
"Kakak, kenapa diam?"
"Aku bertanya kepadamu, Kak." Claude tampak kesal, ia menjentikkan tangannya ke hadapan Lea yang terlihat melamun.
"Eh, ma--maaf, Claude cepat habiskan makananmu. Ini sudah jauh malam, besok saja ya! Kakak haru--"
"Jangan mengalihkan, perkataan Lea! Aku meminta keseriusanmu, karena aku sedang serius! Aku minta persetujuan darimu! Karena aku benar-benar mencintaimu!" tekan Claude, membuat Lea seketika juga terkejut.
Karena sikap Claude, yang terkadang berubah-ubah membuat Lea sempat berpikir, apa mau dari pria itu sebenarnya. (Peka dikit, dong Lea 🙂)
"Claude, apakah kau sedang demam? Kenapa perkataanmu suka melantur seperti itu? Jawab!" tegas Lea, terlihat memeriksa suhu tubuh Claude dengan menggunakan tangannya yang dingin ia taruh tepat di dahi mulus milik Claude.
"Tidak panas, tapi dingin. Kau tidak sakit, tapi kenapa perkataanmu selalu melantur? Apakah kau sedang mencoba mempermainkan aku? Benarkan?" Lea terlihat, mengesalkan di mata Claude. Wanita itu benar-benar tidak peka! Ia tidak peka terhadap perasaan Claude kepadanya. Claude sudah berkali-kali, menyakinkan kepada Lea jika ia sangat mencintai wanita itu diluar ekspetasinya sendiri.
__ADS_1
Claude bahkan rela, menentang keinginan ibunya sendiri, wanita yang sudah mengandung dirinya selama sembilan bulan lamanya, dan rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dirinya ke dunia yang indah ini. Hanya untuk bersama Lea, ia menentang segalanya termasuk membatalkan pertunangan dirinya, dengan seorang gadis mapan dari keluarga kaya raya.
Demi seorang Lea, yang sangat ia sukai sejak kecil. Wanita yang telah, membuatnya jatuh hati itu justru membuatnya sedikit kecewa dengan ketidak pekanya.
"Melantur? Maksud Kakak apa? Aku sama sekali, tidak pernah bermain dengan perkataanku sendiri Kak! Walaupun terkadang, aku seperti anak-anak. Tapi aku memang anak-anak, yang berusaha menjadi dewasa. Apakah Kakak tidak tahu, kerasnya dunia pendidikan keluarga Ricchan? Mereka bahkan rela menyewa beberapa guru privat, buat keturunannya hanya untuk mendidik kami selama sepuluh tahun." Ujarnya sembari mendekati Lea, yang terlihat tercengang mendengar penuturannya barusan.
"Mereka digaji, tidaklah murah loh. Sekitar lima ratus juta pertahun! Coba saja Kakak kalikan, lima ratus juta selama sepuluh tahun." Lanjutnya menyeringai ketika menangkap, raut keterkejutan di wajah wanitanya walaupun hanya sejenak.
"Em, aku ti--tidak percaya! Setahun? Sedikit sekali, aku kira perbulan!" bantah Lea, diam-diam ia berhitung membayangkan uang sebanyak itu. Walaupun lima ratus juta selama setahun, tetapi itu sudah sangat wow sekali. Beda dengan gaji pelayan, yang seingat Lea dibawah rata-rata. Tapi pelayan Ricchan sangat beda.
Dan gajian pelayan di keluarga Ricchan, benar-benar menggiurkan nominalnya tidaklah kecil! Namun seleksinya yang mengerikanlah, yang membuat orang-orang, pada mundur daripada terikat penuh. Apalagi harus mengabdi seumur hidup, dengan keluarga ini. Benar-benar tidak bisa dibayangkan.
"Kakak tahu, setiap bulannya mereka akan diberikan bonus yang nominalnya sangatlah, tidak sedikit. Belum lagi, mereka selalu diberikan bingkisan setiap harinya yang tidaklah sedikit, bisa memenuhi bagasi mobil mereka. Dan itu semua mommy lakukan, hanya untuk membuat kami penerus keluarga bisa menyeimbangi daddy!" Lea terlihat tercengang, mendengar perkataan Claude yang lagi dan lagi, mampu membuat dirinya terkejut sekaligus merasa mengerikan di indra pendengarannya.
__ADS_1
Ternyata Tuan Besar Renan, sangatlah besar kekuasaan yang ia pegang. Sehingga mengharuskan para keturunannya, harus rela mengorbankan masa kecil dan remaja, mereka dengan dilatih menjadi pemimpin yang kuat sama seperti ayah mereka--tuan Renan. Agar dapat menyeimbanginya, ternyata seburuk-buruknya masa lalu Lea lebih buruk lagi, masa lalu Claude.
Ia bahkan dipaksa, untuk menjadi dewasa dan harus bisa menyeimbangi ayahnya sendiri untuk menjadi seorang penerus keluarga. Lea menjadi sangat iba, ternyata pria muda yang berada di hadapannya saat ini, yang selalu membuat banyak tingkah untuk mendekatinya itu, ternyata memiliki masa lalu yang kelam juga.
Lea pernah mengira, kehidupan para orang kaya anak konglomerat akan semenyenangkan di dalam novel dan drama, yang selalu ia baca. Namun nyatanya tidaklah seperti didalam novel ataupun, drama. Semua itu hanyalah, akal-akalan belaka saja, seperti yang saat ini terjadi.
Dengan iba, dan memiliki hati nurani Lea segera merangkul tubuh kekar Claude. Membuat pria bermata hazel itu, reflek menatap ke arahnya dengan kedua kening berkerut.
***
Note : Hai pembaca, maaf ya saya sudah lama gak update cerita ini. Sebab banyak sekali kegiatan akhir-akhir ini apalagi habis tahun baru. Betewe selamat tahun baru ya, buat pembaca sekalian. Semoga apa yang diimpikan, di 2023 ini bisa di segerakan ya. Aamiin
Jangan lupa vote, komen, like ya. Gomawoo 💕
__ADS_1
Kalau suka ceritanya jangan lupa didukung!