
"Diam! Dasar gadis tak tahu diri! Aku peringatkan kau kembali, jangan pernah berani mendekati Lea! Atau Terima akibatnya! Kau mengerti!" bentaknya kepada Kimberly, menatap tajam kepada gadis tersebut hingga membuatnya ketakutan dengan tubuh gemetar. Ia tak pernah, menyangka Claude akan semarah ini kepadanya.
Bahkan Claude, tak segan mengejarnya hingga keluar Mansion. Claude yang tersulut emosi, sampai mencekik leher Kimberly kembali, tanpa menghiraukan gadis itu, kesulitan bernapas maupun mati sekalipun.
Hingga suara, seseorang mengejutkan mereka. Kimberly tak putus asa, walaupun suaranya sudah terdengar mengecil ia tetap berusaha berteriak agar mendapatkan pertolongan, untuk lari dari pria gila dan kejam yang saat ini tengah mencekik lehernya tanpa ampun.
"Claude! Astaga! Apa yang sedang, kau lakukan dengan Kimberly?! Lepaskan dia! Dia bisa mati nanti?!" bentak Alfa, tak habis pikir dengan aksi Claude. Ia pun dibuat terkejut, untuk pertama kalinya melihat adiknya itu melukai orang lain. Apalagi orang itu, adalah seorang wanita.
"Claude! Tolong lepaskan dia! Kau mendengar ku Claude?!" suara Alfa masih, terdengar membentak kepada pria tersebut. Namun Claude, tak mempedulikannya tatapan kemarahan masih tertuju kepada Kimberly yang sudah tak berdaya lagi.
Alfa, jadi kelimpungan sendiri, ia berusaha melerai nya namun sialnya Jo malah menghalangi jalannya. Membuatnya kesal setengah mati.
"Jo! Minggirlah!" hardiknya, mendorong tubuh besar pengawal tersebut. Karena telah, menghalangi jalannya, yang ingin melerai dan menghentikan aksi gila Tuan Muda Claude. Jo tak bergeming, ia tetap setia pada perintah Tuannya. Dengan tidak, membiarkan seseorang siapapun itu untuk menghalau dan mencoba, menghentikan aksi dari Tuan Muda.
"Hei, minggirlah Jo! Apakah kau tidak, punya telinga?!" bentaknya kembali. Namun Jo tetap, pada pendiriannya membuat Alfa menyerah sendiri.
"Kalian benar-benar gila! Claude lepaskan Kimberly! Dia seorang wanita! Kau bisa membunuhnya nanti," imbuhnya, menatap pada Claude yang terlihat sedang mencekik Leher Kimberly, yang tampak tak berdaya dengan napas yang naik turun.
"Claude kau--"
"Akh ... Tuan Muda! Ya ampun! Apa yang sedang Anda lakukan? Lepaskan Nona Kimberly?!" pekik seorang wanita, dengan wajah yang terkejut.
Wanita itu, tidaklah lain adalah Lea. Ia baru saja sampai ditempat itu, bahkan Lea dibuat terkejut sekaligus syok atas apa yang saat ini sedang ia lihat. Tuan Muda sedang, mencekik leher Kimberly tanpa ampun, bahkan napas gadis itu terlihat naik turun dengan mata yang hampir terpejam.
__ADS_1
Claude seakan tuli, ia tak mendengar sekitarnya. Bahkan Lea mencoba memanggilnya, tak ia pedulikan.
"Tuan Muda! Tolong lepaskan Nona, Kimberly! Jika tidak, aku akan pergi dari Anda! Aku akan pergi sejauh mungkin, ketempat yang tidak akan bisa Anda ketahui?!" ancamnya, terdengar tak sedang bermain-main. Alfa pun tak berkomentar apapun sama sekali, ia sibuk menatap kepada Tuan Muda yang secara perlahan melepaskan tangannya, yang mencekik dari leher Kimberly. Sungguh ajaib hanya, dengan sebuah ancaman Claude segera melepaskan musuhnya tersebut.
Benar-benar, Alfa tak berpikir sampai kesitu. Tapi perlu diingat ancaman Lea, pasti sangat mempan kepada Claude.
Dan kini, mereka semua dapat bernapas lega, karena Claude telah melepaskan Kimberly. Gadis itu jatuh tergeletak lemas di atas tanah, Jo segera membantu gadis itu, menggendongnya masuk kedalam mobil, atas suruhan dari Alfa. Karena ia tidak mau terjadi suatu hal, buruk menimpa Kimberly sebab itu akan memicu masalah besar nantinya. Alfa tidak mau, nama keluarga Ricchan menjadi jelek dimata publik, dan reputasinya menjadi hancur, hanya karena masalah yang terjadi seperti saat ini. Ia baru tahu yang sebenarnya, karena Lea telah menceritakan segalanya walaupun ada beberapa yang terlewati.
"Claude! Kau tahu apa salahmu? Kau hampir saja, membunuh Kimberly tadi! Dia hampir mati karena kau cekik!" cecar Alfa, dengan marah. Sembari mengguncang, tubuh adiknya itu, menatapnya dengan tatapan marah dan tajam hingga membuat Lea, yang berada di sana dibuat ketakutan.
Ia sangat ketakutan, ketika melihat Alfa yang sedang marah. Ternyata marahnya orang sabar, jauh lebih menakutkan. Begitu gumamnya, menatap kedua pria berbeda umur itu, dengan tatapan yang berbeda-beda dan penuh tanda tanya.
"Claude! Aku sedang berbicara denganmu?! Bagaimana jika dia mati? Karena kau cekik? Kau tidak takut, nama keluarga besar mu rusak karena dirimu?!" Alfa sungguh, sudah sabar jauh-jauh hari, namun kali ini kesabarannya telah habis.
Apalagi saat melihat, Claude hanya diam memasang tatapan tak acuhnya seketika membuat emosi Alfa bertambah. Sungguh keterlaluan! Rasanya Alfa, ingin sekali melemparkan bogem mentah di wajah adiknya itu, namun ia tidak bisa, sebab Alfa sangat menghargai Tuan Besar. Ia tidak mungkin, memukuli anak dari orang yang telah berjasa besar kepada hidupnya. Alfa, hanya bisa menahan amarahnya saja, walaupun sudah sampai ke ubun-ubun.
Lea yang sedari tadi diam, menatap keduanya kini dengan berani mulai berbicara. Ia takut, kedua pria berbeda umur itu, akan berkelahi apalagi tatapan Alfa, kepada Tuan Muda, membuat Lea segera bertindak sebelum semuanya terjadi.
"Em ... Kak, sebaiknya Kakak masuk kedalam sepertinya--"
"Lea, kau jaga dia! Aku harus pergi, melihat kondisi Kimberly! Aku permisi!" ujarnya dengan datar, berlalu pergi begitu saja meninggalkan Lea dan Claude berdua.
Beberapa menit yang lalu, Alfa telah menyuruh Jo untuk membawa Kimberly ke rumah sakit terdekat, untuk diperiksa. Dan Alfa, akan mengurus masalah Claude dan Kimberly secara baik-baik, ia tak mau masalah tersebut dibesar-besarkan oleh Kimberly, dan memicu perdebatan besar antara dua keluarga besar tersebut. Apalagi Tuan Besar, dan Nyonya Besar sedang tidak ditempat, dan kondisi Tuan Besar sedang kritis membuatnya harus turun tangan.
__ADS_1
Melihat Alfa, yang sudah pergi, dengan wajah garangnya meninggalkan mereka. Seketika juga, Lea bisa menghirup udara segar disekitarnya, dengan perasaan yang lega. Tidak seperti tadi, ia bahkan seakan kesulitan bernapas karena tadi hawanya, tampak mencekam dan mengerikan.
"Kakak ..."
"Maafkan aku," sahutnya. Namun Lea, tidak menggubrisnya sama sekali, ia masih kesal karena Claude telah membuat ulah sehingga, membuat dirinya harus kena marah Tuan Alfa lagi.
Benar-benar bocah menyebalkan, yang mengaku jika dirinya sudah dewasa tetapi ketika sedang marah, malah bertindak tanpa berpikir jernih terlebih dahulu.
Hingga membuat orang lain, yang kena imbasnya. Lea tak habis pikir, mengapa ia harus terjebak dengan pria muda dan menyebalkan ini.
"Kakak! Tolong, maafkan aku. Aku janji, tidak akan berbuat seperti itu lagi," sahutnya lagi memasang wajah memelasnya, kepada Lea. Agar Lea yang melihatnya menjadi iba, dan memaafkannya.
Namun Lea, tak mempedulikannya, wanita itu hanya diam dengan bersedekap dada, menatap intens Claude yang tengah menatapnya dengan wajah memelasnya. Lea ingin tertawa dibuatnya, namun sebisa mungkin ia menahan, tawanya yang ingin pecah tersebut. Claude memang pintar, memainkan ekspresi, terkadang dia bisa terlihat dingin, dan menyebalkan dan kadang, bisa terlihat manja dan cerewet.
Dan ekspresi seperti itu, selalu ia tujukan kepada orang tertentu saja. Dan orang yang bisa melihatnya hanyalah Lea. Lea sangat beruntung, bisa mendapatkan, tingkah manis Claude. Dan beruntungnya ia, bisa membuat Claude jatuh hati kepadanya.
Bahkan di luaran sana, banyak sekali para wanita yang berjuang demi menarik perhatian Claude, namun sayangnya mereka kalah telak. Sebab orang yang bisa menarik perhatian Claude, yang bisa membuat Claude jatuh cinta, hingga untuk pertama kalinya membuatnya berjuang adalah 'Lea' wanita beruntung itu, adalah Lea.
Namun Lea, tak menyadarinya. Sebab ia tidak peka akan hal tersebut, karena terlalu memikirkan perkataan Nyonya besar. Ia sampai tidak, mempedulikan perasaan Tuan Muda kepadanya. Lea selalu mengelak, tentang rasa suka Tuan Muda kepadanya. Baginya itu hanyalah, jatuh hati sebentar saja, lagian Tuan Muda masih sangat muda. Dan maklum jika ia menyukai Lea.
Lea selalu, mengelak akan hal tersebut. Perasaan suka, cinta Tuan Muda kepadanya ia anggap hanya sebagai kekaguman saja. Namun nyatanya tidak seperti itu! Claude benar-benar menyukaimu dan mencintaimu Lea! Bahkan, segala hal yang dulunya tidak ia sukai, malah menjadi rutinitasnya setiap hari tanpa kau sadari.
***
__ADS_1
Lalu Lea, meminta dukungan kepada para pembaca yang tidak bosan menunggu notif updatenya~
Yuhu yuk vote, komen, dan likenya ya. Jangan lupa favorit~ 😍