Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 18. Semangkuk mie


__ADS_3

Beberapa jam kemudian ...


Aku mencintai seseorang, dan orang itu bukanlah Kimberly. Dia orang yang baik, jauh lebih baik dibandingkan gadis kesukaan mommy.


Kalimat itu, selalu terngiang-ngiang dibenak Lea. Rasa penasarannya begitu besar, dia ingin tahu siapa wanita beruntung itu. Tetapi pikirannya, mengatakan tidak! Ini semua bukanlah, urusannya. Jadi untuk apa, dia penasaran tentang siapa yang Tuan Muda sukai.


"Kak Lea!" pekik Caca, dengan suara cemprengnya memanggil Lea dengan sangat nyaring hingga membuat, seseorang yang sedang fokus pada gadgetnya tampak menatap kearah Caca, dengan tatapan kesal.


Bukannya merasa bersalah, Caca malah teriak sekali lagi, hingga datanglah orang yang dia panggil. Lea tampak kusut, pakaiannya sudah tidak beraturan bahkan noda tepung terlihat jelas, di pakaiannya wanita muda itu, tampak memakai celemek. Sepertinya dia sedang memasak, lari terbirit-birit ketika mendengar teriakan Caca.


Tampak guratan lelahnya, tetapi dia terus saja tersenyum membuat seseorang yang berada di pojok tersebut, kesal. Terlalu memikirkan pekerjaannya, sampai lupa dengan kesehatan sendiri. Begitu pikirnya.


"Iyaa, Ca. Ada apa? Butuh sesuatu ya? Mau Kak Lea, ambilkan?" Lea tampak tersenyum, di tengah-tengah rasa lelah melandanya. Dia tetap tegar, bagaimanapun ini tugasnya untuk menyiapkan makanan, untuk Two C.


Sebenarnya, di Mansion ada banyak sekali koki. Tetapi Caca menolak, jika makanannya dibuat oleh koki dia lebih menyukai masakan buatan Kak Lea karena menurutnya, rasanya begitu enak dan beda dengan buatan koki. Dan Caca menyukainya, ternyata bukan hanya Caca yang menyukai masakan Lea. Tuan Muda Claude pun sama, dia bahkan enggan memakan masakan koki mau dia koki terkenal sekalipun, masakan Kak Lea tetap tidak ada tandingan apalagi ayam panggangnya dengan sambal favorit mereka, yaitu sambal tomat.


Ada-ada saja, kelakuan orang kaya. Biasanya Lea selalu mengatakan hal tersebut, sambil menggelengkan kepalanya. Merasa sangat heran, mengapa Tuan Muda beserta Nona mudanya, begitu menyukai masakannya, yang jelas jauh berbeda dengan masakan koki-koki tersebut. Bahkan two C, sampai membanding-bandingkan masakan Lea dengan para koki Mansion.


Dan Lea tentu saja, malu! Bisa-bisanya mereka berpendapat seperti itu.


Tetapi jujur saja, Lea memaklumi hal tersebut. Mereka pasti bosan, hanya memakan-makanan dengan porsi sedikit serta, hiasan yang tidak berguna tersebut pikir Lea. Walaupun sejujurnya, Lea ingin merasakan masakan para koki.

__ADS_1


Tidak seperti dirinya, yang selalu apa-apa harus pakai nasi. Karena makan tanpa nasi, tidak mengenyangkan.


"Kakak, lagi ngapain? Kenapa ada banyak tepung, di baju Kakak dan wajah Kakak?" Caca bertanya, tanpa menggunakan titik ataupun koma kepada Lea. Sambil memutari tubuh Lea, yang terlihat kaku.


"Eh, maaf Ca. Kakak lagi masak tadi, tapi Kakak dengar teriakan kamu, makanya Kakak cepat-cepat datang." Tukas Lea cengengesan.


"Begitu." Balas Caca dengan polosnya. Memeluk pinggang Kak Lea, Lea beberapa kali menepuk bahu Caca untuk melepaskannya karena sadar pakaiannya yang kotor akibat terkena tepung saat membuat, mie tadi.


Ya Lea membuat mie, sebagai menu makan malam hari ini. Apalagi stok mereka sedang banyak, daging beserta sayuran membuat Lea melanjutkan dengan membuat tumis daging kesukaan Caca, sambil dinikmati dengan semangkuk mie.


Lea jadi merindukan, mie buatan mendiang ibunya. Seketika air mata Lea jatuh, pada saat membuat adonan mie tadi rasanya dia seperti, merasakan bahwa ibunya sedang ikut bersamanya membuat mie.


Dan Caca pun menurut, menatap kepada Kakaknya yang tengah sibuk memainkan gadgetnya tanpa mempedulikannya.


Caca tampak mendengus, memandang Claude dengan tatapan sebal sambil memayunkan bibirnya.


"Kakak, tumben banget di rumah, biasanya pergi keluar!" Caca mulai bercoletah panjang kali lebar. Yang hanya didiamkan oleh Claude sendiri. Karena dia tahu, gadis kecil itu akan diam ketika dia merasa lelah karena perkataannya tak diladeni.


Jika terus diladeni, percakapan itu akan sangat panjang tidak akan pernah berhenti sampai si pelaku capek.


Beberapa menit kemudian, kini Kak Lea datang membawa nampan yang berisikan segelas jus wortel beserta susu hangat. Caca tampak tersenyum tadi, tetapi senyuman itu hanya beberapa detik saja selanjutnya hanya raut kecemburuan yang terpancar.

__ADS_1


Cemburu kepada Babysitternya, yang terlihat peduli kepada Kakaknya yang sudah dia anggap dewasa itu. Padahal Caca, bukanlah tipe yang pencemburu bahkan dia tidak peduli, jika mommynya membanding-bandingkannya dengan Kakaknya sendiri. Bahkan mommynya itu sering pilih kasih, antaranya dan Claude tetapi Caca menganggapnya biasa, dia tidak pernah cemburu kepada mommynya yang selalu tidak adil dalam menyayangi mereka. Karena Caca berpikir, dia sudah punya Lea, baginya Lea adalah ibu keduanya yang telah merawatnya sedari bayi.


Padahal Lea, masih sangat muda dihari itu. Tetapi Lea sudah terlihat, seperti seorang ibu diusianya yang muda.


Caca begitu bucin kepada Lea, dia bahkan selalu cemburu jika Lea memperlakukan Kakaknya lebih daripada dirinya. Lea begitu hangat, dan mudah akrab dia orang yang ramah, dan baik makanya semua orang menyukainya walaupun wajahnya dibawah standar tetapi hatinya sangatlah baik.


Dia selalu mementingkan pekerjaannya, dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Selain itu, Lea adalah wanita kuat, dia sudah bekerja sebagai Babysitter diusianya yang masih sangat muda saat itu. Karena membutuhkan uang, demi menghidupi keluarganya yang berada dikampung halamannya tempatnya tinggal dulu. Apalagi dia hidup sebatang kara, ibunya sudah meninggal dunia sejak dia bayi dan ayahnya.


Sudah lama pergi, entah kemana menghilangnya pria tua itu. Dan Lea sangat membenci pria itu, karena pria itu telah melukai hati mereka. Lea tidak pernah membahas masalah keluarganya, dia selalu mengatakan jika ayah dan ibunya masih hidup, mencoba menutupi kepedihan hatinya.


Dengan berbohong kepada semua orang, dia tidak ingin orang-orang memandanginya remeh. Sebenarnya Lea tidak terlalu mempedulikan, pandangan orang kepadanya. Bagaimanapun dirinya, apapun bentuknya Lea tidak akan mengubah apapun.


Dia tetap pada pendiriannya, dan menjadi diri sendiri. Itulah Lea, wanita yang penuh akan kepercayaan diri dan wanita yang ceria. Tampil apa adanya. Itulah alasannya, mengapa semua orang menyukainya dia memiliki sikap yang hangat, dan ramah kepada semua orang.


"Ih, Kak Lea susu itu buat siapa? Caca kan, minta jus wortel saja. Tapi kok, ada susu juga?" Caca tampak berpura-pura tidak tahu susu tersebut, untuk siapa. Padahal sudah jelas, untuk siapa orang itu tidaklah lain adalah Claude.


Claude anak yang tidak banyak pilih, tetapi jika berbicara tentang menu makanan dan siapa yang harus memasak. Maka tentu saja Claude, akan me milih Lea, karena masakan yang dibuat Lea bukan hanya enak tetapi menyimpan banyak makna spesial bagi Claude sendiri.


***


Lagi musim bucin ya 🤣

__ADS_1


__ADS_2