip dan pemain yang berbahaya, lo taoxic.'
Indri berteriak ditempa umum.
" kalian berdua sama aja.
Indri melihat fas bung kaca yang besar memecahkannya san engambil pecahan dn menggoresnya di tangannya dengn miiring dan mengeluarkan darah bngak.
"tolong saya di paksa sama perempuan itu buat bunuh diri dan dia juga dorong perempuan yang oake jilbab itu...
satpam datang dan menyeret Qinan.
Di kantor polisi qinan di penjara.
Miria terus mengatakan kalo Qinana gak bersalah.
Lo diem aja kenapa sih!" kata Indri.
"Lo yang diem kak, gue dah sabar ya lo caci maki bahkan Mau lo bunuh lo bilang lo diancem dan lo bilang gue gila!"
Lo yang gila!" Kata Indri.
Tak lama Mikaila datang bersama Zafier dan Alezer.
"Kalian berdua?" Alezer sempat bingung. Seketika utu Zafier menarik Miria.
cKamu gak papa dek.. dahi kamu kenapa kok kalian.. tunggu, Lo?"
Zafier minta Miria bersama Mikaila.
pengacaranya yang berdiri di belakang Alezer menatap zafier yang menatapnya.
"kamu bebasin temennya!" Pengacara itu mengangguk.
Alezer mencengkrang tangan Indri.
"lo bego atau gila sih salah satu aja biar keliattan normal dan waras lo gila duit... shaka dah ada keluarga dah ada istri kenapa lo gak bisa diem sih... lo dah masuk penjara... kenapa Lo bisa keluar hah gue tanya?" kata Mikaila bar bar
Indri menarik tangannya.
__ADS_1
cApaan sih sakit tangan gue!" Kata indri menarik tangan yang di cengkram.
Tak.lama pengacara datang bersma dengan qinan
Penyebabnya masalah sepele hanya karena makanan.
"Apa yang lo butuhin dari adek ipar gue Jal*ng. bebtakan Zafier langsung menekan mental Indri rasnaya indri kalah dengan Zafier.
"Cih ipar, posisi itu harusnya hue bukan Li In.. Liat lo gue bakalan buat lo lebih celaka...
ucapan indri berusaha berani.
"Lo kemarin mau bunuh indri pake acara tabrak lari kan lo, kenapa sekarang lo nyeret Qinan segala lo mau gue apain ,sembelih jadi kambing guling!" Kata Mika
beberapa polisi menoleh dan memperhatikan.
"dah kalian jangan berantem disini Indri kamu lebih baik menajuh dari saskia saya kasih kamu pilihan sekarang, Karena kalo sampe kamu masih ada deket sakia saya gak tahu lagi kamu bakalan di apain sama Shaka."
Indri pergi dengan kesa.
Di rumah Shaka yang asing mengobrol dengan Olva dan zavina juga istrinya Zafier kedatangan Qinan Zafier dan Mikaila bersama Miria.
"Kamu kenapalagi hem?" tanya Shaka saat dari pintu masuk sampai miria mencium tangan shaka tatapan Shaka tak teralihkan dari wajah dan kuka pelester.
"Indri nyerang dia di mall drama gue masuk kantor polisi sempet di penjara.c
"Bener bener..."
Semua langsung mengarah ke ruang tamu, kecuali Miria shaka dan tiga bayinya bersama bibi dan zavina .
Hari hari berlalu kini Miria sudah lumayan kembali ke aktivitas normal hanya pergi ke kampus pulang langsung mengurus si kembar dan miria juga sudah keluar dari kerjaannya.
Cakra yang melihat Miria berjalan keluar dari toko makanan manis menghampirianya sebelum naik taksi.
"Ri!" Panggilnya
"Lo kok kekuar dari kerjaan kenapa dah, gue yaa atau lo mau nikah atau lo nemu kerjaan baru?" tanya Cakra penasaran.
"gue gak mau kerja di situ lagi gue dah ada kerjaan lain dan lebih sibuk, Ehm.. gue duluan ya kasian nunggu taksinya." Cakra mengangguk.
Melambai saat miria pergi didalam toko bolu sebelah makanananis indri di sana menatap cakra dan miria.
"Kenapa dia selalu dapet perhatian banyak sih, apa orang-orang itu buta kalo miria itu gak pantes buat di jadiin pusat perhatian mereka, dasar caper!"
Sampai didepan gerbang Miria langsung masuk ke gerbang kecil tapi, tertarik dan berbalik menjatuhkan tas dan belanjaannga.
Plaak...
__ADS_1
Tamparan nya begitu keras.
"Sok banget ya lo dah ambil semua kebahagian gue bahkan lo dah bisa Lo jadi nyonya rumah ini, Awalnya gue seneng liat lo sapa tahu jadi temen ternyata lo dah ancurin rencana yang bahkan buat gue ama shaka...."
"Nikah? Apaa kalian mau nikah?"
Miria membentak lebih keras indri seketika mengepalkan ekdua tangannya.
"Lo takut?" Kata Indri dengan wajah liciknya.
"Enggak! Sama sekali gue gak takut sama semua yang lo lakuin, Gue udah ada anak dan Shaka suami gue kalo shaka udah bilang di gak mau ya gak mau di bilang suka dan setuju gue persilakan tapi, asal lo tahu!" Menujuk bahu kanan Indri sampai terhuyung kesamping.
Indri menepis seperti ada debu kotor.
"Kalo lo sama shaka tunangan kemaren itu karena Gue.. selama ini gue diem itu karena gue masih hamil anak shaka selama ini gue diem karena kalian gak penting dan sekarang kayaknya Lo perlu ketegasan gue!"
Miria terlihat menatap tajam.
Bibi dan Zavina yang masih menggunakan pakaian kerja keluar dan ingin melerai.
"Kalo bukan gue shaka gak mau dan ternyata shaka menyiyakannya dan ternyata sengaja Shaka nerima karena buat ngusir lo biar eyang gak terus terusan jodohin lo sama Shaka dan yaa apa yang terjadi Alezer bantu dan Lo salah banget!(
"Stop!"
"Bwrhenti gue bilang... Gue gak salah yang salah mereka Gue cuman ngelakuin apa yang menurut gue bener Gue tahu gue salahs ama Shaka, gue ngerti tapi, gue gak salah semuanya... Gue gak salah Ria!"
Ria terdiam kaku.
zavina meminta Bibi menarik Miria.
"Indri.. lebih baik Pulang !"
Indri menatap benci.
Zavina berbalik pergi.
Seketika tangannya tertahan tangan indri menariknya.
"kak...c
"Lo yang salah, Lo harusnya pinter milih temen dan lo harusnya bisa tegas sama keadaan lo." Zavina melepaskannya dan masuk bersama Miria dan bibi.
Masa lalu Indri memang buruk semua perlakuannya ke shaka selama ini salah ia sadar sejak beberapa hari lalu dania ingin membenahi semuanya dan apa di berian kesempatan? Ternyata tidak semudah itu manusia yang htinya terluk memaafkannya dengan mudah.
Jika sepertini memang terlihat salah hanya indri saja.
Hujan dras di bawah halte indri duduk dengan baju sedikit basah sebelum hujan deras ia sudah sampai duluan di halte.
__ADS_1
" lo indri?" Bima tak sengaja berteduh karena mampir ke mini markkket sebelum pulang kerumah. Melihat perempuan yang ia kenal peremuan itu terlihat berisi.
"bim..." Indri jatuh pingsan dengan cepat Bima menahannya dn menelpon seseorang.