Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 60. Terkuak?


__ADS_3

"Kakak, maafkan aku. Tolong! Jangan mendiamkan aku!" pintanya, dengan memelas. Hendak meraih pergelangan tangan Lea, namun Lea dengan kesal menepisnya. Baru beberapa menit ia mendiamkan, Tuan Mudanya itu, namun Claude tidak tahan didiamkan olehnya. Padahal baru beberapa menit, belum setahun.


Lea jadi kesal sendiri, dibuatnya. Sungguh menyebalkan bagaimana jika ia mendiamkan Tuan Mudanya, itu selama setahun? Apakah pria itu akan memelas terus setiap bulannya? Sungguh menggelikan.


"Kakak! Tolong jangan diamkan aku, berbicaralah ayolah Kak. Jangan seperti ini! Aku janji, akan mentraktir Kakak apapun yang Kakak, inginkan. Aku akan mengabulkannya, asalkan jangan meminta bulan, aku tidak bisa memberinya sebab bulan mustahil datang ke bumi!" ujarnya cengengesan. Membuat Lea seketika kesal dibuatnya.


'Siapa juga, mau minta bulan, aku minta kau jangan mendekatiku,' batinnya menatap jengah, kearah Claude yang tengah cengengesan.


Ingin rasanya, ku tonjok wajahmu. Enak sekali dia tertawa seperti itu. Aku juga ingin tertawa tahu


"Kakak, maaf, tolong bicaralah. Jika aku salah, tolong maafkan aku Kak! Aku benar-benar kesal, kepada gadis tidak tahu diri itu, bisa-bisanya dia ingin menghasut Kakak agar membenciku." Imbuhnya dengan marah-marah.


Membuat Lea, seketika terdiam melihat Claude yang sedang marah-marah. Dan tentu saja, objeknya tidaklah lain, adalah Kimberly.


"Ingin sekali ku, lenyapkan gadis tidak tahu diri itu. Kalau bisa aku ingin pergi, ke rumah sakit lalu melenyapkannya!" ujarnya dengan menggebu-gebu, sembari memperlihatkan kepada Lea kepalan tangannya tepat di hadapan wanita itu.

__ADS_1


Hingga membuatnya, seketika takut akan omongan Claude. Yang mengatakan ingin, pergi ke rumah sakit untuk melenyapkan Kimberly. Dan tentu saja Lea, menjadi takut dan khawatir sebab dirinya juga bertanggungjawab penuh atas hal ini. Apalagi Claude, mengatakannya dengan amarah hingga memperlihatkan, kepalan tangannya kepada Lea.


Tentunya Lea, tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan membiarkan Claude, pergi begitu saja untuk menemui Kimberly lalu melenyapkannya. Bisa bahaya nantinya. Di tengah-tengah kekhawatiran akan perkataan Claude tadi, yang mengatakan jika akan pergi ke rumah sakit tempat Kimberly, saat ini berada, hanya untuk membunuhnya. Tanpa Lea sadari, Claude tengah tersenyum penuh arti menatapnya.


Rasanya puas sekali, melihat wajah Lea yang tengah khawatir akan perkataannya yang tadi. Padahal Claude, hanya bermain-main saja, ia tidak serius akan ucapannya itu. Sebab ia juga, pastinya berpikir dua kali, untuk apa dia mengotori tangannya sendiri, hanya untuk membalas perbuatan Kimberly itu? Lebih baik ia, diam namun orang-orangnya yang akan membalasnya tanpa Claude komando lagi. Untuk menghancurkan, keluarga Kimberly yang sangat cinta harta dibandingkan putri kandung mereka sendiri.


Dan tentunya, bukan dengan cara kotor. Yang terpenting ia sudah memperingati kepada gadis itu, jika sampai dia menampakkan wajahnya lagi. Maka jangan menyesali, jika Claude berbuat macam-macam kepadanya. Claude bisa licik! Dan bisa jauh lebih brutal, dari seekor singa dalam mencabik-cabik mangsanya. Yang perlu Kimberly ketahui, Claude hanya menyukai satu orang, dan itu bukan dirinya! Dia perlu sadar diri, karena Claude tidak pernah menoleh ataupun melihat kearahnya.


Claude memacarinya, hanya karena sebagai pelampiasan untuk melancarkan aksi-aksinya tersebut. Awalnya dia mengira, Kimberly adalah gadis baik-baik, karena berpenampilan sederhana layaknya wanita baik. Namun nyatanya, gadis itu sama saja seperti para wanita di luaran sana yang mengejar dirinya. Ia hanya berpenampilan seperti itu, hanya untuk membuat dirinya terlihat baik di hadapan keluarga besar Ricchan terutama Claude calon tunangannya.


Nyatanya mereka mengincar, harta keluarganya. Mereka ingin menguasai perusahaan daddynya, dan Claude tidak Terima akan hal itu, makanya dia bersandiwara mengikuti alur permainan Kimberly hingga pada akhirnya, satu-persatu sifat asli gadis itu terkuak dengan sendirinya.


Tapi untungnya, Claude sudah membereskannya. Ia dengan cepat menyelidikinya, semua orang memang selalu beranggapan jika dia adalah remaja yang tidak tahu apa-apa karena wajahnya, yang polos dan selalu terlihat datar tanpa ekspresi apapun. Namun mereka hanya, menilai dibalik penampilan yang ingin mereka nilai dan lihat saja. Tanpa mereka sadari, dia lebih cerdik dari apa yang mereka lihat. Claude bukanlah remaja ingusan, yang selalu bertindak dengan kekanak-kanakan.


Dia jauh lebih handal, bahkan bisa membuat Alfa yang tadinya pintar menjadi pria bodoh. Karena telah termasuk kedalam perangkap Kimberly gadis jala*g tersebut. Untung saja, ada Jo di sana siap memantau keadaan di rumah sakit sebab, Kimberly tengah melancarkan aksi kotornya itu. Dan Claude tahu itu, makanya ia memilih tidak melenyapkan gadis itu.

__ADS_1


"Jangan pergi Claude, mending kau istirahat saja. Kakak akan membuatkan susu untukmu!" sahutnya hendak pergi membuatkan Tuan Muda susu, namun Claude segera mencegahnya.


Lea kembali pada tempatnya, seperti semula. Tatapan keduanya bertemu cukup lama. Sebelum akhirnya Lea memutuskan kontak mata, yang bertahan beberapa menit tersebut ketika ia merasakan debaran jantungnya, yang berdebar sangat kuat didalam sana. Kedua bola mata, berwarna biru laut itu terasa menghipnotis dirinya hingga membuatnya tidak mau lepas, untuk menatapnya.


Lea panas dingin sendiri dibuatnya. Sungguh, berada di dekat Tuan Muda dengan jarang yang cukup dekat ini, membuat keadaan jantungnya sungguh tidak aman. Entah mengapa jantungnya itu berdebar sangat kuat hanya karena tatapan teduh, tersebut. Padahal merek setiap, hari bersitatap seperti ini, namun mengapa baru sekarang jantungnya berdebar sekencang ini? Lea tidak mengerti, dengan perasaannya sendiri di satu sisi, ia mengelak namun disisi lain, ia menyukai hal tersebut.


Kedua bola mata berwarna biru, yang selalu menatap dirinya dengan tatapan teduhnya. Serasa menghipnotisnya, agar tidak berpaling dari tatapan mata itu. Ini menjadi dejavu, untuk diri Lea sendiri.


Dan ternyata, bukan hanya Lea saja yang merasakan hal seperti itu. Claude pun sama, kedua bola mata berwarna cokelat tajam yang selalu menatap dirinya itu, dengan ekspresi yang terkadang tak menentu. Ternyata selalu membuat dirinya, terkadang menjadi kepikiran. Ia tidak bisa menjabarkannya, hanya dengan kata-kata, ada perasaan tersendiri dihatinya akan tatapan dari sang wanita yang entah, kapan dan darimana nya, namanya sudah berada dihatinya.


Tatapan itu, seakan mengajaknya untuk selalu berada di dekat wanita itu, dan melindunginya. Dimata Claude Lea, seperti seekor kucing mungil nan lucu, yang perlu ia lindungi.


***


Lalu dimata reader's? Seperti apa?

__ADS_1


Yuk, jangan lupa like, votenya 🙏💕


Note: Alur berjalan, sesuai pemikiran Author. Jadi maaf jika alurnya naik turun, ini murni hasil pemikiran author sendiri.


__ADS_2