Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 23. Coba bukalah hatimu untukku


__ADS_3

"Kak Lea, Caca pengen nanya sesuatu! Tapi Kak Lea harus jawab dengan jujur!" ucap Caca. Lea mendesah pelan, sepertinya pertanyaan Caca kali ini akan menghantamnya secara perlahan.


Apalagi, Caca mengungkit masa lalunya denga seseorang yang tidak ingin, dia dengar kembali namanya. Dan Lea kesal, sekaligus senang entah apa yang dia senangkan sekarang. Melihat ekspresi Tuan Mudanya, yang sedari tadi datar dan tenang, kini tampak guratan kemarahan mulai terlihat. Lea melihatnya! Dia tergelak sendiri, entahlah ekspresi Tuan Muda benar-benar lucu dan menggemaskan kalah-kalah, anak bayi pikir Lea.


Caca mulai, bertanya dengan pertanyaannya yang menguras emosi Lea dan Claude. Laki-laki itu ikutan emosi, Lea pun sampai terkejut ketika Tuan Muda Claude secara tiba-tiba memukul meja dengan sangat kuat sambil menunjukkan wajah marahnya.


Padahal Caca, belum selesai berbicara. Wajah gadis kecil itu cemberut.


"Kakak! Aku belum bicara loh, main pukul aja!" cerocosnya. Lea terkekeh sendiri, segera memberikan kode kepada Caca agar segera menghabiskan makanannya. Ketika melihat suasana disekitarnya, mulai memanas.


Lea pun, berinisiatif untuk mencairkan suasana kaku dan mencekam, dengan tawa khasnya.


"Haha ... Lihatlah, perkataan Caca benar-benar lucu ya. Padahal Caca bicara serius loh," ungkap Lea agak sedikit malu. Bagaimana tidak malu, jika dia tertawa disaat-saat mencekam seperti ini.


Kak Lea benar-benar, berani. Padahal aku bicara pria lain loh


"Diamlah Kak, dan kau Caca cepatlah makan dan pergi ke kamar mu sana. Jangan bermain, cuci kakimu lalu tidurlah!" tegas Claude. Membuat Caca dan Lea segera diam, Caca dengan terburu-buru menghabiskan sisa makanannya yang tinggal sesuap lagi.


Hup!


Makanan pun habis, Caca segera menghabiskan segelas susu, lalu beranjak pergi dari meja makan dengan ditemani dengan salah satu pelayan. Dan kini, tersisa lah dua sejoli berbeda jenis, yang saling diam keheningan. Sibuk dengan pemikiran masing-masing, Lea tampak kaku dia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya secara sempurna.


Berada di dekat Claude, membuatnya sangat gugup dan membuatnya lupa akan janjinya kepada Nyonya Veronica, beserta tujuannya yang ingin menjauhi Tuan Muda Claude, karena tidak ingin membuat Tuan Claude jatuh hati padanya terlalu dalam. Apalagi dengan semua, perlakuan hangatnya kepada pria muda tersebut.


Ekhem!


Lamunan Lea terbuyarkan, dia segera menatap kepada laki-laki tampan tersebut. Pandangan mereka bertemu, walaupun hanya sesaat karena keduanya saling membuang muka sambil menyembunyikan, wajah mereka yang sudah merah merona.

__ADS_1


Ya ampun, jantungku mengapa berdebar begini? Aaaa ... Memalukan! Sadarlah Lea.


"Kak Lea ... "


"Tuan Muda!"


Eh!


Keduanya, saling pandang. Entah secara kebetulan, mereka sama-sama ingin berbicara satu sama lain. Tetapi semuanya terkalahkan, oleh ego masing-masing hingga membuat mereka diam sedari tadi, karena tidak ada yang ingin mau memulainya terlebih dahulu.


"Kak Lea duluan!" titah Claude, Lea tampak pasrah. Diapun tengah mengumpulkan, strategi untuk berbicara empat mata bersama Tuan Mudanya. Laki-laki muda, yang masih bersekolah yang telah berani mengungkap isi hatinya kepada Lea secara jelas, dia bahkan membuktikan bahwa dia tulus dari ucapan maupun perlakuannya kepada Lea.


Tetapi sayangnya wanita yang dia taksir, masih berpikir berkali-kali untuk mencerna segalanya. Karena jika dia mengambil keputusan, tanpa berpikir terlalu panjang maka tingkat masalah yang dia hadapi akan banyak nantinya. Dan Lea belum siap, dengan segalanya dia belum punya mental yang cukup untuk, menghadapi dunia apalagi untuk diakui oleh orang-orang.


Mengingat status, beserta umur keduanya yang berbeda jauh. Dan Lea hanyalah seorang babysitter, lulusan SMA. Dan dia bukanlah, orang kalangan atas melainkan kalangan bawah, yang yatim piatu. Lea cukup sadar diri, untuk segalanya dia tidak pernah merasa dirinya pantas untuk orang lain. Makanya dia masih setia memegang, status jomblo, lagian usianya masih sangat muda. Dan Lea masih ingin, menikmati kebebasan diusianya yang sekarang.


"Tuan Muda. Bolehkah aku bertanya? Kepada Anda?"


Tetapi rasanya tak mungkin, dia harus menjaga jarak. (Patuhi protokol kesehatan 🤣 Pakai jaga jarak segala)


"Apakah Tuan Claude, benar-benar mencintai aku? Maaf pertanyaanku sepertinya sangat pribadi ya? Haha ... Gak dijawab pun, gak papa. Santai saja Tuan Muda!" Lea dapat menangkap ketegangan, di wajah Claude.


"Apakah itu penting, untuk Kak Lea? Kak Lea bahkan tidak peduli! Jadi untuk apa, aku mengatakannya!" ucap Claude acuh, terdengar sinis. Membuat Lea mengepalkan kedua tangannya, berusaha mengendalikan emosinya yang sudah sampai di ubun-ubun.


Pelit amat sih, benar-benar angkuh, egois, sombong.


Gerutu Lea dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah, jika memang Tuan Muda tidak mau jujur. Gak papa, berarti Tua--"


"Aku mencintai Lea Anggara!"


Deg!


Deg!


Lea tampak sangat terkejut, benar-benar terkejut. Dia tak menyangka Tuan Muda akan tahu, nama aslinya. Padahal dia tidak terlalu menyukai namanya itu, bahkan dia hampir lupa akan nama panjangnya sendiri. Dan hari ini, dia dibantu mengingat kembali namanya oleh seseorang yang mencintainya. Tiba-tiba saja, Lea merasakan sebuah getaran yang tidak pernah dia rasakan dihatinya. Ada rasa hangat, menjalar ditubuhnya.


"Aku senang, melihatnya tersenyum. Jiwaku seketika hidup! Jujur saja, aku mencintainya! Bukan cinta abal-abalan ataupun cinta monyet. Aku benar-benar mencintainya, sejak dulu. Sejak pertama kali dia menolongku! Dan memegang ku seperti ini!" tangan kekar Claude terulur, menyentuh pipi Lea yang tampak merona merah.


Benar-benar manis, begitu batinnya. Dia lebih suka melihat Lea yang tersipu malu dan merona, dibandingkan melihat Lea yang marah-marah dan pendiam. Karena akan, membuatnya sakit hati apalagi didiamkan tanpa sebab.


Sementara Lea, wanita itu tersadarkan dari lamunan. Dia hendak menepis tangan seseorang yang tengah, mengusap pelan pipinya. Tetapi orang tersebut, segera memberinya sebuah isyarat untuk membiarkan sang pria melakukan kegiatannya tersebut.


"Kakak, izinkan aku bertanya!" sahut Claude, yang tengah asik mengusap pipi Lea sambil mengikis jarak diantara mereka. Dia tidak mempedulikan sekitarnya, mau kepergok atau tidak, dia tidak peduli karena pikiran dan hatinya saat ini tengah diisi oleh seseorang yang dia cintai.


Dan orang itu, tengah duduk di sampingnya. Mereka saling berdekatan, bahkan tubuh keduanya sudah saling bersentuhan. Lea bisa merasakan napas, Claude menerpa wajahnya bahkan mata mereka saling adu pandang satu sama lain. Lea sadar, akan keadaan mereka saat ini. Tetapi dia memberikan ruang untuk hari ini kepada Claude. Untuk mengungkapkan sesuatu, yang dia rasakan kepada Lea.


"Tetapi sebelum aku bertanya. Aku ada satu permintaan, tolong mulai sekarang cobalah membuka hati Kakak untukku!"


***


Bersambung...


Jangan lupa vote, komen, like, dan dukung karya ini ya. Terimakasih, yang sudah mengikuti Lea-Claude sampai ke tahap ini.

__ADS_1


Buat Lea, dari author. Coba-coba dong, buka hati 🤣 Kasihan Claude udah jatuh hati dari dulu.


Jangan lupa bersyukur @Arinda


__ADS_2