
"Mengapa kau, datang kemari hah?! Katakan! Apakah uang yang aku berikan kepadamu, tidak cukup bagimu?!" bentaknya dengan amarah yang meledak-ledak. Membuat Kimberly seketika ketakutan, menatap sendu kearah Claude yang tengah menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Ak--aku, to--tolong jangan akhiri hubungan kita! Aku mohon Kak. Aku mohon! Daddy, hampir saja membunuhku! Karena telah membohonginya tentang alasanku membatalkan pertunangan kita!" tangisnya pecah, hendak meraih tangan kekar Claude.
Namun dengan sigap, Claude menepis tangan Kimberly lalu menatap jijik gadis malang tersebut.
"Jangan pernah, berani menyentuhku! Dasar tidak tahu malu! Pergilah!" makinya, dengan penuh amarah. Namun Kimberly tak bergeming sama sekali, gadis itu masih saja memohon kepada Claude sambil mengatupkan kedua tangannya dihadapan Claude.
"Kau! Pergi, sebelum aku membuatmu hancur! Kau menger--"
"Kak Lea ..." Lirihnya, segera berlari mendekat kepada Lea lalu memeluknya erat, sambil terisak. Lea tampak terkejut, secara tiba-tiba Kimberly memeluknya. Bahkan wajah gadis itu, terlihat sembab membuat Lea dibuat bingung.
'Nona Kimberly, Tuan Muda mereka--. Apa yang terjadi,' batinnya menatap keduanya, dengan tatapan bertanya-tanya apa yang sebenarnya telah terjadi, sehingga membuat Nona Kimberly menangis sampai sesegukan.
"Kakak! Jangan dekati dia! Dia perempuan licik Kak!" peringat Claude, segera mendekati kedua wanita tersebut lalu menarik tubuh Lea, agar lepas dari genggaman Kimberly. Lea tak bergeming, ia malah diam menatap keduanya dengan tatapan bingung bercampur terkejut.
"Kak Lea, aku--"
"Diamlah kau! Jangan sesekali, mencoba menghasut Kak Lea! Jika sampai kau berani, menghasutnya habis kau?!" bentaknya. Menatap tajam kearah Kimberly, sambil membentang tanda permusuhan diantara mereka, membuat Kimberly seketika ketakutan dibuatnya.
__ADS_1
Apalagi, tatapan tajam setajam silet Claude tujukan kepadanya. Membuatnya seketika gemetar ketakutan, sambil memaki kebodohannya sendiri. Yang telah bodoh, mengatakan kepada daddynya tentang pembatalan pertunangan, dan mengaku jika ia memiliki selingkuhan. Sungguh Kimberly menyesal, mengatakan seperti itu kepada daddynya sebab ia hampir saja dibunuh oleh daddynya sendiri.
Apalagi Claude, memberinya uang jaminan jika pertunangan mereka batal. Maka Claude, akan memberikan uang jaminan sebagai, hadiah untuknya. Nominalnya, sangatlah besar bahkan melampaui nominal yang daddynya berikan kepadanya setiap bulan. Makanya Kimberly tergiur, untuk menyetujuinya walaupun ia berat hati melakukannya, sebab dirinya sangat mencintai Claude. Namun melihat nominal uang yang Claude sodori kepadanya, membuat rasa cinta tersebut, seketika enyah entah kemana.
Kimberly pun, menyetujuinya ia bahkan telah membohongi semua orang, hanya demi uang jaminan tersebut.
"Claude! Tenangkan dirimu, kau membuatnya takut." Bisik Lea. Namun Claude tidak mengindahkan perkataan Lea, karena ia benar-benar sedang dikuasai oleh emosi yang membara saat ini.
"Jo, tarik dia keluar! Aku jijik, melihatnya. Dasar perempuan tidak tahu diri! Bit*h!" makinya, menatap sinis kearah Kimberly. Kimberly tidak Terima, jika dirinya dikatai bit*h oleh Claude. Dengan penuh keberanian, yang hampir habis Kimberly mendekat kearah Claude dan Lea yang terlihat diam sedari tadi.
"Jauh tanganmu! Segera jauhkan! Atau tidak--" Kimberly tampak, menarik kasar pergelangan tangan Lea, membuat wanita itu terkesiap lalu melempar tatapan tak percaya kepadanya, akan aksi kasar yang dilakukan gadis berwajah polos tersebut kepadanya. Karena yang seperti Lea lihat, Kimberly adalah gadis cantik, periang, dan agak sedikit kutu buku. Apalagi ia terlihat sopan, dan lemah lembut dalam berbicara sehingga membuatnya menilai jika Kimberly ini adalah gadis baik dan polos. Namun nyatanya, semua dugaan Lea salah besar, Kimberly bukanlah gadis baik-baik walaupun tampilannya selalu terlihat baik.
Akh!
Kimberly memekik, tatkala tangan kekar Claude mencengkram erat lehernya yang polos, hingga meninggalkan jejak kemerahan. Lea tampak terkejut, mulutnya terbuka lebar, tak menyangka Tuan Muda akan semarah ini, bahkan wajahnya yang selalu terlihat datar, tanpa senyuman kini terlihat menakutkan jika dilihat secara langsung.
Lea segera melerainya, namun Claude yang sedang tersulut emosi karena Kimberly gadis tak tahu diri itu, hendak membocorkan segalanya. Hingga membuatnya, mencekik leher gadis itu tanpa ampun, dan hampir saja kehabisan napas jika Lea tidak segera melerainya.
"Kakak! Lepaskan aku! Biarkan, aku menghabisinya sebelum ayahnya yang menghabisinya?!" bentaknya, merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang oleh Lea dengan sangat erat, hingga membuatnya tak dapat bergerak. Ia ingin memberi pelajaran kepada Kimberly, gadis itu harus diberi pelajaran pikirnya. Karena hampir saja membocorkan segalanya, ia tahu jika Kimberly sengaja melakukan itu agar Lea marah kepadanya.
__ADS_1
"Jangan Tuan Muda! Anda bisa, terkena masalah nantinya!"
"Biarkan saja! Aku tidak peduli! Aku, akan membunuhnya Kak! Lepaskan Kak?!" bentak Claude meraih, kedua tangan Lea yang memeluknya lalu membalikkan tubuh Lea agar, menatap kepadanya.
Sungguh Lea benci ini, ia tidak mungkin membiarkan Claude melihat dirinya yang sedang menangis ketakutan.
"Kak, kau menangis?" tanya Claude, seakan tak percaya jika Lea menangis hanya karena dirinya. Lea segera menyangkalnya, ia tidak mungkin membiarkan Claude mengetahui jika dirinya sedang menangis.
Menangis karena takut, jika sampai Tuan Muda membunuh Kimberly. Lebih tepatnya. (Claude jangan kegeeran dulu 🤣)
"Ti--tidak! Tidak sama sekali!" bela Lea, segera menepis tangan Claude yang terulur hendak meraih wajahnya. Hingga membuat Claude, terkekeh geli memandangnya.
'Masih mau, mengelak rupanya,' gumamnya.
"Kak, sebaiknya aku musnahkan saja dia!" ujarnya, sembari tersenyum penuh arti. Membuat Lea seketika gelagapan, menghentikan Claude agar tidak mendekati Kimberly yang tampak gemetaran ketakutan.
"Jangan! Jangan!" Lea memeluk Tuan Muda, sembari mengulangi setiap kalimatnya.
***
__ADS_1