
Paula datang ke rungan rawat Miri setlah semalam ia baaru datang dan menginap. Zavina pergi keluar sebentar dan Miria di temaani Ethan daan Juan.
"paula?" kataMiri melihatnya datang. Miria malas menatapnya.
" sebentar aja gue mau minta maaf kejadiaan semalam." kata Paula terlihat tulus,
"lo mau ngomong pa lak." Miria melihat Juan dan Ethan duduk tenang dengan gem portablenya.
"llo baalan kehilangan semanya kalo lo gak lepasin shakaa."
miria tersenyum seketik tertawa.
"gue yang bakalan gak lepasin lo kalo tetep mau deketin gue dan Shaka jangan lo pikir gue gak tahu siapa Lo dan siapa yang nyuruh lo!"
"Gue maafin lo sekerang lo mendingan keluar dari ruangan gue!"
"Siapa ya?" Zavina datang dan Paula menoleh dan menunduk sungkan.
"Da temennya Shaka katanya dia mau jenguk tapi dia buru-buru jdi cuan sebentar.
"oh gitu, paula.. Seharusnya amu bekerja dengan baik seelum Shaka benar-benar memecat kamu.
"Iya, saya permisi maaf menggangu waktu istirahatnya ." paulaa melangkah keluar ruangan pergi dan melewti kedua putra Zavina yang sibuk dengan gmenya.
"Kak aku mau tidur dulu klo ada apa-apa jangan bangunin aku, kaka yanganin aja, makasih ya kak..." Paula mengeplkan tangannya diam diam tanpa Zavina tahu.
Lebih baiknya Paula pergidari sini seelum ia kelepasan menjambak rambt Miria yng tertutup jilbab hitam panjang itu.
"kenapa selalu aja ada halngannya heran gue ama tuh cewek. Alu benar-benar pergi meninggalkan depn pintu ruang rawat iria.
Di rumah besar Papa yanuar.
Eyang marah karena Shka kembali menolaknya. Ya Shaka mapir ke rumah sebentar.
Sebenarnya dari kegitannya dia langsung au menggantikan Zavina menjaga Miria tap Eyang enelpon dan memintanya datang ampai menelpon dengan telpon rumah.
" kenpa lagi-lagi kamu menolkny."
__ADS_1
"Astagfirullah Eyang, Shaka dah bilang Shaka cuman mau fokus sama Miria, masalah Eyang gak suka Miria karena ksta dan Eyang udah pasti tahu giman akeluarga Miria, kalo gak gitu gak mungkin Eyang maksa Shaka di jodohin lagi."
Eyang diam menatap Shaka taja,
"Kamu tahu Eyang tahu bagaimana keturunn an keluarga Miria kenapa kamu dan pap kamu ga nurut sam eyang?
Shaka menghela nafasny begitu berat mentap pelyan yang membwakan teh nya karena tehnya sudah hbis dan eyang yang meminta di tambahkan.
"eyang pernah bilang kasih eyang cicit laki-laki pertama buat eyang sehat dan gak cacat sekarang Shaka lagui berusaha jaga ibunya supaya anak itu ttep sehat bukan Shaka gak mau di cacat tapi malah eang yang buat dia sulit.
"kamu nyalahin eyang gtu.
"lagi pula Miria itu bisa ngurus dirinya endiri dan kalo amu kasih dia fasilitas dan apa yang dia perluin juga dia bakalan seneng, enapa kamu dibuuat susah si Shaka." katanya seolah Eyang memandang Miri wanita yang di beri mteri itu senang.
"pembahasan perjodohan eyangudah gk bisa Shaka biarin aja Shaka dah terakhir ini nanggepin eyang, jangan bahas ini sampe anak Shaka denger atau Shka emang harus..
" kenapa" sela eyang karena Shaka tak bisa ia genggam dan ia atur sesuka hatinya.
" Kamu itu yang nyebapin menantuku mati nyebapin ibu dari zavina dan kakaknya itu itu meninggal kamu dan mama kamu itu pembawa sial. Sejak awal seharusnya aku tak biarkan anakku dekati mama kamu. Kalo dari awla aku menikahkan istri perta ayahmu dan anakku mmerea tak akan saling kenal dan kamu tak ada di rumah ini dasar anak haram sama sekali gak bisa di harapkn kamu itu nyusahin aj." papa mendengar semuanya pap diam dan tak lama eyang berbali dn enaiki tangga tapi berhenti.
"MAma, yanu dah bahas ini dari awal mah, yanu bahkan gak mau mama ingetin status anak aku, bahkan mamanya yang gak ada, inget! Membunuh Mama nya shaka itu ulh siapa apa bedaya mama dengan shaka kalian sama dan mama berhenti meminta Shaka untuk patuh pada peraturan mamayang gak bisa Yanuar pikir gimana jadinya nanti. Mah kondisi situasi itu gak ada yang baik sekarang."
"Lihat shaka.. Anakku jdi bela amu itu semua krena pengaruh.."
"mah, cukup mah udah lah... Bibi bantu mama siapin baju malem ini jug mama harus pindah ke hotel dan nanti aan di jemput jati ke rumahnya di smarind."
"mama gak mau!" penolakannya dan malah berjalan naik keatas lalu menutu pintu kamarnya.
" shakapuanglah gantian dengan Zavina Ethan dan Juan tak baik terlalu lama disana. Nnti kalo ada apa-apa lagi kamu harus telpon papa atau kakak kamu dulu eyang sedang ingin dapat perhatian dan semuanya memang menjauhinya."
Penjelasan sang papa membuat Shaka mengerti. Mengangguk dan pamit pulang dengan mencium tangan sang papa.
" jangan sampe steres lagi loh kembartiga harus sehat atau kamu papa coret dari kK."
Shaka berdecak pelan dan mungkin idakdidengar papanya.
"jangan mulai pah."
__ADS_1
Pap menepuk bahu Shaka
"iya ya udah sana."
Dentuman musik membuat susana semakin berwarna dn saat ng samapn seorng lelaki sepertnya wajahnya miridengan ppa yanuar berjalan melangkah ke meja bar.
"biasabuat gue sama dia." kata pria dengan setelan krja yang sudah tak rapi.
"gimanasoal yang dah lo lakuin sama shka aman?" kata zafier.
" aman lah bang ko gak aman gak mungkin cewek itu bisa jadi nikah sama Shaka."
"iyaa ya bener juga." kata Zfir menanggapi ucapan Alezer.
" maksud lo yang itu?" kata Paula
"iyaa gimana pak Zavier gantengkan waalau Shaka masih ganteng Pak Zavir yang otw nambah anak aja tetep awet muda istrinya juga cantik super sibuk."
" terus mau lo apa?" kata Indri.
"ya pepet aja lah." paula berdiri dari duduknya meninggalkan Saskia dan Indri.
"imnget lo hamil anak orang jaangan macem-macem.
" gue mau aborsi aja!" seketika itu Saskia membulatkan matanya.
" wow woow... Amazing beb, lo belom apa-apa dah mau lenyapin nyawa, dah banyak pahala lo?"
" gak usah sok alim lo peyek!"
paula terliht mendekati lezer dan Zfierterlihat mengubrol namun sepertinya akan berhsil.
"kenpa say gak bisa gabung pak?" kata Paula dengan ramah.
" kamu jangan deetin saya, saya gak mau liat kamu kalo cara amu goda saya gini. Kayaknya saya juga punya janji saya duluan Al." katanya pada Alezer melihat jam tangannya dan pergi tanpa menyadari keberadaan Paula disana.
"ngapain lo sana!" paula pergi dan saat paula bejalan menjauh Alezer menoleh kebelakang dan tak disangka ketiganya ada. Ngapain mereka, pikir Alezer belum sadar jika bertiga u Indri Saski dn pula.
__ADS_1
"tunggu." Alezer yang akan perg seketika melihat kenalannya disna dan berjalan kesana saat mendekat dan berjalan saat itu jugaIndri sskia dan paula berdiri.