Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 54. Claude


__ADS_3

"Kak, Lea tidak kemana-mana. Yang Kak Al, maksud itu Kak Lea tidak boleh kemana-mana dulu sebelum, Caca membaik begitu," jelasnya. Caca sempat menaruh rasa curiga, kepada Lea namun kecurigaannya tidak bertahan lama.


"Really?"


"Ya, Nona," sambungnya. Caca seketika lega dibuatnya. "Kakak, ayo aku lapar!"


"Baik, tunggu sebentar Nona. Kak, sebaiknya kita bicara sebentar saja ya, ada Nona disini!" Lea mendekati Alfa, lalu berbisik dengan nada terdengar halus melirik kepada Caca. Alfa pun mengiyakan hal tersebut, tidak mungkin ia mengajak Lea berbicara sementara Caca ada di samping mereka saat ini.


Bisa-bisa gadis kecil itu, akan mengamuk. Karena tidak mau Lea pergi darinya.


"Baiklah, Nona," ujarnya.


"Kakak! Ayo!" ajak Caca, menarik lengan Lea sehingga membuat tubuh wanita itu, mau tidak mau mengikuti langkah sang majikan yang membawanya menuju ke lantai bawah.


Meninggalkan Alfa, yang terlihat diam seperti patung hidup. Tidak ada secuil, senyum pun terpancar di wajahnya pantas saja banyak orang menjulukinya si manusia kulkas.


'Nona Caca,' gumamnya.


***


"Kak, mau strawberry!" pintanya, Lea pun segera meraih sekotak strawberry yang telah dicuci oleh Pak Jang, lalu menyodorkannya kepada Caca. Gadis kecil itu, terlihat senang menerimanya, strawberry favoritnya, yang dipetik langsung dari kebun belakang mansion mereka. Yang baru saja dipetik beberapa waktu yang lalu oleh, tukang kebun belakang Mansion.


"Kakak, tidak mau? Ini manis loh," ungkapnya. Lea terlihat tersenyum menanggapinya.


"Makanlah, Kakak sudah kenyang." Balas Lea, Caca terlihat diam, dia pun mulai menghabiskan sekotak strawberry tersebut sendirian tanpa Lea temani. Sebab Lea, mengatakan jika dia sudah kenyang.


"Kakak, Caca sepertinya tidak berselera lagi, strawberrynya sudah habis, aish ... Ini terlalu sedikit!" celetuknya menatap kotak, yang berisikan strawberry tadi yang kini sudah kosong dengan wajah, yang terlihat cemberut.


Padahal ia masih, menginginkan strawberry namun sudah habis. Rasanya tanggung, begitu pikirnya.


"Tidak berselera? Wah ... Padahal, Caca sudah menghabiskan sekotak loh mana banyak lagi." Balas Lea tersenyum kecil.


"Sedikit Kak, Pak Li harus aku marahi. Dia mengambilkan aku, cuman sedikit padahal kan strawberry di mansion belakang berbuah banyak!" imbuhnya terlihat kesal. Lea hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapinya.

__ADS_1


"Ya ... Ya ... Ya, terserah Anda saja Nona."


"Kakak, bagaimana kencan bersama Kakakku? Apakah asik? Coba ceritakan," pintanya. Membuat Lea seketika, tersedak air mineral yang baru saja ia teguk.


Uhuk!


"Kakak, kenapa? Apakah ucapan Caca, salah? Bukannya kalian pergi berkencan?" tanyanya membuat, Lea seketika diam tak berkutik.


"Ka--kami, hanya--" Lea terlihat, menghentikan perkataannya. Membuat Caca kesal, karena penasaran bagaimana rasanya berkencan orang dewasa? Apakah menyenangkan, bisa bermain sepuasnya di taman. Itulah yang Caca pikirkan saat ini, ia mengira kencan itu semacam diajak bermain di taman hiburan. Namun nyatanya tidak.


"Kakak, ayolah!" paksanya mendengus kesal. Membuat Lea pasrah, akan rasa ingin tahu Nona mudanya.


"Ekhem! Sebenarnya kam--"


"Caca!"


Panggil seseorang, terdengar berat. Mengejutkan Lea beserta Caca dua wanita, berbeda umur tersebut terlihat terkejut ketika menyadari kemunculan seseorang selain mereka berdua di sana.


"Kakak! Ada apa?" tanyanya, terdengar kesal di pendengaran Claude. Pria muda itu terlihat, berjalan santai mendekati meja makan lalu meraih sebuah kotak berukuran besar. Lalu membukanya.


"Belum, baru strawberry! Memangnya kenapa? Ada apa Kakak, bertanya seperti itu?" tanyanya.


"Benarkah? Tumben sekali, kau makan strawberry!" balasnya seraya mengambil, satu potong ayam goreng dalam kotak tadi. Caca terlihat kesal, Kakaknya itu jika sudah bertemu Lea pasti akan terlihat menyebalkan dan banyak tanya.


"Tidak! Kakak juga, tumben makan ayam." Sahutnya terdengar ketus, membuat Lea terdiam menggelengkan kepalanya menatap kedua majikannya, yang terlihat sedang menatap tajam satu sama lainnya, tanpa sadar Lea mengetahuinya. Jika sedari tadi, mereka menatap tajam satu sama lain.


"Kenapa memangnya? Ayam ini, enak kok. Benarkan Kak Lea," balasnya sembari tersenyum menunggu, tanggapan Lea. Namun wanita itu terlihat diam membuat Claude seketika, kecewa.


"Kakak, pergilah. Kakak kenapa disini? Apakah ada kabar baik Kak? Katakan!"


"Hem ... Pergilah ke kamarmu, Mommy mencari mu." Ujarnya kepada Caca. Caca terlihat bingung, akan perkataan kakaknya yang mengatakan jika mommy Veronica mencarinya? Bukannya wanita itu sedang, berada diluar negeri? Pikirnya kebingungan.


Claude menangkap raut kebingungan, terpancar di wajah Caca. Sepertinya adiknya itu, tidak mengerti akan perkataannya karena setahu adiknya mom mereka sedang berada di Prancis.

__ADS_1


"Pergilah ke kamar, mom sedang berbicara bersama Kak Al lewat sambungan telepon."


"Tunggu apalagi? Jangan bilang, kau tidak paham!" ejeknya membuyarkan lamunan Caca. Sehingga membuat gadis kecil itu, kesal.


Lea hanya bisa diam, menatap perbincangan keduanya. Tanpa berkomentar apapun, ia lebih memilih diam sembari membereskan beberapa wadah yang kosong dan hendak pergi menuju ke dapur. Namun sayangnya, Claude segera menghentikan langkahnya.


"Kita perlu bicara berdua Kak," sahutnya setengah berbisik, menarik lengan wanita itu hingga duduk kembali ditempatnya seperti semula.


Sehingga membuatnya kesal, padahal baru saja ia ingin melarikan diri dengan beralasan, ingin mengantarkan beberapa piring-piring kotor tersebut. Namun keinginannya itu, seperti sudah diketahui oleh Claude sendiri.


"Kakak, jangan berbohong ya! Awas saja, Kak Lea Caca pergi dulu ya. Mom menelepon!" ujarnya setengah berteriak segera membalikkan tubuhnya, lalu melangkah pergi meninggalkan Lea dan Claude dimeja makan.


Lea terlihat, kesal seharusnya ia ikut saja bersama Caca tadi. Diliriknya seorang, pria tampan yang terlihat sedang tersenyum kepadanya. Membuat Lea memutar kedua bola matanya, dengan malas.


"Kakak! Lihat aku," pintanya, hendak meraih wajah Lea yang terlihat enggan tertuju kepadanya. Padahal dia sudah tersenyum selebar mungkin, walaupun awalnya kaku karena Claude bukanlah sosok manusia, yang mudah tersenyum begitu saja. Ia lebih memilih, tidak tersenyum saja karena rasanya sudah sangat terbiasa tanpa tersenyum.


"Kakak! Kenapa menepis tanganku? Apakah tanganku, bau ayam? Sehingga Kakak menepisnya?" tanyanya dengan nada kecewa, karena Lea telah menepis tangannya yang baru saja, hampir menyentuh wajah cantik milik wanita itu.


"Ti--tidak, sebaiknya Anda pergi sekarang. Karena aku harus bersih-bersih!" ketusnya, membuat senyum yang tadinya terbit di wajah tampan milik seorang pria seketika, meluntur dengan cepatnya. Hanya karena perkataan ketus, dari sang wanita yang membuat senyum tersebut hilang sekejap mata. Berganti wajah datar, dengan raut kekecewaan yang terlihat.


"Kakak ... Kenapa jadi seperti ini? Apakah, Kakak masih marah karena hal itu? Jika memang tolong maafkan aku Kak, aku benar-benar bersalah. Maafkan aku! Aku mohon, jangan membuatku tersiksa seperti ini. Maafkan aku! Aku mohon!" pintanya dengan lirih sembari menyatukan kedua tangannya, dihadapan Lea.


Lea terlihat terkejut, dibuatnya namun keterkejutan tersebut tidak ia perlihatkan begitu saja. Claude benar-benar meminta maaf, ia mengira pria itu akan tidak peduli begitu saja.


Namun nyatanya tidak. Dia bahkan sampai, melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, kepada orang-orang terdekatnya termasuk keluarganya. Lea jadi terharu dibuatnya.


Melihat Lea, yang hanya diam tanpa bergeming sama sekali. Membuat Claude, seketika kesal benar-benar ia tidak pandai merayu seseorang yang sedang marah, terlebih lagi seorang wanita.


Jika dibandingkan dengan Caca, tentu saja beda jauh. Caca akan berhenti marah jika sudah, dibelikan boneka Barbie. Sedangkan Lea apakah dia harus begitu juga? Tentu saja jawabannya tidak! Lea itu wanita dewasa. Mana mungkin mau dibelikan boneka Barbie (😭)


Sementara Lea, wanita itu terlihat bingung mau menjawab apa.


***

__ADS_1


Lalu Lea, menyuruh para pembaca buat dukung hubungan dia dan Tuan Muda 🙏😌


Yuk votenya, komennya, likenya. Arinda gak minta lebih kok kalau boleh seperti itu hehe~


__ADS_2