Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 16. Kimberly (Part 1)


__ADS_3

"Kak Lea, Kakak kenapa? Kenapa diam?" tanya Caca kepada Lea. Tampak wajah murung Kak Lea, tak bersahabat benar-benar ajaib, pikir Caca untuk pertama kalinya dirinya melihat wajah yang selalu ceria itu, terlihat murung untuk hari ini, tidak tahu dengan besok.


"Kak ... Kak Lea!" pekik Caca. Membuyarkan lamunan Lea, wanita itu menoleh menatap wajah masam Caca. Sepertinya dia kesal, karena dia tidak diperhatikan oleh Lea sang Babysitter kesayangannya.


"Maaf ..." Lirih Lea, dengan segera mengangkat Caca lalu, memangku gadis kecil tersebut. Sebesar apapun tubuh gadis itu, Lea akan tetap menggendongnya dan memangkunya hingga dia capek sendiri.


Caca bergeming, meraih tangan Kak Lea kemudian menggenggamnya erat. Menatap intens wajah Kak Lea, yang tampak memerah yang terlihat sedang beratur napas.


"Kakak, lihat Caca. Dan jawab pertanyaan, Caca dengan jujur! Jangan berbohong ya, awas aja!" Caca tampak mengancam, membuat Lea terkekeh meladeninya. Tetapi Caca tak mempedulikan, karena sekarang dia sedang dalam mode serius. Walaupun Lea menganggapnya, sedang bermain-main sekarang.


"Silakan, dengan lapang dada saya menjawab pertanyaan Anda Tuan Putri." Lea tergelak, tertawa kecil merasa lucu dengan ekspresi Caca. Tampak sangat menggemaskan, bahkan gadis itu sedang mengerucutkan bibirnya sebal.


Karena Lea, lagi-lagi mengerjainya yang sedang serius.


"Caca, kita udahan aja ya. Kak Lea, mau mengerjakan sesuatu Caca pergi ya, Kak Lea panggil Bi Ja mau?" tanya Lea. Caca tampak, tak bergeming dan tidak ada niatan ingin pergi.


Membuat Lea terdiam, dengan penuh kesabaran menghadapi segala tingkah laku Caca. Yang terkadang membuatnya kesal, gemas, dan emosi menjadi satu. Paket komplit, jika Caca bertemu dengan adiknya yang sebelas dua belas memiliki sifat, dan sikap yang sama. Cuman bedanya, status diantara keduanya.


"Ca ... Ngambek ya? Maaf ya, Kak Lea reflek tadi." Ucap Lea dengan tulus. Membuat Caca terdiam, dan segera mengeluarkan pertanyaannya, kepada Lea, dan Lea harus menjawabnya dengan jujur tanpa menyembunyikan suatu hal.


Anggap saja, mereka sedang bermain true or dare, dan Caca yang akan memilih. Lea tampak pasrah.


"Kak Lea, sekarang jawab semua pertanyaan Caca. Jangan berbohong ya, karena ini serius dan Caca gak lagi main-main."


Ya ... Ya ... Ya


Terserah, kamu saja Ca

__ADS_1


"Siap ya, Kak." Lea hanya mengangguk sambil tersenyum, menunggu pertanyaan yang Caca akan lontari kepadanya.


"Apakah, Kak Lea sedang menyukai seseorang?" tiba-tiba saja bertanya seperti itu, membuat Lea terdiam tanpa ekspresi apapun. Entah dia harus menjawab apa, jujur saja dia tidak mengerti dengan perasaannya.


"Kak Lea, ayo jawab. Harus jujur ya," Caca tampak girang kesenangan menunggu jawaban dari Lea yang tampak diam, tanpa ekspresi apapun.


Oh ayolah, Caca hanya bertanya tetapi mengapa aku sampai deg-degan seperti ini


Lea membatin, menghela napas dengan panjang sebelum berbicara. Menatap Caca dengan intens, gadis kecil itu tampak girang memasang senyum selebar mungkin sembari, menunggu jawaban dari sang empu yang sedari tadi diam tak bergeming.


"Kakak ga--"


Tok ... Tok ... Tok


"Non Lea, permisi!"


Terdengar ketukan, dan suara seseorang memanggil dari luar. Membuat Lea segera bangun, menurunkan Caca dari pangkuannya dan segera membuka pintu kamarnya melihat siapa yang memanggil dirinya.


"Bi Ja, ada apa ya? Tumben kesini," ucap Lea. Bi Ja tampak diam menanggapinya, sambil tersenyum.


"Nona Caca, ada didalam ya? Tolong Non, bawa Nona muda kebawah, Nyonya besar sedang menunggu dibawah." Jelas Bi Ja, membuat Lea diam. Dan segera mengiyakan perkataan Bi Ja.


"Baiklah, nanti saya suruh Caca turun bersama Bi Ja. Kebetulan Bibi berada disini!" tutur Lea.


"Non, juga harus ikut. Katanya Nyonya besar penting, nona harus ikut turun bersama Nona kecil," ucap Bi Ja. Membuat Lea seketika diam, sambil membatin tidak bisa membayangkan, bagaimana ekspresi wajah Nyonya besar yang sekarang.


Ya ampun, kenapa tiba-tiba sekali? Nyonya besar selalu saja mengagetkan. Aku kan, belum mempersiapkan segalanya bagaimana mau menghadapi huh.

__ADS_1


Terlihat Lea lagi-lagi mengangguk, berbincang sebentar dengan Bi Ja. Selepas Bi Ja pergi, Lea pun segera mengajak Caca untuk turun ke bawah mengikutinya. Awalnya Caca menolak, karena dia enggan melihat wajah menyebalkan Kimberly, tetapi Kak Lea memaksa dirinya karena Nyonya besar, memanggil mereka untuk turun ke bawah. Sepertinya penting, hingga Lea pun dipanggil.


Walaupun sejujurnya, Lea begitu malas untuk turun karena tiba-tiba saja moodnya menjadi rusak. Apalagi melihat, wajah Kimberly padahal dia tidak membenci gadis baik itu.


Sesampainya mereka dibawah. Tampak Nyonya besar Veronica, sedang duduk di sofa kebesaran mereka dengan Kimberly berada di samping kirinya, sedangkan Claude pria itu tampak duduk menjauh dengan wajah datarnya. Tetapi ketika melihat Lea, wajah yang tadinya terlihat datar tersebut seketika berubah tampak secuil senyum dia perlihatkan hanya kepada Lea, dan itu tidak luput dari penglihatan Nyonya Veronica.


Kenapa dia tampak mengerikan? Oh ya ampun, kenapa aku tiba-tiba jengkel kepada gadis baik itu. Padahal dia tidak berbuat salah kepadaku.


"Kak Lea, Caca pergi ya. Da!" tampak Caca berlari terbirit-birit, meninggalkan ruangan yang tampak Mencengkam karena penghuninya, tampak diam tidak ada yang berbicara. Hening mereka sibuk, dengan pikiran masing-masing.


Hingga suara, Nyonya Veronica membuat mereka semua bergeming tanpa terkecuali Claude. Pria muda dan tampan dengan balutan, pakaian santainya itu tampak sangat santai mendengar perkataan dari mommynya.


"Lea, aku minta kamu yang mengurus segalanya. Jangan mengecewakan Caca, dia mempercayakan segalanya kepadamu, berikan yang terbaik kepada Putriku. Ini adalah pesta penting untuknya, aku ingin memberikan yang terbaik kepada putriku dihari ulang tahunnya nanti."


Lea tampak terkejut hanya dalam sesaat, selanjutnya dia segera, menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kamu memang selalu bisa diandalkan." Nyonya Veronica berbicara dengan nada, terdengar dingin tetapi penuh penekanan membuat Lea terdiam menanggapinya, sambil melirik Claude yang tampak duduk dengan sangat tenang tanpa adanya gangguan disekitarnya.


Padahal saat ini, suasananya sangat tegang. Bahkan Lea ingin cepat-cepat pergi, apalagi melihat ekspresi Kimberly yang tampak diam sambil mengepalkan kedua tangannya. Sepertinya dia sedang frustasi terlihat, dari ekspresinya yang menahan senyum.


"Baiklah. Kimberly dan Claude, kapan kalian akan menentukan tanggal pertunangan kalian?"


Deg!


Lea tampak sangat terkejut, mendengar perkataan Nyonya Veronica tadi. Hingga membuatnya tak bisa, berkata-kata lagi sungguh berita yang mengejutkan baginya.


Kimberly, yang tadinya murung karena Claude tidak meliriknya sedari tadi, hanya mencuri pandang kepada seorang wanita yang dia kenali, adalah Kak Lea seorang Babysitter, yang bekerja di dalam keluarga Ricchan. Membuatnya seketika marah, dan cemburu karena Claude tak pernah meliriknya sama sekali.

__ADS_1


Dan kemarahan tersebut seketika menghilang entah kemana. Ketika mendengar, ucapan dari Nyonya Veronica yang bertanya jika mereka sudah menentukan tanggal pertunangan mereka. Yang telah disepakati, kedua keluarga besar.


***


__ADS_2