Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 25. Pergi belanja part 1


__ADS_3

Setengah jam kemudian ...


Kini Lea sudah siap, dengan menggunakan switer beserta celana jeans hitam dengan rambut yang diikat setinggi-tingginya, karena malam ini dia akan pergi berbelanja bukan pergi berjalan-jalan. Demi Nona Muda Caca, apapun akan Lea lakukan dia harus menyiapkan segala-segalanya dengan sebaik-baiknya, karena hari itu adalah hari paling ditunggu oleh Nona Caca.


Setiap hari, Lea selalu mendengar Caca bercoletah panjang kali lebar membahas semua tentang apa yang dia inginkan, dihari ulang tahunnya nanti. Tetapi ada satu hal, yang Caca minta paling ekstrem menurut Lea, hingga dia berkali-kali, melontarkan perkataan buruk kepada dirinya sendiri.


Permintaan Caca ini benar-benar mustahil terjadi, diam-diam Lea pernah mendengar Caca, berdoa gadis itu ingin Lea dan Claude bersatu. Benar-benar hal yang mengejutkan, permintaan Caca itu benar-benar mengejutkan Lea. Sebegitu suka kah Caca kepadanya, sampai-sampai berkeinginan yang seperti itu.


Lea sampai, mengusap dada berkali-kali. Dia harus maklum, Caca itu adalah anak kecil yang pikirannya belum dewasa suatu saat nanti, dia akan mengerti dengan sendirinya.


Tok ... Tok ... Tok


"Kakak!"


Suara pekikan seseorang, terdengar melengking ditelinga Lea. Lea segera berlari dengan terbirit-birit, membuka pintu dengan perlahan.


*Deg!


Sampai kapan dia berada disini, jangan-jangan dia menguntit ku*.


Lea tampak berkacak pinggang, menatap Tuan Muda dengan tatapan mengintimidasi. Claude tampak kesal, karena sudah setengah jam lamanya dia menunggu Kak Lea membukakan pintu untuknya. Nyatanya, Kak Lea belum selesai-selesai juga, dan Claude memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Kak Lea. Dan benar saja, jika sedari tadi Claude tidak bertindak mungkin dia akan berdiri lagi, selama berjam-jam.


"Kakak! Apa yang kakak sedang, lakukan di dalam sana? Kakak sedang menelepon seorang pria ya?!" nada bicara Claude terdengar, geram ditelinga Lea. Belum diterima oleh Lea, dia sudah seposesif itu apalagi Lea menerimanya bisa, mati muda Lea mendengar ceramah Claude yang tiada pernah habisnya, jika si pelaku belum mengakui kesalahannya. Benar-benar Claude, begitu gumam Lea.

__ADS_1


Maklum, sifatnya turun-temurun dengan ayahnya Tuan Renan Ricchan, yang sangat posesif kepada istrinya karena tidak mau, istrinya dilirik orang lain. Inilah yang Lea sukakan dari Claude, dia mempunyai sifat yang unik. Kadang Lea berpikir, apakah masih ada pria dengan sifat seperti ini, di dunia? Jika ada, maka Lea tidak akan segan-segan menikahi pria tersebut.


Jujur saja, Lea adalah korban novel bergenre percintaan. Dia sangat menyukainya, apalagi cerita-cerita kisah remaja masa kini dengan alur yang tersaji, bercampur dengan humoritas yang selalu membuat kita tertawa. Lea tak bisa membayangkan akan seperti apa, jika dia mendapatkan pasangan seperti itu pasti hidupnya akan selalu berwarna, dibandingkan dengan pria muda yang saat ini tengah memanggilnya Kakak.


"Kakak ... Kak Lea! Aish ... Kakak?!" pekik Claude tepat di wajah Lea, hingga mengagetkan wanita tersebut. Lea tampak mundur beberapa langkah kebelakang, dengan wajah yang terkejut.


Baru aja, aku berimajinasi, eh pengganggu datang. Aish menyebalkan!


Gumam Lea, dengan wajah lepeknya sembari menatap malas kepada Claude. Laki-laki itu tampak tersenyum, sambil membukakan pintu mobil untuk Lea. Ya sekarang, mereka sedang berada di bagasi mobil sudah beberapa menit yang lalu. Awalnya Lea menolak dengan keras, untuk pergi bersama Claude ketika melihat seringai terpancar di wajah tampan tersebut, membuatnya seketika bergidik ngeri, sambil memeluk erat tubuhnya.


Padahal Claude sedang menjahilinya, Lea tidak sadar itu karena dia asik berperang dalam pikirannya sendiri, sampai tidak sadar sekitarnya. Bahkan berjalan saja tadi, dia hampir tersandung kursi panjang padahal, dia sudah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Benar-benar Lea, wanita ceroboh. Selain ceroboh, dia pun kadang lemot tidak ada yang tahu itu selain Claude, karena diam-diam dia memerhatikan wanitanya dari jauh.


*Kakak kau menggemaskan sekali, aku jadi ingin menculik mu!


Mereka sama-sama membatin, seperti tahu isi pikiran masing-masing. Kebetulan sekali, Lea sedang menggunakan high heels yang lumayan tajam dasarnya, jadi siapapun yang macam-macam kepadanya akan dia pukuli, dengan high heels. Siapapun orang itu, Lea tidak akan segan-segan memukulinya.


"Jangan menatapku Kak, aku tahu aku tampan." Sahut Claude cengengesan, ketika mereka sudah berada didalam mobil. Kali ini, Claude yang akan menyetir sesuai perkataannya tadi. Agar mereka bisa berdua, ini kesempatan bagi Claude untuk berdekatan dan menjahili Lea. Sebab Nyonya Veronica, sedang tidak ada di Mansion entah pergi kemana wanita parubaya tersebut.


"Ck! Geer sekali jadi orang!" balas Lea, dengan sinis sembari menjentikkan tangannya tepat di hadapan Claude. Pria itu tersenyum, sembari menghidupkan mobil, segera mengeluarkan mobil dari dalam bagasi.


Seorang satpam, tampak mendorong gerbang. Selepas mobil yang ditumpangi, oleh Lea pergi tampak sebuah mobil berwarna merah dengan plat xxx melintas masuk kedalam, Mansion. Satpam yang tadinya, akan menutup kembali gerbang tiba-tiba saja menghentikan kegiatannya tersebut, ketika melihat mobil siapa yang masuk. Dapat dia lihat, pintu mobil tersebut terbuka kaki jenjang seseorang terlihat, orang tersebut tidaklah lain.


Adalah Kimberly, gadis berkacamata tersebut tampak sangat cantik dengan gaun mini menghiasi tubuh rampingnya. Dia tampak sangat cantik malam ini, memasang senyum seindah mungkin agar dilirik oleh pria pujaannya. Pak satpam tersebut, tampak diam memerhatikan wanita berkacamata tersebut, yang dia ketahui adalah calon tunangan Tuan Muda Claude.

__ADS_1


"Pak!" panggil Kimberly, memanggil satpam tersebut sambil memperbaiki tataan rambutnya agar tidak terlihat kusut.


"Ya Non. Ada apa ya?" tanya satpam dengan hati-hati, takutnya salah berbicara kepada gadis cantik yang berada di hadapannya saat ini.


"Apakah, kekasihku eh salah, maksudku apakah Tuan Muda berada didalam?" tanya Kimberly. Wajah satpam tersebut, tampak diam sambil berpikir bukankah mobil yang tadi melintas, keluar dari bagasi itu adalah mobil Tuan Muda Claude? Lalu mengapa, gadis yang berstatus sebagai tunangan tuannya itu berada disini? Jika bukan, Tuan Muda pergi untuk menemuinya.


"Kurang tahu Non, tapi tadi saya lihat mobil Tuan Muda baru aja keluar dari bagasi. Saya bahkan bukain gerbang tadi Non, saya kira Tuan Muda pergi ketempat Anda!" ucap pak satpam.


Kimberly tampak diam, dengan ekspresi wajah yang tampak menahan kecewa. Claude tidak bilang apa-apa kepadanya, membaca pesannya saja tidak. Mustahil pria itu, pergi menemuinya. Sementara ia datang sendirian kesini, bahkan dia sudah menelepon calon ibu mertuanya sebelum kesini untuk memastikan segalanya. Dan kata ibu mertuanya, bahwa Claude sedang berada di Mansion tidak pergi kemana-mana.


Dan betapa, bahagianya Kimberly mengetahui hal tersebut. Berarti ini adalah kesempatan baginya, untuk berduaan bersama Claude. Karena dia tahu, bahwa Caca sudah tidur jam begini.


Menyebalkan! Argh ... Kenapa sangat sulit, Ya Tuhan tolong bantu aku.


Tiba-tiba saja, tubuh Kimberly lemas. Pak Satpam segera membantunya untuk berdiri, agar tidak terjatuh kebawah.


Sialan sekali nasibku ini, huh kapan kau melihatku! Sebagai seorang wanita Kak. Padahal aku mencintaimu! Sejak lama!


Tangis Kimberly mulai pecah, pak satpam panik ingin melakukan apa. Agar gadis itu berhenti menangis.


***


Halo, saya Arinda, yuk jangan lupa ya komennya. Ayo dukung karya saya ini, dan jangan lupa ya ada grup khusus buat pembaca keluarga Ricchan ayo masuk dan mari berbincang bareng author ❤

__ADS_1


__ADS_2