
Saski dalanh semuanya hay bisa tersenyum senag melihat uindri masuk penjara dan di hukum seberat beratnya.
Bahkan sekarang Miria yang melihat kalo wajah Saskia terlihat mencurigakan. Shak merasa ikaaa Saskia akan mengatur rencana baru lagi ia hars elangkah lebih awal didepan Saskia seelum anak dan istrinya dalam bhaya.
"kalian juga ke Mall." kata Miria saat selesai dengan pengadilan yang Indri jalankan.
"mua lo gak bisa biasa aja Ri?" sambil tersenyum menatap Shaka dan Ria seolah sedang bercanda.
" Lo gak usah dateng, lo cuman benalu yang cari keuntungngan Buat hidup bai dan sehat. Ngaku lo!"
Saskia kesl, terseyum dengan manis memperlihakan kalo ia tersindir fdan sedikit sedih.
" Air mata tipun, Kia gue sama lo it dah gak ada hubungan yang bisa di jadiin kata temen karena o selalu marah saa gue, sekarang kalo o beraani jngan ngajak orang lain Gue berani sama lo,"
" ria..ria gue cuman tanya kalia bakalan ke mall juga ge tanya itu tapi, omongan lo banyak! Berisik." meliri shaka Miria menari tangan saskia sebelum mendekat ke Shaka dan mulai menggodanya. Shaka yang langsung menyingkir ketika ponslenya bergetar. Shaka terpaksa menjauh sedikit sambil mengamati Miria dan Saskia dari tempatnya berdiri.
" gue gak suka lgi siapun ambil milik gue ecuali, Allah sendiri karena dari awl Di yang punya, lo bukan siapa-siapa.
"Lo! Kata Saskia dengan marah menunjuk wajah Miria.
Shaka yang melihat dari kejauhan tak mau mendekat memmilih memantau sambil mendengarkan orang sebrang telponnya bicara.
"Lo gak bakalan bis dapetin Shaka setelah Shaka tahu siapa ibu lo dan gimana lo sam apacar lo yang dulu, pela*ur." Ancam Saskia dengan tegas dan marah.
Plakkk
Tanyqnya terangkat refleks Shaka bahkan santai melihatnya.
"Jangan sebut gue seolah lo bukan barang murhan juga, lo sadar diri lo makebrang haram tapi, lo selalu bilang gue dan gue, lo tahu gue gak mau saat itu tapi, demi mama gue gue lakuin, sekarang mamague gak ada gak masalah kalo gue buka mulut."
__ADS_1
Ketika akan mengangkat tangannya menampar Miria dengan cepat Miria menangkisnya menahannya.
"Gue gak mau lo ungkit masalah itu karena sekarang ibu dan ayah gue baik baik aja, jangan sampe lo rusak kebahagian gue!"
"rusak lo bilang, lo yang aneh Saskia Kalo cucu tangan yang bersih, noda lo masih bisa gue tahu.
" gue gak lemah gue cuman sengaj karena suami gue dalah kepala keluarga dan maalah kalo di limphin satu rang itu gak akn baik, lebih baik samaa sama."
"Lo nyuruh mereka semua kerja buat lo demi gue menyingkir dari Shaka... Lo inget ya..." mendekat maju seketika Saskia mundur perlahan kebelakang sua langkah.
miria mendekat dan menempelkan wajahnya yang bicara di samping wajah saskia.
"Hati-hati sama tindakan lo atau gue buka mulut tentang usaha haram lo dan ya, Nama baik keluarga lo bakalan tercoreng!"
"Miria.. lo gak bisa diatas gue, Lo lemah lo sama sekali gak bisa nandingin gue."
"Gue harap lo paham, Olva udah tahu semuanya dan Lo bakalan hancur kalo sampe lo salah langkah bokap nyokap belom tahu.. kata Shaka ikut bicara tiba-tiba.
Di ruangan kunjungan tahana Miria dan shaka datang lagi di tiga hari kemudian.
"Makasih kalian mau dateng." Shaka langsung berdiri dan pergi ke meja lain Miria berdua dengan Indria.
Setelah shaka menjauh indri memegang tangan Miria perlahan dan mengusapnya.
"Maaf Ria... Gue salah gue minta maaf gue gak akan lakuin itu lagi, setidaknya penjara ini aman dan gue bakalan baik baik aja disini makasih ya, gue sama anak gue juga harus sehat-sehat disini."
Sedih sekali rasanya.
Miria tersenyum mengangguk sedikit mengusap air matanya sebelum kekuar semuanya.
__ADS_1
"gue boleh kasih pesan gak buat lo kalo misalnya gue gak bertahan lama..." ucapan Indri terdengar membuat Miria sedikit ketakutan.
"Iyaa apa..."
Setelah Masalah indri selesai dan Indri di tahan dengan keringan hukuman penjara di persempit.
Miria sibuk dengan kembar tiga.
"Anak mama... Mau susu sayang..." katanya.
"Kalian sama Papa sebentar ok.." kata miria lagi.
Shaka melihat ketiganya di beris susu jetika lapar secara bergantian beruntung air susu melimpah jadi ketiganya tetap kenyang bahkan sampai sisa dan Miria sering memompanya jaga-jaga takut di waktu tertentu tak keluar sama sekali.
saskia di rumahnya duduk menatap buku-buku di mejanya dengan wajah yang kesal.
"mereka gak boleh tahu siapa yang udah lakuin semua itu gue harus pergi ya.. harus...c saskia melangkah keluar jendela sambil membawa tasnya dan melompatdengan bantuan tali yang ia buat dari selimut dan seprai. Sampai di halaman segera berlari dan lewat pintu pagar kecil di belakang dan memasuki pemukiman oadat ketika melihat gang sempit.
saskia harus pindah kota.
Berhenti di hal te bus.
Tak sadar Bima disana dia bersiri dengan jaket hujai army dan topi hitam juga kaca mata bening.
Ikut naik bus saat Saskia naik.
Zaes yang melihat dari mobilnya tulisan jurusan kemana bus itu langsung pergi mengikuti bus itu dengan Juno srbagai sopirnya.
Saat yang sama seorang lelaki mendorong bima dan mengajak keributan. Saskia menoleh dan melihat wajah Bima tak asing tiba-tiba ia teringat kalo bima salah satu teman Shaka.
__ADS_1
Di bandara sekarang Olva duduk diam dengan tiket