
"Kakak ..." Panggilnya, segera mendekati Lea hendak meraih tangan milik sang wanita. Namun Lea dengan kasar, menepis tangan kekar yang hendak menyentuh tangan miliknya.
Membuat wajah pria tersebut, berubah menjadi penuh kekecewaan. Lea bisa melihatnya, namun ia tidak mempedulikannya sama sekali dia masih sangat marah atas kejadian yang telah terjadi kepadanya, yang disebabkan oleh pria muda tersebut.
"Masuklah Tuan Muda, Anda tidak takut sakit?" tanyanya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Kak maafkan, aku," lirihnya, menatap sendu kepada Lea yang terlihat mengacuhkan dirinya. Membuat hatinya seketika terasa, sakit ketika melihat Kak Lea mengacuhkan dirinya.
Karena selama ini, ia tidak pernah diacuhkan oleh siapapun yang mendekati dirinya.
"Tuan Muda, masuklah! Cuaca disini sangat dingin, Anda bisa sakit nanti, ingat bulan depan Anda akan mengikuti ujian pelulusan!" tegasnya, dengan bahasa formal, membuat gendang telinga Claude yang mendengarnya, seketika kesal karena Lea lagi-lagi memakai bahasa formal kepadanya.
Claude sangat tidak suka, jika Lea memakai bahasa formal dengannya. Ia lebih suka, jika Lea memakai bahasa biasa tanpa melibatkan kata 'Anda' rasanya, benar-benar menggelikan dan menggelitik perutnya.
"Kakak ... Maafkan aku, aku bersalah! Tolong maafkan aku ya, aku janji tidak akan mengulangi perbuatan menjijikkan seperti itu lagi, aku mohon maafkan aku," lirihnya dengan berani menggenggam tangan Lea, walaupun wanita itu tampak menolaknya.
Claude tetap, mempertahankan genggamannya ketika merasakan Lea memaksa dirinya agar melepaskan genggaman tangannya.
"Tuan Muda, lepaslah! Jangan seperti ini, cepat lepaskan dan masuklah jangan membantah!" titahnya lagi. Menatap tajam kepada Claude, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Claude, pria itu sangat keras kepala.
Sudah tahu, diluar cuacanya sangat dingin. Pria muda itu malah berkoar-koar, hanya memakai jas yang tidak seberapa tebalnya. Dan tidak mau masuk kedalam Mansion, jika Lea tidak mau memaafkan dirinya.
__ADS_1
Benar-benar menyebalkan! Begitu batin Lea, berteriak. Andai pria ini bukan majikannya, sudah lama ia membuangnya di kandang buaya.
"Tidak mau! Kakak harus, memaafkan aku dulu! Baru aku mau masuk kedalam!" balasnya ketus. Membuat Lea, seketika mengepalkan satu tangannya karena satu tangannya, tengah di genggam oleh pria menyebalkan tersebut.
Benar-benar, membuat Lea darah tinggi. Disini yang seharusnya marah, adalah Lea lalu mengapa Tuan Muda Claude malah menjadi, ikutan marah juga. Lea benar-benar tidak mengerti, jalan pikiran pria itu, ia itu pintar atau bodoh sebenarnya.
"Lepaslah dulu Tuan, orang-orang akan melihat kita!"
"I don't care! Aku tidak akan, pernah melepaskan Kakak! Tidak akan!" tekannya, membuat Lea seketika diam menatap tajam kearah pria tersebut. Ada perasaan kesal, marah serta senang bercampur aduk dihatinya Lea benar-benar tidak bisa mengartikan perasaan tersebut.
Ia tidak mengerti, dengan perasaannya sendiri. Setiap melihat Tuan Muda, jantungnya tidak akan pernah berhenti berdebar dengan sangat kencang dari sebelumnya. Tidak mungkin, ia jatuh cinta dengan pria ingusan tersebut! Lea menyangkalnya ia tidak mungkin jatuh cinta kepada pria, yang berstatus sebagai majikannya itu.
"Ya ampun, Claude Kakak mohon lepaslah! Tolong lepaskan! Kakak memaafkan mu! Puas sekarang!" sentak Lea menekan, kata-katanya membuat Claude tersenyum penuh kemenangan. Bukannya melepaskan genggaman tangannya, ia malah menarik Lea hingga lebih mendekat kepadanya hingga mengikis jarak, diantara mereka berdua.
"Kakak, mau kemana?" tanyanya, ketika melihat Lea tampak berdiri, dari atas tubuhnya lalu menarik tangannya dari genggaman Claude, membuat Claude seketika menghela napasnya kasar. Kak Lea benar-benar menyebalkan ia memang orang yang tidak peka!
"Segera masuk kedalam Tuan, atau tidak Kakak tidak akan memaafkan mu dan akan--" Belum selesai Lea, berbicara Claude sudah lebih dahulu melangkahkan kakinya masuk kedalam Mansion, dengan bibir yang komat-kamit, sepertinya ia sedang menggerutui Lea. Karena ancaman Lea serasa, membuatnya takut padahal selama ini ia tidak pernah tunduk dengan ancaman, siapapun maupun orang itu lebih tua dibandingkan dirinya.
Claude tidak pernah, tunduk kepada orang-orang tetapi jika Lea yang sudah bicara maka, Claude tidak akan berani menolaknya. Ia bahkan merasa aneh dengan dirinya, yang benar-benar menurut kepada Kak Lea.
"Bagus, bersihkan diri Anda. Kakak akan membuatkan Tuan Muda susu hangat," ucap Lea hendak pergi, namun Claude segera menghentikannya karena ia sedang badmood saat ini, rasanya kopi panas bisa membuatnya kembali bersemangat lagi.
__ADS_1
"Kakak, buatkan aku kopi saja. Dan ya, satu lagi bisa tidak Kakak berbicara biasa dan santai saja kepadaku? Aku tidak suka jika Kakak, memanggilku dan berbicara kepadaku dengan menggunakan bahasa formal! Itu sangat menggelikan tahu!" ujarnya sembari memasang, wajah memohonnya kepada Lea. Agar Lea, tidak lagi berbicara dengan menggunakan bahasa formalnya lagi, Claude sungguh tidak menyukainya.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat!" balas Lea, dengan penuh penekanan. Membuat wajah Claude seketika berubah pias, menunggu kata-kata Lea selanjutnya.
"Apa syaratnya Kak? Jangan, yang aneh-aneh aku tidak akan menerimanya!"
"Ya, tapi berjanjilah setelah ini jangan menyalahkan orang-orang, dan setelah ini mulailah menerima kenyataan jika kita berbeda!" ucapnya, Claude tampak diam kedua bola matanya tampak menajam menatap kearah Lea.
"Apa maksud Kakak? Berbeda bagaimana?!" sentaknya, tak Terima jika Lea mengucapkan perkataan menjengkelkan seperti itu. Rasanya Claude ingin sekali menarik wanita itu, ke kantor KUA lalu segera menikahinya. Benar-benar menyiksa, jika selalu ia tunda, apalagi melihat Lea yang mulai mengacuhkannya membuatnya tidak Terima.
Ia harus segera bertindak, pertunangannya dan Kimberly harus segera dibatalkan! Setelah itu, Claude akan berbicara kepada Mommynya wanita yang telah melahirkan dirinya ke dunia. Walaupun kenyataannya, Mommynya akan menolak hubungannya dengan Lea, namun Claude tetap akan menikahi Lea walaupun tidak mendapatkan restu sekalipun.
Claude berani, melakukannya sekarang pun bisa ia lakukan. Namun, Claude tidak mungkin memaksa Lea yang belum bisa mencintai dirinya. Claude tahu pasti Lea, beranggapan bahwa dirinya tidak pantas bersanding dengan Claude yang sangat berbeda jauh dengannya, bagaikan langit dan bumi.
Hingga membuat Lea, menjadi seperti itu selalu menolak dirinya. Padahal apa salahnya jika mereka bersama? Tidak ada salahnya bukan, bagaimanapun mereka sama-sama manusia hanya status sosial, saja yang membedakannya lalu apa masalahnya? Claude tidak mengerti, mengapa pikiran mommynya begitu kuno?
Ia menginginkan Claude, menikahi seorang wanita yang sepadan dengannya yang berpendidikan tinggi, dan dari keluarga terpandang. Pikiran mommynya benar-benar kuno, dia lebih mementingkan ambisinya sendiri yang ingin memiliki menantu idamannya tanpa memikirkan, perasaan Putranya serta kebahagiaannya.
Mommynya, tidak pernah berpikir dengan siapa dirinya bahagia. Dan siapa wanita yang ia cintai, andai saja daddy Renan sudah sehat, dan bisa kembali ke negera tempat sekarang mereka tinggal saat ini. Mungkin daddynya itu, akan benar-benar marah mendengar berita tidak menyenangkan datang dari mommynya, yang secara tiba-tiba menjodohkannya dengan seorang gadis bernama Kimberly tanpa seizinnya dan daddynya.
Sebab daddy Renan, tahu betul apa keinginan putra semata wayangnya itu. Ia bahkan sangat mendukung kedekatan Claude dan Lea, tanpa melihat asal-usul Lea, selama membuat Claude bahagia Renan pun ikhlas menerima siapapun wanita yang akan menjadi pendamping hidup putranya itu kedepannya.
__ADS_1
Dan wanita yang tepat, adalah Lea. Hanya Lea~
***