Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 62. Siapa yang ulang tahun?


__ADS_3

"Caca ambilkan, kotak P3K!" titah Claude kepada adiknya, Caca pun menganggukkan kepalanya dengan segera ia berlari mencari kotak P3K didalam laci. Sebab di setiap ruangan yang berada didalam Mansion, selalu memiliki kotak P3K. Jadi mereka tidak perlu lagi, keluar dari ruangan tersebut untuk mencarinya.


"Ini Kak," Claude langsung menerimanya, ia segera membuka isi kotak berwarna putih tersebut dengan lambang tambah di atasnya. Lea terlihat kesal, ia hanya diam tanpa berkomentar apapun. Claude mengambil plester, lalu segera memasangnya pada luka tergores tak seberapa itu.


"Selesai, apa sakit Kak?" tanyanya, dengan raut wajah tanpa dosa. Memandang pada Lea yang terlihat, kesal setengah mati sedari tadi. Ia diperlakukan layaknya orang, yang baru bangun dari komanya.


"Tidak! Kalian berdua terlalu, berlebihan. Kakak hanya tergores saja! Bukan sakit parah!" timpalnya terdengar kesal. Membuat Caca dan Claude, saling memandangi satu sama lainnya.


"Maksudnya?"


"Sudahlah, sebaiknya Caca segera bersiap-siaplah lalu kita turun. Teman-temanmu sudah, pada datang!"


"Baiklah Kak!" balas Caca, segera mengambil high heels kaca miliknya yang tadi, dia lepas karena ingin merampas kembali pita berwarna pink miliknya. Namun saat ini ia, tidak berminat lagi untuk memakai pita pink tersebut.


"Caca, pitamu! Ambillah, aku tidak berminat lagi."


"Ambil saja, Caca sudah tidak membutuhkannya lagi!" ketusnya seraya memakai high heels kaca di kaki mungilnya tersebut. Claude yang mendengar, Caca tidak mau mengambil pita pink miliknya lagi, pun memilih, melempar pita tersebut begitu saja ke lantai.


Tatapan matanya, tengah tertuju kepada Kak Lea yang tengah mengikat rambut panjang miliknya.


"Sudah siap! Kakak ayo!" ajak Caca, mendekati Lea yang sudah selesai mengikat rambutnya.


"Baiklah Tuan Putri, ayo kita pergi," timpalnya hendak turun dari atas sofa. Namun Claude langsung menghalaunya membuat Lea seketika kesal.


"Kakak, kakimu terluka! Lebih baik kau, beristirahat saja!"


"Tidak! Jangan berlebihan, ini hanya luka kecil. Lagian ini hanya tergores saja bukan, terpotong!" sambungnya dengan kesal, mendorong tubuh kekar Claude sedikit berpindah agar memudahkannya untuk berdiri.


"Ayo Kakak!" ajak Caca, langsung menggandeng tangan Kak Lea dan mengajaknya pergi dari dalam ruangan, menyisakan Kakaknya sendirian yang diam menatap kedua perempuan itu pergi.


"Ya ampun, kenapa aku jadi berlebihan seperti ini!" gerutunya segera menyusul, Lea dan adiknya yang sudah terlebih dahulu pergi kebawah tempat pesta ulang tahun terlaksana.

__ADS_1


***


"Happy birthday, Caca!" ucap semua teman sekelasnya dengan serentak. Mengucapkan selamat ulang tahun yang kesepuluh tahun, untuk keturunan Ricchan tersebut. Banyak hadiah Caca, Terima bahkan sebagian tempat terkhusus hadiah ulang tahunnya, terlihat sudah full lantaran banyaknya kado yang ia dapati.


"Terimakasih semuanya, selamat berpesta!" ujarnya. Para tamu pun menyoraki, dengan penuh semangat terlebih lagi, kebanyakan tamu pestanya adalah anak-anak kaya raya, dari keluarga konglomerat yang satu sekolah dengannya. Membuatnya dibanjiri banyak sekali kado ulang tahun. Bahkan ada yang membawa, lebih dari satu kado.


Caca jadi, senang sendiri. Namun disisi lain, ia sedih sebab potongan kue pertamanya harus jatuh kepada Kakaknya dan bukan daddy kesayangannya. Padahal dia sudah, berharap penuh pesta ulang tahunnya tahun ini, akan menjadi pesta yang harusnya, menjadi paling bermakna. Namun, harapan tersebut pupus ketika mengetahui berita kurang mengenakan, datang dari daddy kesayangannya yang saat ini jatuh koma, yang mengharuskan dirinya berpesta dan merayakan ulang tahunnya tanpa kehadiran daddy kesayangannya, dan juga mommynya.


"Caca, kenapa kau diam hem? Kenapa tidak bergabung bersama teman-temanmu? Ini adalah pestamu sayang." Lea menyadari, akan kesedihan yang tengah Caca rasakan saat ini. Ia pun sedari tadi, tidak lepas mengawasi Caca dari ujung sana.


"Aku tidak mau Kak, Kak Lea bisa menolongku?"


"Ya, menolong apa hem?"


"Tolong, ambilkan aku jus itu Kak. Sepertinya enak!" pintanya, menunjuk pada gelas yang berisikan jus apel yang berada di atas meja panjang.


"Baiklah, tunggu sebentar!"


"Ini Nona."


"Terimakasih, ya!"


"Caca ini, minumlah. Apakah kau lelah?" tanya Lea, memberikan segelas jus apel kepada Caca.


"Tidak juga, tapi aku sedikit kesal Kak!"


"Kesal kenapa? Siapa, yang telah berani membuatmu kesal? Beritahu kepada Kakak." Ujarnya dengan penasaran, menunggu perkataan Caca selanjutnya karena gadis kecil itu, tengah meneguk segelas jus yang Lea berikan kepadanya.


"Habis. Caca kesal, kepada Kak Claude! Yang ulang tahun Caca. Tapi kenapa dia yang, sibuk dan marah-marah tidak jelas Kak, dia bilang. Caca ini seperti anak-anak saja, kan Caca memang anak-anak!" kesalnya dengan menggebu-gebu. Membuat Lea tertegun mendengarnya.


'Kau memang anak-anak Caca, tapi cara bicaramu dan tingkah laku mu yang seperti orang dewasa, aku pun kalah, padahal aku yang tua disini. Eh bukan aku yang tua, tetapi Alfa,'

__ADS_1


"Kakak, kenapa diam? Apa Caca, salah bicara?"


"Tidak! Tidak sama sekali, Caca sudah? Mau tambah lagi?" Caca menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Kakak, Caca lelah. Caca mau beristirahat saja!" ujarnya dengan menguap, menahan matanya agar tetap terbuka. Lea yang melihatnya jadi tidak tega, tetapi pesta ulang tahunnya masih berlangsung saat ini. Tidak enak, jika Caca Tuan rumah, pergi begitu saja meninggalkan tamunya.


Tapi apa boleh buat, disini ia harus mengikuti perintah majikan.


"Baiklah, jika kau sudah lelah. Tapi tunggu disini, Kakak harus mencari Kakakmu dulu!"


"Iya!"


"Tapi Kak Lea, cepat ya. Caca mengantuk sekali."


Lea pun, mengiyakannya wanita itupun bergegas memasuki kerumunan untuk mencari, Tuan Muda Claude yang entah pergi ke mananya padahal beberapa menit yang lalu, dirinya melihat pria itu tengah mengobrol bersama teman-temannya, yang Lea tidak kenali satu orangpun.


"Ya ampun, kemana anak itu? Selalu menyusahkan saja!" hardiknya, menatap sekelilingnya mencari-cari Tuan Mudanya tersebut. Karena Lea ingin, meminta kepada Claude agar meng-handle pesta ulang tahun Caca yang sedang terlaksana.


"Kemana dia? Pasti, dia berada disekitar-sekitar sini saja!" gumamnya.


"Tuan Muda! Claude! Anda kemana--"


Deg!


"Ya ampun! Claude!" pekiknya dengan suara tercekat, mendapati Claude sendirian yang tengah menopang dagu di atas meja, dengan beberapa botol wine di dekatnya.


Lea seakan tak percaya, dengan apa yang ia lihat saat ini. Claude meminum wine? Meminum, minuman beralkohol itu?! Benar-benar kejutan yang mengejutkan. Jangan-jangan pria muda yang tengah mabuk, karena pengaruh alkohol itu bukanlah Tuan Muda Claude, melainkan orang lain yang memiliki wajah yang mirip dengan Tuan Muda, serta pakaiannya yang tidak sengaja sama?


Lea benar-benar dibuat terkejut, ia tidak pernah menyangka Claude akan berani meminum alkohol hingga menghabiskan dua botol sekaligus. Benar-benar gila! Dengan penuh amarah, Lea mendekati pria muda yang ia anggap itu bukanlah Claude Tuan Mudanya, melainkan orang lain yang tengah menyamar menjadi Claude.


***

__ADS_1


Note: Kalau suka, jangan lupa vote, komen, dan likenya ya, kalau perlu bagi gift 🤣❤🙏


__ADS_2