Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 17.(Kimberly Part 2 end)


__ADS_3

"Mom, sebenarnya aku agak malu untuk memikirkan ini. Tapi!" Kimberly tampak mengantungi perkataannya, dia tampak malu dengan wajah yang merona. Membuat Caca, yang diam-diam bersembunyi mendengar percakapan orang-orang dewasa yang berada di hadapannya tersebut, seketika memalingkan mukanya.


Merasa sangat jijik, atas apa yang Kimberly ucapkan tadi. Dia memanggil, mommnya dengan nada yang terdengar sangat manja dan memanggilnya dengan embel-embel mom. Padahal dia baru calon, belum resmi menjadi pasangan kakaknya. Karena rencana pernikahan mereka, masih diundur mengingat Claude yang belum selesai akan sekolahnya.


Apalagi dia adalah seorang pemimpin, selanjutnya Ricchan. Maka dia perlu belajar lebih dalam lagi, tentang dunia bisnis. Dan Kimberly siap menunggu, karena dia juga memiliki sebuah karir yang tengah naik daunnya.


Ck, benar-benar tak tahu malu.


Caca menatap pada Kimberly, dengan sangat tajam berdecak sebal. Melihat bagaimana Kimberly tersenyum selebar itu, di tengah-tengah suasana tegang yang terjadi didalam ruangan. Hanya dialah yang tersenyum, membuat Caca jijik karena gadis itu berlagak sok akrab kepada mommnya. Bergelanyut manja, membuat Caca bertambah kesal.


Jengah, terlalu menatap Kimberly. Caca pun mengalihkan pandangannya, kepada sang Babysitter yang tampak diam, dengan wajah yang datar tanpa ekspresi apapun. Membuat Caca, semakin menduga-duga, melihat bagaimana Kak Lea memasang wajahnya yang seperti itu, padahal biasanya dialah yang paling bahagia di Mansion.


"Kalian sudah tahu 'kan? Apa yang perlu, kalian siapkan. Dan kamu Claude, pelan-pelan bukalah hatimu untuk Kimberly, cobalah untuk mencintainya dari sekarang! Ini perintah, dan jangan menolak!" tegas Nyonya Veronica dengan sorot mata, yang serius kepada Putra semata wayangnya.


Claude diam, tidak mempedulikan perkataan mommnya matanya tengah sibuk, memperhatikan sosok cantik yang tampak diam sedari tadi. Mengangkat bahu, dengan acuh melontari tatapan tak suka kepada Kimberly. Pertanda dia, menolak keras pertunangan tersebut.


Kimberly bergeming, wajahnya tampak berubah masam. Nyonya Veronica kembali berbicara. "Claude, kali ini mommy memaksa! Jangan membantah! Ini demi kebaikanmu, Kimberly wanita yang baik, dia wanita berkarir, berbakat, bertalenta! Dia tipe idealmu, bukan? Lagian derajat kalian sama! Jadi, terimalah dia!" lagi dan lagi, Nyonya Veronica melontarkan perkataan yang menyindir, bagi Lea.


Apakah mereka sengaja, berbicara seperti itu. Untuk merendahkannya! Lagian Lea, tahu diri, dia itu siapa untuk disandingkan dengan Tuan Muda Claude yang bagaikan langit dan bumi. Tanpa disindir pun, Lea sudah sadar diri.


Claude berdecak kesal, mommnya masih tak mengerti! Dia tak mengerti, keinginan putranya sendiri. Mau secantik apapun Kimberly, tetap yang menjadi pemenangnya adalah wanita yang sekarang yang telah mengisi hatinya. Wanita yang usianya jauh, di atasnya yang selalu terlihat bersinar jika sedang bahagia, senyuman hangatnya membuat Claude jatuh hati! Bukan karena bentuk rupanya.


Bagi Claude, wanita itu adalah seseorang yang penting untuknya yang, harus dia lindungi. Untuk tipe, Claude menyukai segala rupa wanita tersebut walaupun wanita itu, memiliki sejuta kekurangan.

__ADS_1


"Aku mencintai, orang lain mom. Dan orang itu, bukanlah Kimberly! Dia wanita yang manis, dan aku jatuh hati kepadanya."


Deg!


Seketika, semua orang terdiam. Kimberly tampak terkejut, memasang wajah sedihnya sementara Nyonya Veronica tampak kesal, ternyata Putranya itu benar-benar mempunyai sebuah pendirian, padahal kurang apanya lagi Kimberly, dia gadis yang cantik sepadan dengan Claude mereka pun sama-sama, mempunyai status dari keluarga kaya raya. Tetapi Claude, malah mencintai wanita lain yang orang lain pun bisa terkejut mendengarnya apalagi melihat, sosok orang yang Claude cintai.


Pasti mereka akan, berpikir-pikir. Lea tampak terkejut, ketika mendengar bahwa Tuan mudanya sedang mencintai orang lain, dan yang membuat Lea terkejut, orang beruntung tersebut bukanlah Nona Kimberly. Padahal kalau dilihat-lihat, mereka pasangan yang serasi, apalagi status mereka yang jelas dari keluarga kaya dan terpandang.


Kira-kira, siapa orang itu ya? Beruntung sekali dia, haha ... Kenapa aku jadi penasaran begini


Lea tampak bergumam, memandang Claude yang menatapnya balik. Membuat Lea dengan reflek, menundukkan kepalanya rasanya jantungnya ingin copot, debaran terdengar keras. Membuat Lea, gelagapan sendiri.


Kenapa harus berdebar sih?


Nyonya Veronica, berdeham memecah keheningan yang datang beberapa menit yang lalu. Menatap kepada Kimberly, yang tampak sedih senyum diwajahnya pun menghilang entah kemana.


"Claude ... "


"Mom, jika Anda ingin membahas yang tadi lagi. Izinkan aku pergi! Aku muak mommy, mengapa Anda selalu saja memaksaku? Bertunangan dengan orang yang tidak, aku cintai?" Claude tampak frustasi menatap mommynya, dengan tatapan yang tidak bisa dijabarkan hanya dengan kata-kata.


Nyonya Veronica tampak terkejut, melihat kegigihan Claude dalam menentangnya. Padahal Putranya itu, tidak pernah menentangnya seperti ini, Veronica jadi kepikiran jika ini kesalahan Lea sepenuhnya. Padahal Lea, tak bersalah dalam hal ini karena Lea tak pernah menyuruh Claude jatuh hati kepadanya. Jadi berterimakasih lah, kepada Lea Nyonya Veronica jika bukan karena dia Claude tak akan pernah melihat dunia luar.


"Claude! Duduklah, dan dengarkan mommy! Ini semua demi kebahagiaanmu!" tegas Nyonya Veronica. Claude berdecih, menatap tajam Kimberly yang tengah mengeluarkan air mata buayanya. Dan Claude tahu itu, dia bahkan sudah menyelidiki latar belakang Kimberly, jauh-jauh sebelum dia menerima gadis itu sebagai kekasihnya. Claude sudah tahu semuanya, bahkan dia tahu rumor bullying yang telah Kimberly lakukan dulu.

__ADS_1


"Mommy membicarakan, tentang kebahagiaan! Tetapi apakah mommy peduli, jika kebahagiaanku bukan dengannya! Jadi mom, berhentilah! Aku dan Kimberly memang berpacaran tetapi kami hanya berpacaran! Tidak akan pernah lebih dari itu?!" Claude terdengar tegas, menekan setiap perkataannya.


semua orang, tampak diam. Termasuk Lea yang sedari tadi menyimak, tanpa berkomentar karena takut salah bicara. Apalagi, orang-orang yang dia hadapi mempunyai sikap keras kepala, dan tidak mau diatur apalagi dengan pendirian mereka.


Jadi jangan heran, jika sikap Tuan Muda kadang menyebalkan dan susah diatur semua turun-temurun. Apalagi watak Nyonya Veronica, yang tidak mau keinginannya, ditolak begitu saja. Dan Lea memaklumi hal itu, tanpa terkecuali Kimberly karena dia baru disini. Tetapi Lea melihat, Kimberly secara perlahan ikut memaklumi hal seperti ini juga.


"Satu lagi, mom bagaimanapun aku menghormatimu sebagai orang paling berarti dalam hidupku. Aku sudah dewasa sekarang, umurku sudah memasuki enam belas tahun. Mulai sekarang mulailah berpikir sebelum mengambil keputusan, mommy akan menyesal jika mengetahui segalanya tentang dia. Yang mommy lihat baik, terkadang mempunyai segala kejahatan yang mom tidak tahu. Jangan lihat dari penampilan, ataupun statusnya lihat dari hatinya bagaimana caranya saat dia tersenyum kepada dunia, dan bagaimana caranya dia bertingkah baik kepada orang-orang. Wanita itu, aku mencintainya dia baik, dan aku sudah membuktikannya sendiri." Claude berucap, sambil menatap kepada Lea.


Sementara Lea, yang ditatap hanya bisa menundukkan kepalanya. Rasanya aneh, benar-benar aneh.


Enam belas katanya, aku tidak percaya! Enam darimana astaga Tuan Muda Anda benar-benar menggemaskan, tidak! Aku seperti sedang melihat Caca. Mereka benar-benar mirip, Caca versi pria.


Batin Lea.


***


Bersambung ....


Maaf updatenya, satu bab semalam. Soalnya saya anak sekolahan maklum hehe ~


Sepertinya, beberapa hari yang akan datang saya bakalan benar-benar sibuk dengan kegiatan disekolah. Mohon dukungannya ya, saya akan sempatkan waktu buat update jadi pantengin terus ya 🙏


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2