Anxietas

Anxietas
Perubahan awalnya


__ADS_3

Orang bilang berubah baik dan menurut ke orang yang kita cintai itu kelihatan menyenangkan dan terasa senang menjalaninya karena sepenuh hati.


Namun, mereka gak tahu kalo Ria memikirkan segalanya tentang perubahn awalnya dan semoga ini awal baru dan baik untuknya.


Salahkah ia menggunakan penutup rambut kepala dan leher juga dagu dengan kerudung ini ketika akan menikah dan menjadi istri orang lain.


Harusnya dari awal saja ia menggunakannya. Ria benar-benar takut salah.


Masuk ke kampus seperti biasa tapi menggunakan hijup dan juga bajunya yang berubah sedikit menggunakan rok biasanya Ria menggunakan celana panjang yang seperti kulot dengan kantong di samping. Sekarang berganti rok dan bajunya tetap kaos panjang atau kadang sweeter harian panjang agak kebesaran.


"Cantik banget mahasiswa baru ya." Banyak yang tidak tahu tentang Miria karena Miria mahasiswa yang lebih mementingkan belajar dari pada kepopuleran di kampus.


"Waaah! Asli manis banget dah tu cewek... anak mana kok bisa kemarin gak ada dia deh kayaknya, kayaknya dia yang buat tuh cowok-cowok heran ke dia." Kata Yuma salah satu teman Saskia.


Saskia tak suka jika kepopulerannya di kampus ini di rebut dan cewek hijap itu beneran gak asing dari awal ngelewatin sampe masuk kedalam kelasyang Saskia dan temannya ikuti masuk kedalam.


"Ok semuanya selamat pagi." Sapa dosen yang mengajar di kelas Miria hari ini dan Saskia Yuma Ilena masuk kedalam kelas yang sama dengan Miria.


"Miria??" Kata Saskia geram ia sadar jika perempuan cantik berhijap itu Miria.


Yuma dan ilena yang pendengarannya cukup tajam mendengarkannya dengan baik.


Apa kata Saskia kalo perempuan cantik itu namanya Miria? Gak mungkin!


Selesai kelas pagi ini Miria akan langsung berangkat bekerja di restoran Shaka untuk adik dan ayahnya juga ibunya. Miria mau meminta Shaka ia tak enak lebih baik ia masih bekerja saja lagi pula Shaka tak melarangnya untuk tetap bekerja.


Saata akan msuk kedalam toilet untuk mencuci tangannya rsanya lengket tiba-tiba.


Saskia dan dua temannya masuk dan menutup juga yuma menjaga pintu didepan Ilena masuk bersama Saskia.


"Ria!"


"Gue tahu lo sengaja pake pakaian kekgini mau sok populer atau mau menutupi diri lo yang di cumb* sama banyak sugar daddy. Ngaku lo!"


Miria selesai mencuci tangannya dan menatap dirinya di cermin lalu melangkah pergi menganggap Miria tak mengajaknya bicara.


Seketika itu ilena menghentikan langkah Miria melewatinya dan mendorongnya mundur pelan dan Ria tersudut di meja wastafel yang panjang dan terdiri empat tempat mencuci tangan.


"Gue gak ada urusan sama kalian, kalo bisa jauhin gue!" Kata Miria dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Waah gampang banget lo ngomongnya.. Tapi, gue gak mau tuh..." Kata Saskia dengan wajah yang sinis seketika mencengkram kuat dagunya dan melepaskan dagu Ria dengan kasar kesamping.


"Sok alim kerudung lo palsu aja."


Sraaakkkk....


Roknya di robek oleh Saskia saat Miria jalan menjauh.


Merasa roknya sobek parah Miria berhenti dan menghela nafasnya.


"Gue gak ganggu Lo Kia... lo sendiri yang terus ngusik gue bahkan Lo pun hidup gini bukan karena gue tapi, pilihan lo sendiri."


Plaaak...


"Bac*t Lo gak penting Ri! Lo gak boleh terlihat indah baik bahkan lo gak boleh bersaing sama gue dan Lo harus menjauh dari Shaka... lo makin deket sama senior Shaka karena lo jual diri."


Cukup sudah Miria tak bisa lagi menahan emosinya ia tak mau lagi membahas hal tak penting dengannya. Saskia sudah aneh dan sangat aneh sekarang!


***


Berjalan keluar toilet dengan pincang dan melihat sekitar beruntung sepi.


Saat Ria duduk dan membasa buku menutup roknya yang sobek tak lama Shaka dengan tergesah berjalan masuk kedalam perpustakaan tak sulit saat masuk Shaka sudah melihat Ria disana dengan membaca buu tennag.


"Kenapa Lo minta ganti celanalo lagi datang bulan?" tanya Shaka dengan polos.


"Lo! Gue mau ganti rok gue sobek."


Shaka membulatan bibirnya dan memberikan kantong merah berisi celana kulot agak besar dandidalamnya juga ada baju ganti untuk kerja nanti. Shaka menatap para maha siswa yang sedikit banyak memperhatikannya juga ada yang acuh ia duduk didepan Ria.


Ria langsung menutup bku memawa kantong itu pergi beruntuk ia boleh meminjam ruang stapperpusakaan pada enjaga hanya u tuk ganti celana panjangnya. Saat sendirian Shaka bangkit dan pergi mencari buku lalu duduk membacanya dnegan tennag. Tak lama daang dua maha siswi sambil bergosib berbisik.


"Lo tahu gak Siska sam Ilena babak belur keluar dari toilet muka mereka bionyok katanya sih cewek canik pake hijap juga keluar pertama sebelum Ilena sama Saskia keluar dan Yuma juga sempet kaget tahugak liat cewek hijap itu keluar sambil megangin roknya yang robek."


Tak lama datang Ria dan duduk depan shaka.


"nah itu dia yang duduk depannya Kak Shaka dia yang buat Saskia sama Ilena babak belur kayaknya." kat maha siswi yang bergosip itu.


Shaka masih mendengarkannya dengan baik hingga saat ria berdiri dan pergi dengan acuh Shaka juga tak lama pergi juga.

__ADS_1


Di kampus mereka seperti biasa seperti tak saling kenal satu sam lainnya.


Saat sudah menjauh dari perpustakaannya Shaka menarik tanga Ria dan mengajaknya ketempat sedikit jarng maha siswa ada taman belakang kampuns dekat danau buatan kampus.


"ihh.. Ngapain lo narikin gue sih!" kata Ria merasa jika Shaka memaksanya vcukup aget Ria.


"Lo ngapain siska sama ilena dan lo bisa robek rok lo gimana?" Shaka bertanya dan miria tak menjawab nya malah diam dna pelengas pelengos saja.


"Yaa Gue adalah lagi gak... Ya mereka juga gak tahu aku kan lagi cuci tangan doang pasti mereka berantem kali!"


"Ria, Liat mata Ku, aku suami kamu Lo sayangku... Kamu itu dah bagus pake tertutup aku kira ada apa kenapa kamu minta ganti celana gini dan alesan rok kamu robek itu gak masuk akal kalo kalo kan bukan orang sembarangan duduk."


Ria menatap mata Shaka takut-takut.


Ria sangat kesal tiga kali lipat ia sudah mendinginkan hati malah Shaka mengomelinya.


"Yaa aku gak tahulah kenapa bisa Robek lagian kenapa juga tanya Saskia ama temennya ke aku tanya aja mereka.. kenapa aku juga males."


Shaka terkejut... Ria bisa seimut ini bahkan lebih imut sekarang karena ia pakai hijup.


"Iyaa.. maaf deh dah buat kamu kesel sekarang bilang ke aku yang baik..." Kata Shaka seketika itu Ria menurunkan wajahnya.


"Aku di katain mereka sok alim..." seketika itu ia mulai bergetar suara.


"Aku juga di bilangin abis di cumb* om-om, aku di bilang jual diri ke Om-om sama gak boleh deket kamu, aku marah lah terus aku sengaja pake baju tertutup sama hijap di bilang nutupin bekas tanda Om-om... aku gak bisa nahan emosi aku mukul sama nampar mereka, Sedikit kok... Hiks... aku takut jangan marah mukannya... aku takut!" Shaka kaget tadi dia tidak setakut ini lah kok malah nangis.


Seketika itu Shaka memeluknya pelan dan mengusap punggungnya.


"Apa kamu mau pukul aku, aku salah yaa.. buat malu yaa.. maafin aku... hiks.. maaf ka!"


"Husssh... eh apa ini aku kan cuman tanya ria... Lagian kamu kalo gak ngelakuin itu kenapa marah kalo kamu marah kamu ketahun ngelakuin itu, sekarang apus air matanya jangan nangis kita cari coklat atau makanan manis terus berangkat ke restoran ya."


Sambil menghapus air matanya mengangguk.


"Jangan lewat depan aku tunggu disana aja aku malu keluar taman sama kamu." Kata Ria.


Shaka terdiam.


"Aku ini ganteng Ria gak mukin buat kamu malu!"

__ADS_1


__ADS_2