Anxietas

Anxietas
Hampir kecelakan


__ADS_3

setelh dua bulan di rumah istirahat Shaka tak memperbolehkan miria keluar rumah dan tetap di area rumah tapi ia mendengar sura tukang sayur ia keluar diantar bibi ia ingin melihat sayyuran apa aja yang di jual udah lama ia tak melihat tukang sayur semenjak menikah dengan Shaka Miria sama sekali tak pernah masuk pasar yang becek dan bau berbagai macam bau dan tak melihat tukang sayur keliling yang biasa lewat didepan rumahnya walupun didepan rumah saka ada yang lewat tetap saja ia tak bs belanja arena bibi yang mengurus kebutuhan dapur.


Saat akan mendekat dan memilih tiba- sebuah mobil dai arah kanan Miria melaju dengan kencang dan mepet.


"Hampir di tabrak" shak dtang tept waktu. Ibu-ibu yang ada di situ melihat Miria dan melihat engemudi itu tak berenti di tempatnya sama sekali.


" sableng juga tuh orang kata ibu rt.


"kamu gak papa neng.." ata iu tukang sayurnya." iya bu gak papa," jawab miria dengn sopan.


"Kamu gak papa?" tanya Shaka.


Zavina yang baru saja selesai rapat dengan koleganya tiba-tiba merasakan ponselnya berseringd an melihat Shaka menelponnya.


"Iya.. kakak pulang ini udah selesai.c


"Oh yaa puspa kamu urus sisanya seperti biasaanya minta pak Jerom buat meriksa ulang semua hasil kerjanya dan langsung kirim ke saya lewat syrel pribadi jangan surel biasanya, inj penting kamu jangan ceriboh."


cbaik bu."


Zavina dengan langkah tegasnya pergi melangkah ke lobo dan mobil baru saja sampai di siapkan satpam dengan cepat naik dan duduk sambil memasang sabuk pengaman wajah zavina tak terlihat baik Puspa dan pak jerom terlihat tertekan begitu oula dengan satpam yang memberikan kunci.


"Bu zavina emang sebegitu berkarismanya juga serem banget kalo tanpa ekspresi ramahnya...c


cbisa jadi ada masalah mendadak!" kata Puspa mengatakan oada Pak Jerom.


Memang zavina terkenal tegas galak kadang ramah jika hasil kerja karyawannya baik dan juga tepat waktu disiplin namun jangan ragukan kalo ia sedang marah dan tak bisa di toleransi lagi keputusannya.


saat di perjalann Zavina menelpon guru sekolah ethan dan Juan.


"Mohon kerja samanya ya bu saya minta anak-anak saya di jaga sampai ada yang jemput, buat sekarang saya belom bisa jemput.c


Di sekolah guru wali kelas Juan dan ethan mengangguk.


"Baik Bu.. saya akan sampaikan pada kepela sekolahd an satpam seperti biasa jika anda telat.c


Setelahs elesai kecepatan Zavina di tambah.


Di situasi ini Zavina tak bisa tinggal diam ia merasa semua amans ejauh inj ternyata salah ternyata tenang bukan berarti baik-baik saja.


Shaka membawa Miria masuk kedalam rumah dan membantunya tenang.

__ADS_1


Dengan wajah sedikit panik yang berusaha ia sembunyikan.


"Kamu ngapain keluar hah!"


Membentak tak sadar.


Miria tertunduk takut ia mulai takut dengan wajah marah Shaka yang belom pernah ia lihat sebelumnya walaupun Shaka pernah marah tapi, kali inj lebih seram.


"Maaf...c


"Maaf itu gak cukup Ria, kamu bisa kenapa-kenapa tadi kalo aku gak sempet dateng. Kamu gak akan liat si kembar san aku lagi dan kita berempat juga gak bosa sama kamu lagi."


Makin menunduk takut.


"Kamu sekali aja mikirin aku dan si kembar kenapa aku larang kamu karena aku dah ada alasannya... berhenti keras kepala."


Shaka melangkah pergi keluar meninggalkan Miria sendirian.


Menelpon kakaknya dan tak lama mobil Zavina masuk dan turun memberikan kunci biar satpam yang parkirkan.


"Shaka.. handoyo penyebab semuanya?" Mengatakan dengan santai.


Shaka mengerutkan dahinya.


" Temen lo Alezer bilang, Saskia penyebabnya dan dia dah lakuin semuanya sejak awal dari mulai Indri yang di jodohin sama Lo dan ternyata indri sebelumnya di penjara karena kasusu penipuan tante ningsih mamanya Alezer. Dia di bebasin saskia temen seangkatan Miria."


" dia yang udah siapin semuanya seolah Indri sama paula yang salah dan Alezer juga dah buat pencarian Saskia sebelum dia ada niatan pindah tempat atau kota, dan Lo gak boleh salah tangkep indri cuman umpan..."


"Bener berarti curiga ku, karena keluarga Ale sama keluarga Saskia gak begitu akur tapi, Kalo soal level mereka hampir sama tentang hukum, Gak nyangka Saskia bertindaks ejauh itu."


Tebakan shaka tepat.


"Loh kok kayaknya paham banget."


"Dari awal kak Miria aku bujuk nikah dan itu terus dapet perhatian saskia, ku pikir dia gak terlalu berambisi cemburunya ya kayak gak terlalu jauh tindakannya dan masa bodo juga menurutku tatapan matanya, eh ternyata dia lebih serem juga..."


"Tapi, Olva gak tahu ini..." Kata zavina tiba-tiba.


cKalo olva tahu dari awal saskia yang ngelakuin ini dia gak bakalan diem aja dia bakalan lindungin Miria Lo tahukan olva siapanya sakia dan apanya perusahaan Satria raja?"


cIyaa.."

__ADS_1


Olva yang sibuk dengan rapat ya ng segera berakhir tiba-tiba Mikaila dan asistennya datang setelah penurupan.


"Permisi!" Kata Mikaila.


dengan cepat semuanya terburu-buru keluar.


"Punya temen kerja gak sesuai jurusan tapi, aslinya kayak karena penerus bisnis orang tua!" Oceh Mikaila lalu duduk di kursi Olva yang baru saja bangkut dan dia geser.


cApaan!"


cCk.. galaknya Olva.. Yuk ngebakso dah urusanlo kasih asisten gue aja, Alezer mau ketemu sama Lo dan ya, ada yang lain juga Lo gue susul mau gue kasih tahu sesuaty..."


Olva mengerutkan dahinya.


cSesuatu apaan."


Di dalam mobilnya sekarang.


"Maaf sebelumnya Ol.. Gue gak mau lo pusing ama tingkah keluarga sambung lo tapi, Gue harus jujur sama lo biar lo gak marah sama Kita."


Mikaila mulai menceritakan tetantang kehamilan Miria yang melemah di rawat di rumah skait beberapa minggu sebelum melahirkan dan kedatangan indri mengaku hamil anak shaka lalu. Kecelakaan dan itu baru terjadi seminggu kemarin dan Olva sejak saat itu tak ada di jakrta ia ada di palembang.


"Terus.. Lo mau ngomong kalo lo gak langsung gue marah ya!"


"Ck... Olva.. my bestii... Semua ulah itu tahugak itu ulah saskia...c


Seketika Olva mengerem mendadak.


Olva yang menyetir mobil Mikaila dan pemilik mobil duduk disampinya.


Mengumpat sekaligus menginjak rem.


Menepikan mobilnya segera dan melepas sabuk pengamannya.


Suhu ac di besarkan.


"Terus ngapain lagi anak itu, Gue capek Mika... anak itus elalu aja buat masalah dan gue harus selesainnya karena mamanya yang ngatur gue."


"Shaka sama alezer bertindak Kak Zavina ada sama merek hampir miria mati dan kembar tiga gak punya ibu."


"Gue tahu ini sebenernya kesepakatan kita gak boleh kasih tahu lo tapi, Gue dah izin sama Shaka karena Mau gimana pun kalian masih satu ayah."

__ADS_1


"Gue gak bisa diem aja kayak ginj..."


cEeeh... jangan jangan nekat dong lo, Kita harus punya rencana masalahnya dia mau ngebunuh miria sama empat anaknya takut makin nekat, lo yang sabar dulu oke.."


__ADS_2