
Nekat aja hidup dengan ketakutan padahal banyak cara ia menghindar tapi, pernikahan itu penyempurna agama.
Kalo itu perintah Allah tetap harus di jalankan dengan baik. Walaupun niat sebenarnya melajang seumur hidup tapi, kalo di pikir lagi bisa hidup sejauh ini nafas dengan benar sakit juga ringan dan kaki juga semua anggota tubuh lengkap datengnya dikasih Allah gratis, apa masih mau gak mau ngelaksanain perintahnya apa lagi Shaka yang Ria kenal itu beda dari laki-laki kebanyakan yang pernah deketin Miria tapi, Selama ini Miria milih sendiri karena tahu pacaran itu dosa dan bisa mengganggu fokus belajar.
Juga bisa mengganggu fokusnya mencari biaya rumah sakit mama dan obat ayah juga uang buat nambahin uang sekolah Ciko walaupun Ciko sekolah juga di bantu beasiswa dan di bantu uang bang Damar.
Sekarang adalah tugas menjadi istri dari pernikahan yang sama sekali gak ada harapan niat atau impian dari Miria sendiri bahkan Shaka juga pernah ia marahi karena mengajaknya menikah dengan waktu di tentukan selama setahun dan mengatakan pada Shaka tentang pernikahan setahun itu, tak mungkin jika tak berbuat aneh-aneh.
Bukannya pernikahan itu sunnah Rasul juga.
Apapun yang di khawatirkan dulu kejadian sungguhan, benar ya walaupun lelaki suka dan setia bahkan mau mengorbankan apa yang dia punya untuk menikah tapi, keluarga besar belum tentu semuanya menerima kehadiran Miria.
Contohnya pagi yang penuh drama ini.
Shaka menatap Miria yang memintanya menuruti kata sang papa.
"Shaka Eyang minta kamu tetap di rumah ini dan Eyang punya syarat kalo kamu harus punya keturunan dari Ria tapi, laki-laki dan sehat sempurna, tidak boleh cacat." Shaka menggenggam tangan Miria yang hampir merosot ketika mendengar syarat Eyang yang mernurut Miria mustahil ia bisa.
"Eyang itu tuntutan yang mustahil." Shaka mengeluarkan suaranya.
"Tidak mau tahu!" Jawab Eyang acuh.
"Shaka sementara jangan pikirkan syaratnya kamu lakukan dulu dengan Ria dan nanti baru di pikirkan." Kata papa dengan wajah yang datar.
Shaka tak suka pemaksaan dan syaratnya.
"Shaka..." Tangan Ria memegang tangannya.
Menoleh melihat wajah Ria.
Shaka menatap marah wajahnya tak terima kekalahan.
"Aku tinggal di rumah ini, Kalo sampe gak sesuai syarat Eyang berarti Aku harus angkat kaki dari rumah ini..."
Miria sudah tak bisa menasehati Shaka lagi.
Papa menyerah sudahlah, Terserah Shaka anak itu tiga empat kali kerasnya dari dirinya dan di tambah ada Ria ia lebih bisa keras dan brutal.
Papa tak mau Shaka pergi karena takut Shaka terluka atau sakit tanpa ketahuan dirinya atau dia tersiksa di luar sana atau dia menjadi lebih tertutup dengannya.
Papa tak mau Shaka angkat kaki dari rumah ini, papa harus paka Shaa tinggal mau tak mau.
Eyang tersenyum.
"Enggak perlu angkat kaki, tapi kamu nikah bangsawan juga hukum dan agama sama Indri gimana?" Kata Eyang.
__ADS_1
Shaka tak bisa diam akan bicara lagi tapi Miria menahan dadanya.
"Iya Miria akan sangguin eyang... Miria akan bilang dan kasih pengertian ke Mas Shaka tentang pernikahannya sama indri."
"Loh manis sekali kamu Miria." Eyang tersenyum.
"Shaka kamu dengar istrikamu gak masalah berarti eyang menang karena istrikamu lebih baik di pihak Eyang." Shaka menatap eyangnya tak suka.
"Ria.. Makasih pengertian kamu dan semoga pernikahan kamu dan Shaka bahagia dan langgeng bahkan sampai kamu punya satu anak darinya, semoga anak itu sempurna dan sehat."
Shaka tak suka kalimat terakhir eyang ucapkan yang artinya kalo Miria tak akan bisa melahirkan keturunan yang sehat dan sempurna bahkan, secara tak langsung bilang kalo Miria itu tak akan bisa menjadi ibu yang baik dan semoga keturunan yang di lahirkan cacat.
***
Shaka duduk di kursi dengan wajah lelahnya.
Miria yang baru dari luar kamar masuk dan membawakan minuman segar.
"Kamu jangan khawatir... aku gak akan sedih lagi kamu sama Indri kalo misalnya hasil akhir antara kita gak bisa bikin kita berdua malah jadi bertiga."
Shaka menoleh dan menghela nafas menatap Ria.
"Aku nikahin kamu itu karena aku Mencintai kamu dan aku gak mau pacaran sama kamu waktu itu dan tetep deket tanpa sentuh fisik dan saling jaga perasaan dan privasi karena aku suka sama Kamu ria."
Terdiam.
"Aku serius!"
Miria berhenti terkekeh dan tertunduk.
"Aku lupa masak sayur di bawah.. aku turun sebentar... aku juga mau main sama Ethan Juan, kami istirahat aja." Katanya langsung pergi dan menutup pintu.
Helaan nafas Shaka sangat kasar dan sepertinya beban tak keluar hanya mengatakan isi hatinya meminta Miria memahami betapa sayangnya Shaka dan takutnya Shaka kalo Miria sakit hati dengan ucapan keluarganya.
***
Saat cuaca berawan dan sama sekali tak panas Miria, Juan dan Ethan bermain di paviliun membuat kertas lipat menjadi banyak bentuk dari bintang perahu kotak lalu pesawat bahkan burung.
Haka melihat mereka dari empatnya berdiri hendak pergi melangkah ke garasi.
Shaka akan pergi ke tempat teman-temannya mencari pikiran yang lain udara segar untuk kepalanya yang terasa berat.
Miria melihat Shaka berjalan begitu cepat menuju ke garasi sedikit jauh dari paviliun tempat bermain Miria dan keponakan Shaka.
Shaka keliatan mengeluarkan motornya dan menggunakan helmnya lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Miria.
__ADS_1
Bahkan Miria melihat ponselnya tak ada pesan masuk dari Shaka.
***
"Lo jelek banget kha!" kata Zeus melempar ciki ke dada Shaka.
"Thanks." Jawabnya singkat.
"Kusut... Berantem ama Miria ya?" Tanya Olva.
"Eyang!" Kata Shaka singkat.
Semua langsung diam tak berani berucap masalahnya tak ada yang gak tahu bagaimana eyangnya Shaka marah.
Masalahnya semuanya yang ada didekat Shaka di ruangan ini gak ada yang gak pernah ketemu Eyang putri.
"Heumm kata-katanya pasti hampir nyakitin ya?" Mika bicara sekarang.
"Udah buat Miria nangis karena mau jodohin gue sama Indri." Jelas Shaka seketika bangkit dan menyeret Arka pindah dari sofa panjang.
Semua diam mengangguk.
Trang....
"Indri!" Teriak Qinan.
"Oiiiy Peak... Lo gak ngeh apa Indri yang hampir hilangin nyawa Juan masih kecil dan buat Shaka di permaluin orang tua Indri sendiri." Oceh Yuki.
Semua langsung mengumpat masing-masing.
"Lah kok bisa." Kata Bima.
"Gak bisa di biarin ini, Pak bos kita galau!" Geram Juno.
Devon mengangguk menyetujui apapun rencana Juno.
"Kalian terlalu berlebihan, Shaka gak bakalan mau..." Kata Zeus santai.
"Loh, Ze.. gak ngeh apa kalo Shaka marah dan Ria dah sedih gitu berarti tuh siluman ngendaliin eyangnya Shaka, dodol!" Oceh Dominic kesal.
"Emang Lo Zeus! Terlalu positif gak baik buat nyawa takutnya nyawalo garis negatif mau lo!" Kata Satria.
Semua malah menekan Zeus.
Dengan cepat Zeus mencari perlindungan di Shaka tapi, malah di pelototin.
__ADS_1
"Jauh-jauh lo!" Kata Alezer yang tahu Shaka tak bisa becanda sekarang.
"Huhu.. Tolong gue!"