Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 14.


__ADS_3

"Pasti, kamu sudah tahu mengapa aku memanggilmu disini." Ujar Nyonya Veronica, dengan dingin menatap Lea dengan tatapan yang sulit dimengerti.


Lea tampak menunduk, enggan menatap wajah Nyonya Veronica yang sangat menakutkan baginya. Nyonya Veronica orang yang baik, tetapi tidak untuk saat ini. Dia terlihat sangat tegas, dan Lea tahu apa yang menjadi permasalahannya. Karena kedekatan Tuan Muda, dengan dirinya membuat Nyonya Veronica menjadi seperti ini.


"Iya Nyonya, maaf ..."


"Saya berjanji, akan menjaga jarak dengan Tuan Muda. Sesudah kontrak saya habis, maka saya akan pergi dari sisi Tuan Muda saya janji! Tapi mohon, beri saya kesempatan hingga hari ulang tahun Nona kecil Caca selesai!" pinta Lea.


"Tidak perlu, aku tidak menyuruhmu untuk pergi. Aku hanya menyuruhmu untuk menjauh dari, Claude buat dia ilfeel kepadamu agar dia menjauh dengan sendirinya." Sahut Nyonya Veronica kepada Lea.


Lea tampak diam, tanpa berkomentar.


'Membuat Tuan Muda ilfeel? Kepadaku? Sepertinya akan sangat sulit. Tetapi aku akan berusaha,' batin Lea.


Tanpa mereka sadari, seseorang sedari tadi mendengar semua percakapan mereka dengan kedua tangan yang terkepal erat, tampak wajah garang orang tersebut.


'Apa! Kak Lea ingin, membuatku ilfeel karena permintaannya? Jangan mimpi, jika aku akan ilfeel. Tidak semudah itu, jangan pernah bermimpi memisahkan kami, karena aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi,' batin Claude.


Ya sosok tersebut adalah Claude, yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara mommynya dan Lea.


"Baiklah Nyonya, aku berjanji akan melakukan seperti apa yang Nyonya katakan. Aku permisi dulu Nyonya!" Lea membungkukkan tubuhnya 180 derajat, memberi hormat kepada Nyonya Veronica.


Nyonya Veronica hanya diam, menatap Lea yang sudah pergi.

__ADS_1


"Aku harap setelah ini, Claude mau menerima perjodohannya dengan Kimberly. Seharusnya aku membuat mereka dekat dari dulu! Agar semuanya tidak jadi seperti ini, huh ya Tuhan!" ucap Nyonya Veronica dengan frustasi, duduk di atas sofa miliknya.


***


Sementara ditempat lain. Tampak Lea, menuruni anak tangga dengan pikiran yang berkelana kemana-mana memikirkan, sebuah awal untuk memulai membuat Tuan Mudanya ilfeel kepada dirinya.


"Bagaimana ini? Bagaimana caranya membuat seseorang ilfeel? Sementara, aku tidak pernah melihat seseorang ilfeel kepadaku." Lirih Lea, berjalan terbirit-birit tanpa sadar kepalanya hampir saja menumbuk dinding, jika tidak ada tangan seseorang yang menolongnya.


Mungkin kepalanya, sudah berubah warna.


"Tu--tuan Muda!" kagetnya, dengan segera menjauhi Tuan Muda Claude.


"Kak, hati-hati. Untung saja tanganku ini cepat, menolong Kakak kalau tidak," Claude tampak tertawa, tetapi tidak dengan Lea.


"Sudah?" tanya Lea, tampak acuh. Memasang wajah datarnya, tidak seperti biasanya Lea bersikap seperti itu. Karena dia adalah, wanita yang paling ceria dan selalu membuat orang-orang senang jika berada disekitarnya.


Dan Claude, tahu itu. Dia tahu jika Lea, sedang menghindarinya dan ingin membuatnya ilfeel, tetapi Claude diam-diam akan mengikuti rencana tersebut, dia ingin melihat sampai dimana mommynya bertindak untuk menjauhkannya, dengan wanita yang disukainya.


"Sudah, maksud Kakak?" Claude tampak memasang wajah kebingungannya. Membuat Lea, tak sengaja mengigit bibirnya sebal, rasanya dia ingin segera pergi menjauh sejauh-jauhnya dari hadapan Tuan Mudanya. Tapi sayangnya, tidak semudah yang Lea bayangkan, karena Claude telah terpikat bersamanya. Bahkan sikap dingin, dan canggung Claude yang dulu dia perlihatkan kepada Lea, kini telah berubah 180 derajat dari sebelumnya.


Pemuda itu, malah tak bisa jauh dari jangkauan Lea. Lea sadar, apa yang telah dia lakukan, dan dia akan segera mengakhiri segalanya dengan baik-baik. Dia akan segera pergi, jauh dari keluarga ini jika waktunya tiba nanti. Lea pernah, berjanji kepada Nona kecilnya yaitu Caca, jika dihari ulang tahun Nona kecilnya yang sebentar lagi, akan pas berumur sepuluh tahun. Lea ingin dirinya yang memasak untuk Caca, karena Lea tahu Caca sangat menyukai pasta buatannya.


Bahkan Caca, meminta kepada Lea agar membuatkannya setiap hari dan Lea mengiyakan hal tersebut, dengan hati yang bahagia. Apapun berhubungan dengan Nona Caca, Lea akan selalu menyukainya bagi Lea Caca sudah seperti anak sendiri. Karena Lea merawat Caca, sedari dia bayi dan untuk pertama kalinya Caca memanggil Lea dengan sebutan Kakak.

__ADS_1


Dan lihat, betapa terharunya Lea. Karena dirinya yang pertama kali, dipanggil Kakak oleh Caca dan bukanlah Claude sendiri yang adalah kakaknya. Betapa bahagianya Lea saat itu, bekerja didalam keluarga Ricchan sudah menjadi impiannya tersendiri. Apalagi keluarga ini, sudah merubah sebagian hidupnya. Bekerja didalam keluarga ini, adalah suatu kehormatan untuknya apalagi kedua majikannya yang ramah, walaupun kadang Nyonya Veronica jengkel kepadanya. Tetapi Lea, memaklumi hal tersebut, dia tetap bekerja dengan baik dan penuh tenaga ekstra apalagi bertambah satu orang yang harus, dia tangani karena temannya telah diberhentikan.


Yaitu Yunda, yang kini telah diganti dengan Vera. Entah apa masalahnya, mengapa Yunda diberhentikan yang pastinya Lea tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. Karena pada saat ini, dirinya tengah terancam.


"Kak, kenapa diam?" Claude tampak, mendekat. Lea segera mundur beberapa langkah kebelakang.


Lihat, betapa tampannya Tuan Muda jika dilihat dari dekat. Sudah bisa menggetarkan hati siapa saja, yang berada di dekatnya dalam beberapa centi. Lea saja, sampai tak bernapas lantaran dekatnya jarak mereka. Apalagi dengan kondisi, jantung yang berdebar kencang membuat Lea salah tingkah dengan sendirinya, rasanya dia ingin memarahi jantungnya yang tiba-tiba saja berdebar dengan begitu kencang.


Padahal, mereka cuman dekat. Tidak berbuat yang aneh-aneh. Claude tampak menyeringai, semakin mendekat menyudutkan Lea kedinding menatap kedua netra, berwarna hitam pekat tersebut yang selalu menggetarkan hatinya.


'Kakak, aku jadi ingin memakan mu. Lihat betapa menggemaskannya dirimu,' Claude.


Sebelum Claude, membuka mulutnya ingin berbicara. Lea segera membungkam, bibir pria muda tersebut dengan tangannya karena takut sampai terdengar, oleh penghuni Mansion. Apalagi mereka sedang berdua, dengan keadaan dekat hingga tak berjarak karena Claude telah mengikis jarak diantara mereka. Membuat Lea takut, jika sampai seseorang melihat mereka dan melaporkannya kepada Nyonya besar, yang sudah kembali ke Mansion. Pasti urusannya, akan sangat panjang nantinya jujur saja berurusan dengan Nyonya besar bukanlah, suatu hal yang mudah apalagi wanita parubaya tersebut memiliki sifat yang tak mau mengalah, dengan pendapat orang lain. Membuat Lea enggan, untuk terlalu meladeni.


Tetapi, dia terpaksa untuk meladeni keinginan Nyonya besar yang satu ini. Karena akan berdampak besar bagi Lea, apalagi Nyonya besar telah mengeluarkan berbagai ancamannya walaupun dia tidak mengatakannya secara langsung. Tetapi Lea bisa, melihat dengan sendirinya ketika Nyonya Veronica menatapnya dengan, tatapan mengancam dan penuh dengan kekesalan.


Membuat Lea, seketika merasa bersalah dan memutuskan untuk segera mengakhiri segalanya. Sebelum waktunya.


***


Halo semuanya, sudah lama tidak update ya~


Jangan lupa vote ya, berikan dukungan kalian untuk karya author ini ya. Terimakasih Sudah, menjadi pembaca setia dari kisah Lea dan Claude. (Tertulis @ArindaLovelyz)

__ADS_1


Malam ini updatenya plus" Jadi, tunggu aja notifnya 😚🙏


__ADS_2