
"Kakak! Jangan berpura-pura tidur, untuk menghindari aku! Kakak kira aku tidak tahu, jika kakak sedang pura-pura tidur?"
Lea tergelak, dia segera membuka kedua matanya dengan malas lalu menguap beberapa kali. Rasanya sangat melelahkan, dia ingin tidur dengan nyenyak malam ini tanpa adanya gangguan. Tetapi, sepertinya akan sangat sulit untuknya tidur, sebab seseorang yang ingin dia hindari kini, tengah berkacak pinggang dihadapannya.
Menatap Lea dengan sorot, yang tidak Lea ketahui.
Tubuhku aaaa ... Rasanya remuk, ya ampun bisa-bisanya aku lupa mengunci pintu.
Gerutu Lea. Memandang Claude, dengan tatapan kesal. Laki-laki itu benar-benar, menggunakan kesempatan ini dengan baik Lea bahkan sampai terkejut mendapatinya didalam kamarnya. Padahal kondisinya sedang gelap tadi, karena Lea telah mematikan lampunya. Dan sekarang, kamar Lea terang kembali, karena Claude telah menghidupkan kembali lampu kamar Lea.
Lea tidak tahu, harus berbuat apalagi manusia yang berada dihadapannya itu benar-benar tidak tahu waktu, padahal sekarang sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Dan penghuni, Mansion pasti sudah pada tidur dan beristirahat karena besok, benar-benar akan menjadi hari paling melelahkan bagi mereka.
Harus menyiapkan segala keperluan, pesta ulang tahun Nona Muda yang akan dilaksanakan dua hari lagi. Sepertinya mereka akan benar-benar, bekerja dengan sangat ekstra. Makanya malam ini, mereka mempunyai jam full hanya sekadar untuk beristirahat.
"Kakak!"
"Hem."
"Kakak! Kak Lea!" panggil Claude sambil, menggoyangkan tubuh Lea. Wanita itu tampak memejamkan matanya sesaat, ketika mendengar panggilan dari Claude diapun langsung terbangun. Sambil mengucek kedua matanya.
"Huh, ada apa? Apakah Tuan Muda tidak mengantuk? Tapi aku mengantuk tahu, izinkan aku tidur," sahut Lea, dengan sangat malas meraih bantal lalu memeluknya hendak, memejamkan matanya lagi namun Claude dengan segera, merampas bantal yang Lea pegang membuangnya dengan asal.
__ADS_1
Wajahnya tampak kesal, Kak Lea benar-benar tidak peka! Begitu batinnya. Tidak peka terhadap perasaannya, apakah Claude harus memakai cara lain agar Kak Lea peka terhadap, perasaannya?
"Kakak, tataplah aku! Aku mohon." Claude tampak menatap Lea penuh permohonan, meraih wajah cantik tersebut lalu mendekatkan wajahnya ke depan wajah tersebut. Lea tampak diam, menerima segala perlakuan Claude tanpa berkomentar, dia sempat terkejut.
Bagaimana aku bisa lupa mengunci pintu! Argh ... Sialan, bagaimana ini? Aku mohon, Tuan Muda jangan mencari masalah. Anda benar-benar membahayakan, aku tahu!
Lea berusaha, menarik napasnya dengan beraturan. Claude benar-benar, ingin membuat mereka dalam bahaya Lea sampai mengusap dadanya berkali-kali. Anak itu, tidak pernah mau menyerah tentang perasaannya, dan Lea tidak mau mengatakan apapun dia cukup tahu diri saja.
Apakah orang jatuh cinta, selalu seperti ini? Lea selalu terbayangkan bagaimana seseorang yang tadinya berwibawa dengan image baik, jatuh cinta kepada seseorang sampai, tidak terlalu mempedulikan imagenya tersebut. Biasanya dia selalu, membaca kisah cinta seperti itu awalnya pria itu bersikap dingin dan biasa saja kepada sang wanita, karena sedang menjaga imagenya kebetulan juga pria tersebut orangnya gengsian.
Tetapi lama-lama kemudian, sang pria jatuh hati kepada sang wanita bahkan sikap dinginnya pun tidak tampak lagi, hingga suatu hari mereka pun benar-benar mengucapkan kembali janji pernikahan mereka, dan si wanita pun hamil merekapun dikaruniai seorang anak, lalu berakhir cerita tersebut tamat dengan bahagia. Benar-benar awal, yang menggelikan dan akhir yang membahagiakan. Apakah Lea juga bisa seperti itu? Memiliki seseorang, yang benar-benar menerima dan mencintainya tanpa memandang, statusnya dan fisik yang dia miliki?
Kembali kepada Claude. Pria muda itu memasang wajah sendunya, memandangi Lea sambil menjatuhkan kepalanya tepat di dada Lea. Lea sampai terlonjak kaget, segera menjauhkan diri dari Claude yang mulai bereaksi. Benar-benar Claude, selalu mempunyai banyak keberanian untuk memancing Lea.
Dan Lea, dengan penuh kesabaran, selalu menolak Claude secara spontan tanpa mempedulikan, perasaan pria tersebut. Ingin rasanya Lea berteriak, memberitahu kepada Claude agar segera menjaga jarak kepadanya! Hargai perasaan Kimberly, walaupun kau tidak mencintainya setidaknya kau tidak, mendekati wanita lain begitu batinnya.
"Kakak! Kemarilah! Jangan coba-coba untuk pergi, kemari dan hibur aku." Tukas Claude, terdengar kesal dengan marah dia menendang selimut, yang berada di atas kasur hingga terjatuh ke bawah lantai. Lea tampak berteriak dalam hati, memandang selimut favoritnya tidak ada harga diri terjatuh di atas lantai. Rasanya dia ingin sekali, memukul orang yang telah berani membuat selimut kesayangannya, terjatuh ke lantai. Tetapi Lea tidak mungkin, seberani itu. (Yang sabar Lea, ini ujian dari author 🤣)
"Kakak! Jangan membuat aku, mengulangi semua perkataanku yang tadi! Maka habislah Kakak malam ini, aku akan menarik kakak paksa ke kantor KUA! Walaupun kakak menendang ku sekalipun!" terdengar ancaman dari Claude, walaupun dia berbicara dengan wajah tenang. Tetapi ancamannya itu, benar-benar loh Lea bahkan sampai lompat di atas kasurnya segera mendekati Claude, menggapai lengan kekar tersebut memeluknya dengan manja.
Cukup malam ini saja, dia menurut. Dia tidak mau dipaksa ke KUA, Lea benar-benar belum siap yang namanya menikah apalagi, lelaki yang akan dia nikahi adalah majikannya sendiri. Benar-benar Lea tidak berani akan hal tersebut, apalagi yang akan dia hadapi adalah keluarga besar Ricchan mau ditaruh dimana wajahnya? Dia tidak bisa membayangkan seperti apa dirinya, jika di tengah-tengah anggota keluarga yang isinya berlian semua sejak dini?
__ADS_1
Tentu saja Lea akan merasa, paling rendahan disitu. Bisa-bisanya dia berani masuk, kedalam keluarga kaya raya dan mempunyai garis keturunan bagus? Yang nantinya, garis keturunan Ricchan akan rusak jika dia masuk apalagi wajahnya benar-benar dibawah standar.
Lea cukup sadar diri, terakhir kalinya dia berurusan dengan keluarga Ricchan. Setelah kontraknya selesai, dia akan pergi dengan sangat jauh hingga seseorang tidak akan pernah menemukannya dimuka bumi manapun. Dia akan pergi sangat jauh, untuk memulai hidup barunya dengan uang yang cukup. Lea memang sudah menyiapkan, segalanya dari dulu dia bahkan sampai menabung.
Lea tidak mau berhubungan sama siapapun, termasuk keluarga yang berada di kampungnya. Dia benar-benar mempunyai masalah, dengan keluarga dari ibunya tersebut, hanya adiknya saja yang mau tinggal lebih lama di sana, padahal Lea sudah menawari ingin membawa adiknya pergi dan menetap ditempat lain. Tapi apalah daya, adiknya malah menolak ajakannya padahal Lea agak khawatir, meninggalkan adiknya di sana walaupun orang-orang dikampung adalah keluarganya.
Tetapi dia tidak pernah merasakan, artinya kekeluargaan. Semenjak ibunya meninggal dunia, dan ayahnya pria yang paling tidak mau dia lihat. Jujur saja Lea, tidak pernah melihat sosok pria yang menjadi cinta pertamanya tersebut. Pria yang telah, meninggalkan dia semenjak bayi dan membuat ibunya, meninggal karena sakit. Lea benar-benar terpukul saat itu, ketika usianya lima tahun dia malah kehilangan ibunya orang berarti, dalam hidupnya.
Dia dan adiknya, hidup yatim piatu. Lea tinggal di rumah neneknya, di sana mereka selalu dibanding-bandingkan, dengan para sepupunya. Lea merasa terhina dan sedih saat itu. Tapi mau diapa, ini sudah takdir mereka Lea hanya bisa pasrah dia pernah bekerja paruh waktu, yang gajinya tidak mencukupi segala keperluannya sehari-hari, dia rela bekerja demi membeli kebutuhan sekolah adiknya pada saat itu.
Jika Lea kembali, mengingat masa lalunya yang kelam. Dia akan menangis sedih sambil, memanggil nama adiknya tersebut. Usia adiknya, sama dengan Tuan Muda Claude, jadi ketika melihat Tuan Muda maka Lea, akan terbayangkan dengan sosok adiknya tersebut.
***
Bersambung...
Maaf jika masih banyak, typonya. Soalnya belum revisi 🙏
Yuk jangan lupa dukungannya ya~
Happy Reading.
__ADS_1