Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 7.


__ADS_3

Seperti yang, Tuan Claude bilang. Kini Lea telah siap dengan menggunakan dress, selutut serta rambut yang diuraikan tidak lupa riasan make-up walau hanya sedikit.


"Astaga! Kenapa aku harus berpenampilan seperti ini?!" Lea tampak terkejut menatap, pantulan dirinya dari cermin.


"Aku harus gantian! Tapi--"


"Kak Lea! Kak Lea!"


Terdengar suara melengking, Caca mengetuk-ngetuk pintu kamar Lea dengan sangat kuat.


"Mereka sudah pulang! Ya ampun, bagaimana ini? Benar-benar memusingkan!" kesal Lea dengan tergesa-gesa, mengambil sisir lalu memperbaiki ulang rambutnya dengan cara, membuatnya berantakan ulang.


Lea tidak boleh tampil, rapi. Karena bisa saja, Tuan Muda beranggapan jika Lea tampil rapi hanya untuknya.


Ceklek!


"Kak Lea--"

__ADS_1


"Astaga, rambut Kakak kenapa? Lipstik itu? Wah Kak Lea habis kencan ya?" tebak Caca sembari tertawa, memerhatikan penampilan Kak Lea dari atas sampai bawah, yang bagaikan gembel.


"Gak Kok, Caca udah pulang? Sendirian?" tanya Lea sembari, menengok kanan-kiri tidak ada orang selain Caca.


"Gak, pulang bareng Kakak Claude. Tapi aku diturunin di jalan raya Kak, apes banget capek letih lesuh!" Caca mulai melapor, dan berakhir memaki kakak laki-lakinya tersebut.


"Masa Caca, diturunin dijalan raya? Emangnya Caca, abis buat emosi Kak Claude lagi?' tanya Lea mengintimidasi, menarik Caca masuk kedalam kamarnya lalu menutup pintu kamar agar orang tidak masuk.


"Sedikit, tapi gak sedikit juga Kak. Abisnya Kak Claude abis kencan Kak?!" terdengar pekikan melenceng dari Caca, membuat Lea kali ini harus menutup kedua telinganya.


'Kencan? Ya ampun, ada-ada saja anak jaman sekarang,' batin Lea.


"Memangnya, sifat ceweknya kek bagaimana?"


"Pokoknya, cewek Kak Claude itu sifatnya gak baik Kak. Dan Caca benci, gara-gara dia Kak Claude jadi suruh Caca jalan kaki dijalan raya, yang panas banget mana sepi, gak ada grab ataupun taksi. Ada ojek sih tapi Caca takut." Ucap Caca.


"Huh, bagaimana ya Ca. Kak Lea nyerah, kalau pasal pasangan soalnya itu sudah menjadi hak Tuan Muda pengennya sama siapa!" sahut Lea. Mendekati Caca, lalu merangkulnya.

__ADS_1


"Tapi, Kak Lea, Kak Claude maunya sama Kak Lea. Dan Caca pengennya begitu juga," ungkap Caca spontan dengan manja memeluk Lea.


Membuat Lea diam, dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan hanya kata-kata.


'Ya ampun, sabar Lea ini ujian,'


"Aaww ..." Tampak Lea meringis, membuat Caca segera melepas pelukannya. Ketika mengingat luka, yang belum sembuh ditangan kanan Kak Lea.


"Sorry, Kak gak sengaja."


"Gak papa, Caca udah makan? Mau makan bareng?" tanya Lea.


"Mau!" balas Caca dengan senang. Membuat Lea tersenyum, mengajak Caca menuju ke meja makan yang telah disiapkan olehnya sedari tadi dengan ditemani oleh para pelayan Mansion.


"Wah, makanannya banyak! Asik, makan daging lagi, Caca capek makan sayur mulu huh," ungkap Caca membuat Lea tertawa kecil, sembari menuangkan makanan kedalam piring gadis kecil tersebut.


Caca tampak, memakannya dengan sangat lahap. Lalu memberi rating masakan tersebut, memakai jari tangannya membuat Lea tertawa sendiri.

__ADS_1


"Udah makan ya, bicaranya bentar." Seru Lea. Caca mengangguk. Di sela-sela, makan mereka tiba-tiba saja suara langkah kaki seseorang terdengar membuat Lea menolehkan kepalanya menatap sosok kekar tersebut.


"Claude!" gumam Lea.


__ADS_2