Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 11.


__ADS_3

"Kak Lea!"


"Eh, Caca udah pulang? Cepat banget, baru aja Kak Lea selesai memasak buat makan siang Caca." Ucap Lea, sembari mendekati Caca yang tampak sangat capek seharian full berada di sekolah.


"Iya nih, Caca sakit. Rasanya badan Caca mau panas Kakak, eh Kak Claude belum pulang?" tanya Caca menatap sekitarnya yang tampak sepi.


"Belum, memangnya kenapa?"


"Caca kira udah pulang, abisnya tadi Caca lihat mobilnya parkir didepan jalan mau ke Mansion mana Caca lihat, ada cewek cantik lagi. Tapi masih cantikan Kak Lea," sahut Caca membuat Lea tertawa.


"Masa sih, Kak Lea cantik ya? Perasaan gak ada cantik-cantiknya." Celetuk Lea kepada Caca.


"Lah, Kakak dipuji kok gak Terima? Padahal Kakak baik, cantik mani---"


"Caca!"


Sontak keduanya, menengok kearah sumber suara. Yang berteriak memanggil nama Caca.


Deg!


"Kakak!"


"Claude!"


"Kimberly, masuklah," seru Claude menyuruh seseorang masuk yang tengah, bersembunyi dibalik tubuhnya.


Membuat Lea dan Caca, saling tengok dengan memberi kode masing-masing. Jika yang diucapkan Caca beberapa menit yang lalu, itu benar.


Deg!


"Gadis itu!" kaget Lea, menatap kepada gadis cantik yang tampak seperti seumuran Tuan Muda Claude, tampak sangat cantik dengan menggunakan kacamata.


Lea seketika menjadi, tersaingi rasanya. Padahal dia seharusnya menyukai hal tersebut, yang berarti dia sudah terbebaskan oleh rasa obsesi Tuan Mudanya tersebut.


"Kak Lea, perkenalkan dia Kimberly. Kimberly perkenalkan dia Kak Lea pengasuhku!" sahut Claude.


"Wah, Claude dia Babysittermu saat kecil itu ya? Benar-benar cantik. Hai Kak, apa kabar? Kakak tidak ingat aku? Yang dulu pernah Kakak tolong itu loh," ungkap Kimberly.

__ADS_1


Membuat Lea terdiam, lalu mencoba mengingat kejadian dulu. Dimana dirinya pernah bertemu gadis cantik tersebut, tapi lupa dimana ketemunya. Apalagi wajahnya yang sangat familiar, dibenak Lea.


"Aku tebak, Kakak pasti punya adik laki-laki bukan?" tanya Kimberly. Membuat Lea terkejut, karena gadis itu tahu jika Lea mempunyai adik laki-laki.


"Iya, kok bisa tahu? Anda kenal ya, sama adik saya?"


"Iya Kak, pernah jadi tamu di sekolah kami saat itu. Katanya dia punya Kakak, namanya Kak Lea persis nama Kakak baru katanya bekerja sebagai Babysitter, temannya namanya Kak Yunda bukan? Kebetulan banget. Mana Kakak sudah lama ya, kerja sebagai Babysitter?" tanya Kimberly, mendapatkan anggukan dari Lea.


"Kaka--"


"Kimberly, naiklah duluan nanti aku menyusul." Seru Claude, Kimberly pun mengangguk menyetujui. Karena tidak ingin, berurusan dengan pria tampan tersebut.


Seperginya Kimberly, barulah Lea gantian melontarkan berbagai pertanyaannya kepada Claude. Untuk Caca, gadis kecil itu sudah Lea suruh duluan menuju kamarnya.


Kini tinggal lah, Lea dan Claude. Keduanya tampak diam entah siapa yang akan pertama memulai, lalu Lea lah yang mulai duluan mengingat watak Claude, yang pendiam tanpa terkecuali jika diajak berbicara.


"Claude!"


"Kak!"


"Kau duluan." Ucap Lea, ketika dirasa keduanya sama-sama ingin mengucapkan sesuatu.


"Claude, apa dia orang yang kau maksud?" tanya Lea dengan hati-hati, takut jika salah tanya maka Claude akan marah, seperti hari itu.


"Dia bukan orang Kak! Dia adalah kekasihku!" tekan Claude. Membuat Lea terdiam, lalu memberikan selamat kepada pria tersebut.


"Selamat kalau begitu, Kakak kira kau sedang mencari Babysitter baru," ucap Lea cengegesan.


"Babysitter? Bukannya sudah ada Kak Lea? Ditambah Kak Yunda, lagian aku sudah tidak membutuhkan Babysitter lagi. Yang membutuhkan Babysitter itu, adalah Caca dia masih sangat kecil!" ungkap Claude.


Ya Claude, bukanlah mencari Babysitter ataupun pengasuh baru lagi. Dia hanya ingin, Yunda berhenti bukan karena ada pengasuh lain hanya saja dia sudah tidak membutuhkan, pengasuh lagi. Apalagi usianya sudah cukup enam belas tahun sekarang, dan sebentar lagi akan memasuki tujuh belas tahun.


Tandanya dia sudah besar, dan bisa mengurus diri sendiri. Lagian di Mansionnya sudah sangat banyak, pelayan untuk membantunya menyiapkan segala hal untuknya.


"Begitu ya, baguslah. Keliatannya kau sangat bahagia ya!"


"Ya, aku sangat bahagia. Apalagi Kimberly wanita yang baik, walaupun aku belum bisa mencintainya! Karena aku mencintai orang lain." Lirih Claude, menatap Lea dengan sangat intens.

__ADS_1


Sehingga membuat Lea salah tingkah, akan tatapan tersebut.


"Belajarlah mencintai Kimberly, jangan sampai kau kehilangannya." Ucap Lea segera berdiri, ketika merasakan arah pembicaraan Claude serasa menyindir dirinya.


Lea tahu, siapa yang Claude cintai. Wanita itu adalah dirinya karena selama ini, sebelum dekat dengan Kimberly. Claude hanya dekat dengan dirinya dan juga pengasuh Yunda semenjak kecil dan remaja sekarang. Walaupun dekat dengan Yunda, sebagai babysitternya yang Claude lihat adalah Lea sendiri. Apalagi Lea, begitu baik kepadanya membuat Claude menyalah artikan kebaikan tersebut sebagai rasa suka dan obsesi, ingin memiliki. Tanpa melihat, dan mengingat bahwa mereka berdua adalah dua orang yang berbeda bagaikan langit dan bumi.


Dan mustahil untuk bersama. Apalagi perbedaan, umur yang sangat jauh ditambah perbedaan status membuat keduanya tidak bisa, bersatu.


"Aku tidak bisa, aku tidak bisa mencintai Kimberly! Kami berpacaran karena dia yang minta. Sementara aku hanya, menganggap dia sebagai teman saja!" ungkap Claude.


Membuat Lea diam.


'Huh, percintaan anak muda jaman sekarang. Ya ampun mengapa aku yang harus pusing, tolonglah Tuan Muda jangan membawaku lagi,' batin Lea merasa gemas sendiri.


"Jadi? Kak Lea harus bagaimana?" tanya Lea, seraya merangkul Claude yang tampak amat frustasi.


"Kak Lea, harus menerimaku!"


"Menerima? Untuk apa? Aku kan, sudah mengatakan tempo hari itu bahwa kita--" ucapan Lea seketika terhenti, ketika dirinya merasakan tangan kekar seseorang memeluk dirinya.


Deg!


"Ya ampun, Tuan Muda. Ternyata Anda masih kecil ya, masa mau diginiin lagi sih?" Lea tampak terkekeh mengusap kepala Claude dengan sangat lembut.


"Jika di hadapan Kak Lea, aku adalah anak-anak. Tolong jangan pergi dariku Kak, kita akan melewatinya sama-sama, aku tahu apa yang Kakak pikirkan. Aku tahu sekali, jadi jangan pergi dari hidupku! Tetaplah tinggal dan temani aku." Lirih Claude.


Membuat Lea bungkam, dan bertanya-tanya apakah Claude tahu rencananya yang ingin memundurkan diri, tepatnya dihari ulang tahun Caca nanti yang tinggal menghitung hari lagi.


"Claude, jangan begini ya. Kakak tidak akan pergi kok! Tenang aja!" Lea tampak tersenyum menarik, wajah Claude lalu menatapnya dalam, tampak dua bola mata berwarna biru tersebut menatap dirinya. Membuat jantung Lea, seketika berdebar dengan sangat kencang.


'Ya ampun, mengapa jantungku berdebar ya? Mana kuat lagi, sadarlah Lea,' batin Lea.


"Ekhem! Claude ka--"


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Lea ketika melihat Claude, menarik tangannya lalu menempelkannya tepat di dadanya.


"Dengar tidak? Dia berdebar Kak. Beginilah, jantungku ketika berada di dekat Kakak sangat berbeda jika, aku bersama Kimberly. Tidak berdebar sama sekali, mau seromantis apapun dia kepadaku tidak akan pernah membuat jantungku berdebar sekencang ini." Ujar Claude dengan lirih.

__ADS_1


Membuat Lea diam, entah mau menjawab apa


__ADS_2