
Paula adalah suruhan saskia saat paula memata matai dan mengikuti Miria dan olva masuk salah satu butik saat itu seseorang menarik paula dan meryeretnya masuk kedalam mobil saat dibuk penutup matanya ia sudah ada di dalam ruangan introgasi.
"gue dimana," ucapnya berhenti saat melihat Shaka masuk dan duduk dengan kedua tangan didalam saku hoddienya dan rambut acak-acakannya tertutup tudung hoddie.
" shaka? Pak? " shaka duduk dengan wajah dtarnya tangan Paula juga di borgol.
"panggil gue nama aja karena lo lebih tua dari gue, paula." kata Shaa faktanya.
Shaka meghela nafasnya dan mencondongkan badannya ke arah Paula dan Paua lansung menatap kesampig menghindari tatapan Shaka. Shaka meletakan kedua tangannya diatas meja dan di tumpuk dengan memainkan pena tekan masuk tekan keluar.
Ctak.. Ctak.. Ctak..
"Ok gue ada kesepakatan, kita disini bukan lagi atasan atau bawahan lo bisa jujur sama gue tentang semuanya dan lo bisa aman kalo lo tanda tangan surat ini, lo isa baca dulu." kata Shaka menyerahkan pena dan menggeser amplop coklat. Paula membuka membacanya.
" gue mau dan gue akan ceritain semuanya ga ada yang terlewatkan." katanya dengan wajh pucat ketakutannya dengan. Wajahnya Paula berusaha menekankan beberpa hal penting.
"ok semuanya jelas selama gue kerjain pa yang lo bilang itu petunjuk lo di gedung ini dan gak akan kemanapun no ponsel no internet juga tv hiburan mungkin bisa tapi lo bakalan di awasin terus kecuali kegiataan privasi lo bakalan aman, emang kayak tahanan, juga gue gak mau lo bodohin lagi dengan percaya lo gitu aja." Shaka berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.
Pula tiba-tiba membenturkan dahinya diatas meja dan berteriak tertahan.
Ia sangat kesal semuanya rusak dan ia kalah ia tak mau jadi pengangguran ia juga tak mau bohong, ia masih sayang nyawa pilihannya adalah mengatakan semunya dan paula jujur dengan mudah dengan uang nominal menggiurkan dn tetap bekerja serta melupakan masalah ini, dulu saskia menjanjikannya sesuatu tapi sekarang paula akan mengmbil keputusan lainnya karena ia masih mau bekerja dan uang banyak.
"Shaka," kata Olva dengan wajah yang tegang.
"Saskia bakalan pindah kota lusa nanti lo bima juga devon juno zeus atau alezer bakalan kelapangan, lo bisa buat semuanya seolah lo yang buat dia aman." Rencana Shaka yang di atur menjebak Saskia.
Setelah Paula mengatakan semuanya. Shaka jadi dua kali lebih emosi dari biasanya.
"Ok makasih dan gue minta maaf karena saskia gue..." katanya takut salah.
"Olva lo temen gue, gak usah bahas itu kita semua dah cukup paham semuanya."
Olva mengangguk mengerti di bandara sekarang olva duduk dengan memegang dua tiket pesawat keluar negeri dan di luar bus di depan bandara juno langsung menghampiri bima.
"Bonyok banget tuh muka..!" katanya heboh.
"napa lo?" tanya Zeus.
"gue gak papa, Kejer Saskia dia kayaknya tahu dia juga bawa orang buat jebak balik Olva gue takut Olva kenapa-kenapa."
"gila! Lo olva dalam bahaya." kata Juno heboh langsung berlarian pergi dan Zeus dengan wajah panik langsung berbalik menyusul Juno yang pasti mendatangi Olva.
Saskia mengeluarkan pisau lipat di balik lengan mantelnya dan saat melihat Olva disana Alezer yang sibuk mencari dimana ruang tunggu Olva baru lihat olva disana tapi, terhenti begitu juga yang lainnya, mereka baru saja datang.
__ADS_1
Bima mengacak rambutnya kesal.
"Sial.." kata Zeus dengan cepat Alezer cari jalan lainnya dan saat melihat Olva sendirian seorang lelaki mendekat dan membekap mulut Olva. Lalu saat yang sama Alezer datang.
"Kak." Sapanya seketika seseorang memeluknya dari belakang dan menutup wajah dan menyuntikan bius dosis tinggi mereka membawa olva dengan kursi roda dan menutupnya dengan selimut beberpa penumpag juga tak perlduli mengira jika olva memang sakit karena kedua orang yang membawa olva terlihat seperti petugas bndara.
"Kalian bwa dia ke mobil." Perintah Saskia.
Saskia sempat melihat Alezer terhalang troli bandara yang membuat jalannya terhenti. Lalu melihat Alezer mencari jalan lain tapi, Saskia sudah didekat Olva.
sekali bergerak olva tumbang dengan bius.
"Alezer?" Sapa Saskia yang menyapanya dengan wajah polos tak tahu apapun. Bima zeus juno datang mereka tak melihat olva.
Mereka memukul angin kosong. Alezer mendekat mencengkram bahu Saskia kencang.
"Lo bawa kemana olva!" Murka Alezer tak terima dengan apa yang Sakia lakukan.
"Al gue bisa kok gantiin posisi kakak gue, lo tinggal setujuin sekarang sebelum dia ma..ti!" Seolah penawaran itu membuat Alezer takut.
Semua terdiam mereka tidak salah dengar. Bima Juno Zeus muak dan ingin menghabisi saskia jika tak ingat kalo dia perempuan.
Dimobilnya ternyata olva sadar tanpa di ketahui penculik itu melihat ada senjata denga cepat Olva menyikut memukul titik lemah dam merampas senjata di jok depan dengan cepat posisi Olva di bangku penumpang kedua dan belakang tengah.
" tolol! Ambil senjatamnya!" teriak yang mengmudi arena jalana begitu ramai. Sesaat yang sama di bandara negosiasi Alezer dan Saskia juga di lihat Juno dan lainnya masih berlanjut.
Bahkan mereka tak bisa kemanapun tahu beberapa mata mengawasi.
"Ada banyak pilihan gimana gue bisa jadi temen kalian dan gue gak aka mempermasalahin miria deal?"
Alezer mengepalkan tangannya dan saat yang sama sesorang bicara di radio telinganyanya.
"ok lo gue terima." Bima zeus dan juno terdiam. apa maksud keputusan Ale.
Di mobil penculik seketika itu Olva melepaskan tembakannya dan akhirnya berhenti dengan menyandra salah satunya. Olva keluar dam menembak dua ban mobil kaki penculik dan seketika itu salah satunya akan menembak olva tiba-tiba Shaka datang dengan Miria menghentikan mobil .
"Kak!" Shaka menembak bersama suara Miria memanggil Olva.
Seketika itu salah satunya akan menembak Miria yang akan berlari kearahnya salah satu penculik menyerang Shaka dengan cepat.
Olva menendang wajahnya dan berlari cepat kearah Miria.
dor...
__ADS_1
Shaka dan Miria sama-sama tak bisa berkutik olva terdiam dan jatuh kepelukan Miria
Tak lama anak buah mama Alezer datang dan meringkus semua penculik itu.
Tante ningsih turun dari mobilnya dan tak lama ambulan datang.
"menantuku... Aisssh.. anak itu pasti selalu membuat Mamanya repot."
"nak miria tolong temankan Olva biar tante yang urus semua ini sayang.c miria menganggukkan kepalanya dan dengan cepat ambulan melesat pergi.
Mama Alezer harus turun tangan karen ini sudah sangat membuatnya pusing putranya itu masih tak sadar kalo perbuatannya itu bahaya dan calon mantunya jadi sasarannya.
tak lama di bandara datang petugas sungguhan dan menangkap Saskia beberapa mata menatap Saskiq Alezer menyikir dari sana juno dan lainnya bengong tak percaya.
"you what!" Juno
"bahas inggiris lo gak bener Oneng." Kata Bima kesal dengan Juno.
"laah kok?" kata Zeus
Alezer terdiam.
"Mama gue turun tangan pasti om Arman laporin kegiatan kita ama mama." Kata alezer seketika didengar dan saskia marah ia mengeluarkan pisu lipatnya.
mereka mengerti.
"olva kita harus cari olva bukan..." kata Bima seketika itu telpon juno berdering.
"haah" mereka menatap Juno
"olva keritis!"
"Kalo Kalian pergi gue bakalan bunuh diri disini!"
Semuanya menghentikan langkahnya.
"Berhenti jadi orang idiot, gue tahu lo gak akan serius!" Kata Bima.
"Ohya!" Saskia menekan pisau tajam ke lehernya seketika itua Mikaila memukul dan menendang lalu Yuki mengambil pisau itu.
"Manusia tapi, gak punya logika cuman otak ya gini jadiny." Oceh Mikaila.
"Temuin olva di rumah sakit keluarga Lo al!" Alezer dan lainnya pergi, seketika itu bandara rama dengan kejadian Saskia.
__ADS_1