
"Akhirnya, selesai juga." Setelah beberapa kali bolak-balik memotong, dan menyiapkan segalanya hingga hampir memotong jari sendiri. Kini Lea telah selesai, memasak menu kesukaan anak asuhnya.
Tinggal dihidangkan, dimeja makan saja. Tetapi itu bukan tugas Lea lagi tetapi tugas para pelayan Mansion walaupun Lea sendiri, ingin menghidangkannya sendiri karena ingin melihat ekspresi lucu, dari keduanya. Tetapi dilarang keras, oleh para pelayan mengingat dirinya yang tengah terluka.
Bukannya beristirahat, Lea malah menyibukkan diri dengan memasak. Tetapi Lea tidak mempedulikan, hal tersebut.
"Huh, capek sekali. Ya ampun, untungnya aku habis menggantinya lagi!" Lea tampak lega, baru saja menganti perbannya dengan yang baru.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Masa harus tidur? Huh, itu akan membuatku lelah saja. Apakah mereka sudah pergi?" gumam Lea bertanya-tanya, langsung mendudukkan tubuh di atas sofa seraya mengangkat kakinya, yang terasa kaku.
"Apa aku tidur sebentar ya? Sambil menunggu mereka selesai sarapan? Tiba-tiba saja aku mengantuk, ya ampun." Tiba-tiba saja Lea menguap, hanya karena berbaring di atas sofa. Padahal ini baru jam berapa, tapi dia malah mengantuk.
'Ah, tidur sedikit tidak akan kenapa-kenapa,' batin Lea seraya memejamkan kedua matanya.
"Kak Lea? Kau baik-baik saja?"
__ADS_1
'Eh, kenapa ada Tuan Muda? Mana kek nyata lagi? Tapikan ini hanya mimpi,' batin Lea tidak mempedulikan suara tersebut, karena beranggapan hanyalah mimpi.
Tetapi semakin lama, suara tersebut semakin mendekat. Bahkan Lea merasakan seseorang, memegang wajahnya lalu membelainya, pelan.
Plak!
"Astaga! Tuan Muda!" pekik Lea terkejut, hampir saja terjatuh dari atas sofa dengan keadaan terduduk. Jika tidak ditolong langsung, oleh Tuan Muda Claude yang tampak gagah, dengan pakaian seragam sekolah.
"Kak, tidak apa-apa?"
Beralih, menatap Claude dengan tajam karena berhasil membuatnya terkejut hingga nyaris hampir saja terjatuh.
"Kak ..." panggil Claude, dengan suara beratnya merasa tidak suka dengan perkataan Lea tadi.
"Ya!"
__ADS_1
"Jangan berbicara, seperti itu lagi! Ini peringatan!" tekan Claude.
Membuat Lea terdiam, menganggukkan kepalanya.
"Kak, malam ini ikut aku ya!"
"Ikut? Kemana?" tanya Lea. Tumben sekali, Tuan Muda mengajaknya pergi ke suatu tempat pasti akan sangat mengasikkan, untuk healing dengan tangan yang diperban seperti ini.
"Ada, malam nanti Kakak siap-siap saja. Aku pergi dulu Kak, jangan lupa makan siang!" setelah melontari kata-kata tersebut, Claude pun pergi seraya menutup pintu dengan hati-hati. Ketika melihat Lea yang sudah, menutupi diri menggunakan bedcover tebal ditubuhnya.
"Ah! Ya ampun, malam ini aku akan keluar? Huh, rasanya sumpek juga tinggal didalam Mansion seluas ini! Apalagi tidak ada, tempat untuk berjalan-jalan. Benar-benar melelahkan, untungnya Tuan Muda mengingatku dan ingin membawaku, senangnya." Gumam Lea, bersorak ria.
Segera membersihkan tubuhnya, sewangi mungkin dan mempersiapkan dress yang akan dia pakai. Walaupun dia tidak tahu, akan dibawa kemana, yang pasti Lea akan berdandan secantik mungkin karena pertama kalinya dirinya dibawa oleh anak majikan untuk jalan-jalan.
'Ini berasa seperti mimpi, huh mengapa aku senang sekali ya? Hampir saja, aku melupakan tangan kesayanganku ini jangan sakit-sakit ya,' batin Lea ketawa sendiri, menatap tangannya yang diperban.
__ADS_1
"Ternyata tidak seburuk, yang aku pikirkan." Gumam Lea.