
Setelah kejadian beberapa hari lalu, Miria mulai tenang dan Miria mulai melupakannya dan kabar yang Miria dengar kalo Indri tertangkap karena melakukan pencurian di salaah satu toko barang mahal yang harganya tak akan cukupwalaupun menjual rumah mewah satu unit.
Berangkat ke kampus di jemput Mikaila dan tanpa yuki.
Hari ini Shaka ad urusan di lurar kota.
Miria yang turun dari mobil Mikaila karena Miria tetap menolak ajakan Shaka yang memintanya diantar samai masuk kampus. Walaupun sebenarnya Miria bisa diantar Shaka sebelum Shaka keuar kota tapi, ya menolak malah memilih naik aangko atau bus.
Mikaila lah yang menjadi pilihan Shaka. Naik Taksi pun Miria malah marah.
Qinan dan kerandomnnya beraksi.
"Duit Shaka banyak kerja jadi asisten dosen di tambah banyak ikut kegitan terus rapat terus ngurus karyawan sampe sekarang nikah ngurus istri pula, tuh Shaka masih sehat wal'afiatkannya?" ucapan sekaligus pertanyaan Qinan membuat Olva menatapnya tajam.
"Kalo lo mau tahu tanya yang ngejalanin hidupnya sono!" Olva menatap sebal Qinan yang kadang waras kadang setengah gila seperempat waras seperempat otaknya lagi dungu.
"Lo yah, gue tanyakan karenaa gue pikir kalian ada yang mau berpendapat." Mikaila berbalik menghentikan ketiganya yang berjalan di belakangnya berhenti.
"Stop! Qinan?" Mikaila menatap Qinan agar diam.
Qinan mengalihkan tatapannya ke arah lain dan diam.
"Ria.. Lo dah sampe di depan kelas lo, tugas kita sampe sini nati kalo lo butuh lagi lo panggil gue atau lainnya, dan Yuki juga ada di kelas lo hari ini dia kayaknya ngambil kelas ini buat ngejar materi di yang lewat waktu tuh." jelas Mika.
Miria menganggukkan kepalanya paham.
Perlindungan Empat Onty tercantik yang pasang badan untuk Miria, benar benar judul misi yang sedang Qinan buat di grup obrolan mereka termasuk si Miria Qinan tambahkan didalam grup.
Qinan sibuka dengan ponselnya saat Mikaila bicara dengan Miria.
Ova sempat meliik tapi, Qinan segera menjauhinya. Olva berdecak malas.
QINAN DOWER.
Haay semua hari ini grup baru ya... Miria yang buruh atau penting dan urgen banget tinggal chat disini termasuk kalo lo butuh ngejauh dari shaka.
Klunting..
Klunting....
Ting..tting...
OLVA GALAK
Qinan jangan mulai mau gue jual lo.
BU KETU MIKA
Olva jaga sikap!
MIRIA EMES CUEK.
__ADS_1
Iya Kak Qinan makasih, itu kak Olva juga kak yuki, makasih ya." pesan Miria terakhir lalu bergetar pesan balasan ianan dan Qinan mengetik.
Miria memilih memasukkan ponselnya kedalam saku cardigannya.
Dosen mulai masuk dan tanpa ada yang sadar kalo yuki ada dan diuduk di kursi belakang sendiri tanpa siapaun di sebelahnya tidak juga sendiri ada namun duduk mereka erjauhan sekali.
"Baik pagi semua kita mulai kelas ini.." Dosen mulai bicara dan semua fokus dengan dosen atau kesibukan mereka sendiri-sendiri.
Dua jam setengah berlalu dan semua maha siswa didalam kelas juga Maha Siswi didalam kelas beberapa keluar, beberapa tetap di dalam atau beberapa yang kembali masuk lagi dan menulis tugas rumah yang dosen berikan.
"Eh.. Upik abu!" Saskia datang dan tiba-tiba mengetuk kepala Miria dengan pena.
Yuki melihatnya dari awal.
"Lo jangan terlalu percaya diri mentang-mentang semua temen cewek populernya Shaka bertemen sama Lo bukan berarti lo juga harus keliatan populer!" Kata Saskia.
"Lo di bayar berapa bisa secantik ini, Lo sengaja kan nempelin Mikaila geng buat pansos!" Tambah lena memandang Miria dari atas sampai bawah sat duduk.
"Lena.. Lo kok bener sih," tambah Yuma sambil terkekeh.
"Yum.. yum.. jaman sekarang yaa mana ada cantik gratis cantik itu murah dan yaa nyeningin satu malam..eh!" Menutup mulutnya seolah salah bicara. Saskia menatap Miria yang tetap santai dan tak menanggapinya.
Saskia berharap Mira akan terpancing dan marah-marah.
Menarik buku tulis Miria dan merobeknya sampai tak bisa di gunakan lagi.
Saskia kesal Miria tak terprovokasi.
"APA! MARAH LO!" Saskia bentaknya didepan wajah Miria. Menatap mengejek menginginkan mereka bertengkar. Miria tak bisa tahan emosi sekarang.
Miria membereskan buku yang berserakan perlahan lahan berjongkok.
"Lo yaa.. Lo dah ambil Shaka Lo ambil perhatian kampus lo juga dan ambil geng Mikaila dan lo deket banget sama temen cowok populer temen-temen Shaka... semua tentang Shaka Lo ambil..."
Miria berdiri menatap Saskia.
"Siapa lo sih!" Mendorong bahu kanan. Hampir jatuh.
"Jawab lo!" ucap Saskia lagi mendorong bahu kiri Miria.
"Berhenti!" Miria menunduk lagi lalu, berjongkok pelan seketika itu Yuma mendorongnya hingga jatuh dan hampir perutnya membentur lantai.
Miria sigap menahan badannya.
Wajahnya menahan ngilu.
"Loh.. buncit?" Teriak Yuma sok kaget.
"Iya kah!" Kata Lena.
Bruak...
__ADS_1
"Lo bertiga gue tandain!" Yuki mendekat membantu Miria berdiri dan membantu membereskan kertas buku yang robek juga membereskan semua buku tas Miria.
Perhatian mereka tak bisa biasa saja.
"Kak Yuki marah.."
"Iyaa aku aja gak pernah liat dia marah..."
Banyak yang berbisik karena mereka pertama kali melihat Yuki mengamuk.
Saskia sampai diam tak berkutik Yuma salah tingkah dan Lena diam mencerna apa yang ia lihat.
"Muka-muka lo dari awal masuk kampus emang dah nyebelin... Berhenti lo bertiga buat rusuh atau Lo bertiga mau gue laporin dan keluar dari kampus ini! Kata Yuki dengan emosinya.
"Apa.. jangan!" Kata Yuma
"Eh Enggak kak maaf.. maaf Miria maafin kita ya!" Kata lena ketakutan.
Miria tetap berjalan pergi di tuntun Yuki.
Ucapan Yuma ataupun Lena sama sekali tak di gubrisnya. Miria fokus padaa diriny sekarang.
Yuki memebawa Miia keluar kela seketika itu Olva dtang Miria yang melihat wajah Olva akan marah berhenti.
"gue bilang ke Olva."
" Kak Yuki, Tapi nanti pasti.."
"gak masalah itu Ri, yang masalah itu lo kalo sampe lo ama anak-anak lo kenapa-kenapa gue ama yang laennya yang kenapa dua kali lipat sama Shaka."
Masuk mengebrak meja podium kelas.
"Mau lo bertiga apa hah!" Amukan Olva.
"Lo pikir kalo Miria kenapa-kenapa lo bertiga mau tanggung jawab?"
Ketiganya menciut.
Saskia dan Yuma saling pandang Lena menatap bawah llau dua temannya.
"Saskia... Gue tahu siapaa orang tua lo, gue gak akan toleransi lo, liat lo." Olva memberikan ancaman berlipat ganda menatap Saskia dan menyeret orang tua Saskia juga.
"Kak.. Jngan bawa mama papa aku kaak!"
"Apa lo bilang jangan bawa, gue bingung sama lo"
"Kalo lo gak mau kena amukan bokap lo atau kena masalah dari perbuatan buruk lo jangan ganggu orang yang bahkan gak pernah mau tahu gimana lo hidup."
Saskia mengepalkan kedua tangannya kesal ia melangkah keluar dengan wajah kesal.
"Dasar anak angkat!" ucap Saskia pelan saat melewati olva.
__ADS_1
Olva diam saja Saslkia memang mengatkan kenyataan.