
"Claude, kapan pulang? Sudah makan belum? Kalau belum sini Kakak sendok kan!" tawar Lea. Tetapi Tuan Muda malah diam, tak berkutik.
"Kak ... "
"Ya, ada apa Tuan Muda? Apa pengen Kakak, buatin sesuatu yang panas? Atau yang biasa?" tanya Lea lagi.
Tetapi lagi-lagi, Claude diam sepertinya dia frustasi karena Lea tidak peka sama sekali terhadap dirinya.
"Kak, lain kali jangan bantu aku lagi. Ini terakhir Kakak membantuku, membuatkan segalanya untukku. Dan untuk Kak, Yunda suruh dia berhenti karena aku ingin memperkerjakan seseorang, yang aku inginkan!" sahut Claude dengan tiba-tiba.
Membuat Lea, terdiam. "Benarkah? Baguslah, lagian Kak Yunda juga mau berhenti," sahut Lea cengengesan.
Membuat, Claude semakin frustasi. Dia mengira, Kak Lea akan kepo akan hal tersebut tetapi ternyata tidak, malahan Kak Lea mendukung keinginannya tersebut. Berarti, Kak Lea tidak mempedulikannya membuat Claude beranggapan jika Lea, tidak pernah mempedulikannya selama ini.
"Kakak jahat, baiklah. Aku pergi sekarang!" tukas Claude dengan tergesa-gesa berlari, menuju ke kamarnya.
Meninggalkan Lea, yang terlihat diam.
'Apakah, aku salah berbicara? Ya ampun, anak itu mengapa sensitif sekali. Lagian terserah dia mau mempekerjakan siapa, lagian dia Tuannya disini,' batin Lea.
"Kak," panggil Caca yang sedari tadi diam, melihat hal yang terjadi diantara Kakaknya dan Kak Lea.
"Ya Caca!"
"Kak jangan diambil hati, semua perkataan Kak Claude. Biasanya dia suka berbohong, lagian siapa sih yang Kakak mau jadikan perawat barunya? Caca heran, kadang-kadang Kak Claude menyebalkan kadang juga menyedihkan," sahut Caca.
__ADS_1
Lea pun tertawa, menanggapinya.
'Ya ampun, anak-anak ini mengapa semakin hari mereka semakin bertambah dewasa ya? Apa aku yang terlalu tua sekarang,'
"Ca, mau nambah lagi gak?"
"Mau! Banyakin, beef stiknya dong Kak." Pinta Caca.
***
"Sayang, how are you?"
"I'm fine mom. Mom, aku merindukan Anda bagaimana kabar dad?"
"Sudah membaik sayang, tapi kata Dokter dad harus dirawat lagi. Bagaimana kabar adikmu? Sehat, 'kan?"
"Bukannya, Kak Yunda ada? Mengapa ingin yang baru? Apakah kau berbuat nakal, lagi?"
"Tidak, aku bukanlah anak laki-laki seperti itu mom. Aku benar-benar ingin, perawat baru dan orang itu sudah ada disini!" ucapnya.
"Benarkah? Ya ampun, Putraku ini kau itu sudah besar bukan? Mengapa menginginkan perawat untukmu? Bukankah kau sudah bisa sendiri, sayang?"
"Tidak, aku masih kesusahan untuk memakai pakaianku sendiri." Ujarnya.
"Ya ampun, terserah kau saja. Berbuatlah sesuka hatimu, mom hanya mengikut lagian siapa wanita yang ingin kau jadikan pembantu mu, di pagi hari?"
__ADS_1
"Kimberly, namanya Kimberly mom. Dia gadis manis dan cantik, dia yang akan menjadi perawat ku setiap hari di Mansion. Perawat sekaligus kekasih!" ucapnya tersenyum, membayangkan sosok gadis cantik yang memiliki, bola mata dan rambut yang panjang seperti seseorang yang dia sukai.
Deg!
"Kau sudah gila, Claude! Jangan macam-macam, kepadanya. Mom takut!"
"Aku tidak berbuat macam-macam mom tenang saja, melainkan aku akan berbuat satu macam!" ujarnya sumringah.
Membuat wanita parubaya yang dia panggil mommy, tersebut geram. Akan aksi dari Putra semata wayangnya tersebut.
"Mom tahu, jika kau menginginkan Lea bukan? Jangan begitu sayang. Ingat, perbedaan umur kalian, Lea itu seharusnya kau anggap Kakak! Dia sudah banyak berjasa pada keluarga kita. Tolong hargai dia, mom tidak ingin membuatnya terluka hanya gara-gara kelakuanmu, huh!" terdengar kemarahan dari mom Veronica.
Benar-benar, Claude menguji kesabarannya. Bagaimana jika suaminya tahu, kelakuan Claude pastinya suaminya akan sangat murka sama seperti dirinya.
"Sayang, jangan berbuat seperti itu mengerti. Mom tegaskan--"
"Mom, sudahlah. Semuanya sudah terlambat, aku matikan ya!"
Bruk!
Tampak ponsel tersebut, dibuang begitu saja oleh Claude.
Dengan kesal, dia membuang segalanya yang dia lihat.
"Huh, benar-benar menyebalkan! Aku hanya menginginkan Kak Lea! Hanya Kak Lea!" pekiknya, membuang segalanya.
__ADS_1
Dengan sangat frustasi. Antara obsesi ingin memiliki, dan rasa cintanya yang tumbuh secara tiba-tiba ketika pertama kali menatap wajah cantik tersebut. Kedua bola mata yang indah, dengan rambut panjang berwarna coklat inikah cinta pada pandangan, pertama?