Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 53. Pergi ke Prancis?


__ADS_3

"Kakak, aku mau menyusul Daddy!" tekannya. Hendak turun dari atas kasur, Claude pun tidak tinggal diam, ia segera menahannya agar tidak turun.


"Jangan! Istirahatlah, besok adalah hari istimewa bagimu. Mom akan datang besok pagi, jangan membuat masalah! Tidurlah sana, jangan berani turun selangkah pun!" tekannya balik. Membuat Caca yang tadinya, ingin protes dan mengamuk seketika diam memeluk erat kedua lututnya sembari menangis.


Lea yang tidak tega, melihatnya. Segera mendekap tubuh mungil tersebut, membiarkan dadanya menjadi tempat bersandar Caca. Alfa terlihat diam, dengan wajah datarnya ia memandang wajah gadis kecil tersebut dengan intens.


"Kakak ... Dad--"


"Aku sudah bilang! Diamlah, tidur sana. Percaya kepadaku Daddy, baik-baik saja," sahutnya tegas. Membuat Caca kembali diam, bukannya berhenti menangis gadis kecil itu malah semakin terisak dengan sangat keras.


Memeluk Lea, dengan erat. Bahkan baju yang Lea kenakan tampak basah.


"Kakak," panggilnya lirih. Claude terlihat gusar, ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dia juga sangat syok, ketika mendengar bahwa keadaan ayahnya sedang tidak baik-baik saja, dan dinyatakan kritis usai melakukan operasi.

__ADS_1


Claude pun, sangat terpukul mendengar berita kurang mengenakan dari Mommynya. Jika tidak mengingat Caca, dan Lea mungkin Claude sudah lama menyusul ke Prancis. Namun tidak mungkin, ia meninggalkan adiknya sendirian di Indonesia, dan Lea wanita yang ia cintai. Claude takut saja, jika mommynya akan berbuat macam-macam dan membuat Lea jauh darinya.


Karena Claude, tahu betul seperti apa mommynya itu. Dia bisa saja, nekat membuat Lea pergi.


"Kakak, jangan tinggalkan aku! Jangan ya, Caca janji tidak akan menyusahkan Kakak. Tetaplah disini please!" pintanya memohon kepada Lea, semakin mengeratkan pelukannya. Hanya dengan memeluk Lea saja, sang babysitter seketika membuat Caca menjadi lebih tenang.


Claude dan Alfa, terlihat mengembuskan napas lega. Ketika melihat Caca, yang kembali seperti keadaan semula. Dan tidak bertanya-tanya lagi, dia bahkan meminta kepada Lea agar tidak meninggalkannya, bahkan Caca merengek ingin dibuatkan jus wortel favoritnya.


"Aku, mau jus wortel Kakak, bisa buatkan untuk aku?" tanya Caca. Lea pun menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum ia senang dan lega, karena Nona Caca sudah kembali tersenyum.


"Caca boleh ikut? Caca, pengen makan strawberry juga." Lea tertawa kecil menanggapinya, ia pun menganggukkan kepalanya. Segera memapah Caca, agar turun dari atas kasur dengan hati-hati. Merekapun pergi, meninggalkan kamar menyisakan Claude dan Alfa.


Selang beberapa menit kemudian, tampak seorang pria kekar menggunakan jas navy berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


"Lea tunggu," panggil Alfa tiba-tiba, menghentikan langkah Lea. Wanita itu berbalik, menatap pada Alfa yang kini menatapnya juga.


"Tolong, jaga Nona Caca, aku dan Tuan Muda akan pergi ke Prancis besok. Kami sudah memutuskannya tadi, namun Claude terlihat tidak mau ikut ke Prancis karena dia mengkhawatirkan mu!" jelasnya. Membuat raut, kebingungan seketika terbit di wajah cantik Lea. Ia tidak paham, akan perkataan Alfa.


"Maksud Tuan?"


"Claude, mengkhawatirkan mu Lea. Dia takut, jika kembali dari Prancis nanti, kau tidak ada Claude takut Nyonya Veronica berbuat macam-macam denganmu, sehingga membuat mu pergi." Imbuhnya.


Lea terlihat diam, ia tidak tahu mau menjawab apa. Memang benar, besok ia akan memutuskan jika dia akan pergi meninggalkan keluarga ini, dan menghilang dari hidup Tuan Muda, dan Nona Muda. Ia harus pergi, Lea tidak mau menjadi perusak disini terlebih lagi masa kontraknya pun akan habis, Lea tidak bisa berlama-lama lagi, cepat atau lambat dia akan segera pergi.


Walaupun sebenarnya, dia sudah nyaman bekerja di kediaman Ricchan. Sebab para penghuninya, sangat baik dan ramah membuatnya betah untuk bekerja. Entah dimana ia akan, mendapatkan tempat kerja seperti ini. Yang dimana berisi para orang baik, yang bisa dipercayai.


"Tuan, Anda--"

__ADS_1


"Kak Lea, akan pergi? Pergi kemana? Caca tidak biarkan?!" ketus Caca. Menatap tajam kepada Lea, lalu mengalihkan pandangannya kepada Alfa yang terlihat diam sembari, memaki dalam hati. Bisa-bisanya ia lupa jika Caca, juga sedang berada di samping Lea saat ini.


***


__ADS_2