Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 24. Pergi belanja


__ADS_3

"Tetapi sebelum aku bertanya. Aku ada satu permintaan, tolong mulai sekarang cobalah membuka hati Kakak untukku!"


"Tu--tuan Muda!" pekik Lea, merasakan pergelangan tangannya digigit oleh seseorang. Dan pelakunya tidaklah lain, adalah Tuan Claude. Pergelangan tangan Lea, tampak memerah karena habis digigit oleh Tuan Muda.


"Apa yang Anda lakukan? Kenapa, tanganku digigit!" geram Lea, menarik paksa tangannya yang di cengkram oleh Claude tadi. Claude tampak diam, sambil memasang wajah tak berdosanya karena telah melukai tangan Lea. Lea geram sendiri jadinya.


Tanganku ya ampun. Lea menatap nanar, pada pergelangan tangannya yang tadinya putih mulus kini berubah, menjadi kemerahan.


"Kak, jangan membuat aku marah! Kakak ingin lari dari pertanyaan ya?" tebak Claude, tampak kesal. Mendekatkan wajahnya kehadapan Lea, Lea tampak memundurkan tubuhnya kebelakang.


Mereka sedang duduk, di sofa. Sedari tadi, Lea memohon kepada Claude agar menjaga jarak darinya tetapi, permintaannya itu tidak digubris oleh Claude sama sekali. Laki-laki itu malah, semakin dekat, padahal Lea sudah berpindah beberapa centi dari dekat pria itu.


Dan sekarang, Lea harus pasrah. Karena mereka sudah sampai disudut sofa, Lea bagaikan mangsa sekarang. Rasanya dia seperti sedang, ditagih janji sekarang.


Claude laki-laki itu, tampak merengek dia ingin mendengar jawaban Lea. Padahal tadi dia sendiri yang bilang, jika Lea mau menggubris ungkapan cintanya ataupun tidak dia tidak akan memaksa. Dan sekarang dia malah memaksa, Lea untuk membalas balik ungkapannya. Lea jadi bingung sendiri, mau menjawab apa. Mau menolak juga tidak bisa, karena ini sudah menjadi ketiga kalinya Lea mendengar ungkapan tersebut.


Percuma menolak, karena ambisi Claude akan kalah dengannya yang hanya modalkan penolakan. Pria itu pasti, akan membuat cara lain untuk bisa, memancing Lea agar menerimanya dan Lea tahu itu.


Dia memilih diam, tanpa mengomentari. Terserah apa yang Claude ingin buat, yang pastinya laki-laki muda itu yang berstatus majikannya, tidak boleh sampai melewati batas.


"Kakak ... Kak Lea, oh ayolah." Rengek Claude, sambil menggoyangkan lengan Lea. Lea terkekeh pelan, rasanya dia ingin sekali menonjok wajah tampan tersebut, yang sedari tadi merengek kepadanya. Tetapi dia tidak mungkin berani melakukan hal tersebut. Dengan sabar Lea, meladeni Claude.

__ADS_1


Lea tidak mengerti, pria itu selalu saja merengek kepadanya bahkan kadang pria itu menatapnya dingin kadang cuek kepadanya. Kadang juga manja, bahkan super manja seperti kelakuannya saat ini. Lea jadi aneh sendiri. Dia merasa Tuan Muda Claude, memiliki dua kepribadian ganda wajahnya kadang bisa berubah-ubah. Bisa mode Claude, bisa mode Choel. Choel nama baru yang Lea, tujukan kepada Claude ketika sedang dalam mode manja kepadanya.


"A--aku, beri aku waktu Choel! Eh, sa--salah Tuan Muda. Tolong beri Kakak waktu, sampai pesta Caca berakhir, sudah ya Kakak harus segera tidur besok kita super sibuk loh," ungkap Lea sambil tersenyum.


Ya besok adalah hari paling, melelahkan bagi penghuni Mansion terutama Lea. Karena mereka semua akan mempersiapkan, pesta meriah buat Nona Muda Caca. Umur Caca yang sudah masuk sepuluh tahun, dan untuk pertama kalinya Nyonya Besar membuang-buang uang hingga ratusan juta demi pesta meriah dan mewah, untuk Putri semata wayangnya. Maklum, dia adalah pewaris kedua keluarga Ricchan dan Putri satu-satunya keturunan Ricchan.


Walaupun terkadang, Nyonya besar lebih menyayangi Claude dibandingkan Caca. Karena Claude, adalah Cucu pertama dan paling berpengaruh dalam keluarga besar mereka karena di pundaknya dialah yang akan, menggantikan ayahnya Tuan Renan Ricchan kelak nanti. Bahkan Claude pun akan mengambil alih, perusahaan keluarga mommynya sekaligus. Tetapi Tuan Renan dan Nyonya Veronica, segera mengambil tindakan dia tidak mau terlalu membebani putranya tersebut.


Dan dia pun, memutuskan agar Caca yang kelak nanti mewarisi semua harta keluarganya karena Nyonya Veronica yang mewarisinya, sebab dia adalah anak tunggal tak memiliki saudara lagi. Makanya semua kekayaan keluarganya, akan wariskan ke Caca. Dan untuk Claude, dialah yang berhak mewarisi seluruh harta Ricchan karena dia adalah anak pria satu-satunya yang lahir.


Keluarga besar mereka memang banyak, bahkan Cucu kakeknya yaitu mendiang Ricchan bukan hanya dia dan Caca saja. Tetapi yang ditunjuk, sebagai The next Ricchan berikutnya adalah dia. Karena dia memiliki, garis keturunan yang unik dan dialah yang berhak.


"Bukan! Maksudnya, Choel itu nama panggilan baru dariku untuk Tuan Muda Claude. Tetapi jika Tuan Muda tidak suka maka--"


"Tidak! Aku menyukainya, panggil aku Choel saja Kakak. Terserah Kak Lea mau memanggilku apa, sayang pun boleh!" seringai Claude. Membuat Lea terkejut, dan reflek memukul bahu kekar pria muda tersebut yang sedang tertawa di hadapannya saat ini.


"Dasar!" Lea menatap sengit Claude, lalu membuang mukanya kesamping ketika rona di pipinya bermunculan. Bahkan saat ini, debaran jantungnya sedang tidak baik-baik saja. Rasanya jantung Lea ingin copot, saking berdebarnya.


"Sudah ah, Kak Lea lupa mau berbelanja malam ini. Keluarlah Kakak mau ganti pakaian dulu," usir Lea secara halus segera menarik Claude untuk berdiri bersamanya, sambil menundukkan kepalanya. Lea enggan menampakkan, wajahnya yang memerah di hadapan Claude karena malu jika pria itu tahu, Lea sedang tersipu malu.


"Padahal aku masih, ingin berduaan dengan Kakak!" ucap Claude terdengar kecewa, membuat Lea diam mendorong tubuh kekar tersebut agar keluar dari kamarnya. Karena sebenarnya dia ingin mandi, bukannya mengganti baju. Dia hanya beralasan agar Claude tidak memilih, menetap takutnya hal tidak terduga terjadi.

__ADS_1


Kita tidak boleh, terlalu percaya perkataan pria. (Kalau Claude mah, author mau kok mwehehe canda)


"Kakak, aku ikut ya! Nanti aku yang menyetir." Ucap Claude sembari tersenyum lebar. Lea hanya menganggukkan kepalanya, lagi-lagi dia tersipu malu rona merah masih terlihat di wajahnya. Claude tahu itu, jika Lea sedang berusaha bersikap datar kepadanya sambil menahan malunya, karena Claude selalu menggodanya.


(Siapa yang gak tahan, kalau digoda cogan, Claude oh Claude 🤣)


"Kakak aku--"


Bruk!


"Ah, selamat malam Kakak Lea! Aku tunggu dibawah ya, jangan lama-lama!" ucap Claude sedikit mengeraskan suaranya. Agar Lea mendengarnya.


Sementara Lea, wanita itu tengah bersandar didepan pintu sambil menutup mulutnya agar suara cegukannya tidak terdengar. Rasanya dia lemas sekarang, benar-benar bukan sesuatu yang dia inginkan! Claude benar-benar menghipnotis dirinya sehingga Lea, hilang konsentrasinya dalam menjaga sikap.


Argh, aku benar-benar sudah gila! Ya ampun Lea. Kau benar-benar gila! Sangat gila!


Lea memaki diri, dalam hati. Segera meraih jubah mandi, lalu terbirit-birit masuk kedalam kamar mandi.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2