
'Aneh, mengapa dia tidak datang? Padahal sudah diajak. Katanya mau ngajak ke suatu tempat, huh benar-benar ya Tuan Muda,'
"Kak Lea!"
"Ca, udah habis susunya? Atau belum?"
"Udah, emangnya Kak Lea mau kemana?"
"Kak Lea, mau manggil Kakak Claude. Dari tadi kok belum datang makan sih?"
"Gak usah dipanggil Kak. Mungkin lagi sibuk, sama dunia barunya sampai gak ingat makan!" sahut Caca.
Mendengus kesal, membuat Lea terdiam.
"Dunia baru? Siapa?" tanya Lea, tampak heran akan perkataan Caca. Yang mengatakan dunia Baru.
"Ih, umur Kak Lea sekarang berapa?"
"Dua puluh tahun, masih muda kan."
"Iya, tapi masa yang kek gini Kakak gak tahu? Tentu warna merah gitu loh Kak, berdebar-debar gitu!" balas Caca lagi, membuat Lea semakin tak mengerti.
"Ya ampun, masa Kakak gak tahu. itu loh!"
__ADS_1
"Apanya yang itu loh Ca, bicara jangan setengah-tengah," balas Lea.
"C-I-N-T-A, cinta Kakak!"
"Apa, cinta?"
"Haha ... Ada-ada aja, anak jaman sekarang. Masih kecil masa mau mikirin percintaan, mending fokus sekolah dulu, pikirin cinta nanti saja kalau sudah waktunya!" ucap Lea.
Caca pun diam, tak menanggapinya. Ketika melihat seseorang dengan pakaian santainya berjalan kearah mereka berdua bagaikan hantu, karena tak bersuara sedikitpun.
"Ca, tidur duluan sana. Kak Lea, mau manggil Kakak Claude dulu ya, masa belum turun-turun juga harus di panggil mulu, katanya sudah besar tapi kenapa biar makan harus di panggil!" tukas Lea tanpa berbalik kebelakang.
Dan Caca, lagi-lagi gadis kecil itu diam enggan berbicara ketika melihat kode keras yang seseorang lontarkan kepadanya.
"Ca, kenapa diam?" tanya Lea.
"Kak Lea, Kakak bilang tadi mau cari orang kan? Itu loh orangnya, ada dibelakang! Caca pergi duluan ya Kak, mau tidur besok ujian!" pekik Caca berlari terbirit-birit, meninggalkan Lea yang diam dengan tubuh yang tiba-tiba saja merinding.
'Orang? Siapa? Aduh ... Caca, malam-malam gini bikin takut ada-ada aja mending, aku pergi aja ya,' batin Lea hendak melangkahkan kakinya.
Ketika merasakan, tubuhnya benar-benar merinding, rasanya dirinya ingin menghilang sekarang juga. Apalagi, suhu sekitarnya terasa amat dingin dan suasananya sangat sepi, seperti tak berpehuni.
'Merindingnya, kenapa kakiku terasa berat ya? Jangan-jangan,'
__ADS_1
Deg!
"Argh!"
Dengan spontan, Lea berteriak karena seseorang tengah mencengkram kedua bahunya Lea yang kaget pun, menepis kedua tangan tersebut yang langsung membuat tubuhnya, terjatuh kebawah karena tidak bisa menyeimbangi berat tubuhnya.
Bruk!
"Aaww ..."
"Hati-hati!" ucap seseorang, membuat Lea kesal setengah mati. Tangannya belum sembuh, tetapi sudah akan ada yang kedua benar-benar nasib sial Lea.
"Astaga!"
"Lepas! Ya ampun, Claude lepas ya." Lea tampak terkejut, sangat terkejut ketika melihat Claude menggendong tubuhnya dengan tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu, untungnya ditempat mereka berada ini tidak ada orang. Dan hanya ada mereka berdua saja.
"Kak Lea, apa masih sakit?" tanya Claude, sembari meraba tangan Lea yang diperban.
"Aaww ... Masih, tapi gak apa-apa Kak Lea kuat kok. Ayo cepat turunkan Kak Lea, sebelum orang lain lihat nanti bisa panjang masalahnya!" pinta Lea.
Tetapi bukannya, mengiyakan justru Claude malah menggendong Lea membawanya keluar Mansion tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Membuat Lea berteriak dengan sangat kencang.
Memaki pria tersebut, mentang-mentang tubuhnya lebih besar dan tinggi dibandingkan Lea bukan seenaknya menggendong seseorang tanpa seizin nya bukan.
__ADS_1
***