Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 63. First Kiss


__ADS_3

"Tuan! Apakah, kau benar Tuan Muda Claude? Hei jawab!" deliknya dengan kesal, memandang pria muda yang tengah mabuk tersebut. Lea masih beranggapan jika pria itu, bukanlah Tuan Claude melainkan orang lain yang tengah menyamar sebagai Tuan Claude.


Sebab mana mungkin, Tuan Muda berani mengkonsumsi alkohol, apalagi dia masih remaja belasan tahun. Tidak baik juga mengkonsumsi minuman yang beralkohol banyak tersebut.


"Hei, siapa Anda sebenarnya? Kenapa wajah Anda mirip sekali dengan Tuan Muda kami?"


"Jawab?!"


"Jangan hanya diam! Aku sedang, bertanya kepadamu?!" bentaknya dengan kesal, mengguncang tubuh kekar, pria muda yang pada saat ini sedang dalam pengaruh alkohol.


Lea masih tidak bergeming sama sekali, sepertinya pemuda yang sedang dalam keadaan mabuk itu, memang adalah Tuan Mudanya. Bukannya orang lain, yang sedang menyamar sebab yang, hanya diperbolehkan masuk kedalam ruangan VIP yang saat ini Lea masuki, hanyalah orang tertentu saja. Tidak mungkin orang lain, dari luar Mansion bisa menerobos masuk kedalam ruangan tersebut.


"Caca," gumam Lea tersadarkan, ia hampir saja melupakan nona Caca, yang pada saat ini tengah menunggu dirinya.


"Ya ampun, kenapa aku bisa pelupa begini!" gerutunya memutuskan untuk pergi, namun baru beberapa langkah Lea langsung, dibuat terkejut ketika tubuh kekar seseorang memeluk dirinya dari belakang.


Akh!


"Astaga! Beraninya--"

__ADS_1


"Claude?" gumamnya, membalikkan tubuhnya menatap pria tampan yang saat ini, tengah memeluk dirinya sambil mengigau memanggil namanya.


"Lea! Jangan pergi." Bisiknya, terdengar parau di pendengaran Lea, sembari mengeratkan pelukannya membuat Lea, seketika kesulitan bergerak. Apalagi bau menyengat, alkohol yang membuat dirinya mual.


Sebab, Lea tidak terlalu menyukai bau dari alkohol.


"Claude! Lepas! Menjauhlah, kau itu bau tahu!" sentaknya dengan kesal meronta-ronta, sehingga membuat tangan Claude yang tadinya memeluk dirinya perlahan, melonggar dan Lea tidak mau membuang kesempatan tersebut, untuk dirinya lari menjauh beberapa centimeter dari jangkauan Tuan Mudanya, yang saat ini tengah mabuk berat.


Karena terlalu banyak, mengkonsumsi alkohol hingga habis dua botol sekaligus. Lea seakan tidak percaya, pria itu ternyata minum-minum juga. Benar-benar gila! Lea merasa terbodohi selama ini, Tuannya itu seakan polos jika berada di hadapannya tetapi, yang Lea lihat sekarang berbeda.


"Bau sekali, astaga kenapa baunya tidak enak begini." Gumamnya seraya, merapikan pakaiannya yang terlihat kusut sambil mengendus-endus bau tak sedap, dari kemeja putih yang ia kenakan saat ini.


"Hoek ... Rasanya, aku ingin muntah!" imbuhnya, seraya menutup hidungnya dengan menggunakan telapak tangannya, menahan rasa mualnya akan bau tak sedap disekitarnya saat ini.


"Huh, menyusahkan sekali! Bagaimana ini, tidak ada satu orangpun yang lewat!" Lea terlihat kesusahan, menopang tubuh berat milik Tuannya itu. Sebab tubuhnya tidak seberapa besarnya, dengan tubuh raksasa pria muda yang kini berada di sampingnya.


"Claude! Bangunlah, aku mohon! Claude!" pekik Lea dengan suara melengking di pendengaran Claude hingga membuatnya, seketika membuka kedua matanya yang terasa amat berat, dengan kepala yang terasa sangat sakit di bagian kanan.


"Kakak! Kakak disini? Bagaimana bisa? Kakak menguntitku ya!" ujarnya dengan cengengesan, setengah sadar sambil menunjuk Lea.

__ADS_1


Lea tidak bergeming, ia hanya diam menatap intens wajah tampan yang terlihat, semakin bertambah tampan dengan rambut yang acak-acakan.


'Tampan sekali, kali ini aku tidak bisa mengelaknya, dia benar-benar tampan,'


'Sadarlah Lea'


"Ti--tidak! Kurang kerjaan apa lagi, aku untuk menguntitmu?" hardik Lea langsung membuang muka, rasanya pipinya saat ini tengah merah merona seperti tomat.


"Kakak, kau tidak bisa membohongiku. Karena aku tahu saat ini, kau sedang berbohong walaupun aku mabuk!" ungkapnya tersenyum cerah, sambil memperlihatkan sederetan giginya yang menyusun rapi.


Lea tampak tertegun mendengarnya. Bagaimana bisa, Claude tahu jika dia sedang berbohong sementara pria itu tengah mabuk berat? Apakah dia itu seorang cenayang.


"Kakak, kau tahu cintaku kepadamu itu sebesar lautan. Tapi, cintaku untukmu hanya lima persen saja!"


"Kenapa hanya lima persen?" entah dapat dorongan darimana, sehingga Lea mengucapkan kata-kata kramat tersebut. Tanpa sadar, Claude tersenyum kecil, menanggapi pertanyaan dari Lea.


"Karena, lima persennya yang lainnya, untuk yang di atas!" ujarnya tersenyum, membuat Lea seketika bingung dibuatnya.


"Di atas? Maksudnya ap--" ucapan Lea terhenti tatkala ia, merasakan bibir kenyal milik seseorang menabrak bibirnya yang agak sedikit terbuka.

__ADS_1


Chup!


***


__ADS_2