Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
67. Pengantin Wanita?


__ADS_3

"Kakak, jangan mengasihani aku!" cecar Claude menepis halus, tangan Lea yang merangkul dirinya.


Lea tersenyum tipis, sekilas ide jahil muncul dibenaknya.


"Kakak! Jangan menjahiliku!" sentak Claude lagi, menatap dalam kedua mata indah berwarna cokelat legam yang tengah menatap dirinya dengan senyum penuh arti.


"Haha ... Aku hanya, becanda Tuan! Jangan diambil hati. Sebaiknya Anda tidur sekarang, ini sudah sangat jauh malam." Sahut Lea sembari menatap kearah jam, dinding yang sudah


"Claude, bagaimana kalau besok kau ikut menemaniku dan Caca? Pasti akan sangat seru!" imbuh Lea dengan berbinar, membuat Claude terdiam berpikir. Mengiyakan atau tidak, ajakan dari Lea wanita pujaan hatinya.


"Em ... Bagaimana, ya, Kak. Aku mau tapi, sebelum itu beri aku jawaban Kak!" tukasnya tersenyum tipis, membuat Lea seketika juga terdiam menatapnya dalam-dalam.


"Ja--jawaban? Jawaban, yang mana?" tanya Lea berpura-pura tidak tahu akan pertanyaan, beberapa saat yang lalu Claude lontarkan kepadanya.


"Kakak!" panggil Claude, dengan suara tertahan menatap Lea dengan penuh kekecewaan membuat Lea, terkekeh pelan menanggapinya. Ia ingin membuat Claude, kesal kepadanya hanya untuk melihat bagaimana pria muda itu, berjuang lagi demi mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.


"Aku benar-benar, ti--tidak ta--"


Grap!


Deg!


"Claude!" pekik Lea histeris, ketika tiba-tiba saja tubuhnya ditarik kedalam pelukan dari pria tersebut. Benar-benar aksi yang mengejutkan, bagi Lea karena ia tidak pernah membiarkan siapapun menyentuh dirinya apalagi sampai memeluknya tanpa seizin darinya.


Bahkan teman semasa sekolahnya, pun tidak ada yang pernah memeluknya tanpa seizin darinya. Namun pria yang satu ini, yang saat ini tengah memeluk dirinya, benar-benar sangat berani Lea bahkan sampai dibuat melongo.

__ADS_1


Apakah pria dari keluarga kaya, memang seperti ini kepada semua wanita yang mereka jumpai?


Lea benar-benar tidak mengerti, mengapa Tuan Mudanya itu bisa menyukai dirinya yang notabenenya hanyalah wanita biasa, yang tidak ada yang bisa dibanggakan darinya. Bahkan wajahnya pun, tidak secantik wanita yang sudah Tuan Mudanya jumpai diluaran sana, termasuk Kimberly.


Kimberly itu, gadis yang cantik dan berpendidikan bahkan ia dari keluarga kaya raya, walaupun masih di bawah Claude. Namun keluarga Kimberly, bukanlah keluarga biasa. Lea bahkan, sampai mengagumi kecantikan dari gadis itu namun, ketika Lea mengetahui kebusukan gadis itu entah mengapa Lea menjadi ilfeel.


Ternyata, tidak semua wanita cantik memiliki sikap yang sopan dan memiliki adab, sesuai dengan penampilan dan fisiknya. Dan Lea pun percaya akan hal tersebut, entah mengapa ia merasa Kimberly, tidak pantas lagi bersanding dengan Tuan Muda Claude.


Bukannya, ia meragukan Kimberly apalagi menjelekkannya. Namun kenyataannya berkata seperti itu, sebab Claude terlalu baik dan polos untuk Kimberly yang notabenenya gadis yang sangat pintar, memainkan perannya. Yang dengan mudahnya berakting, agar mendapat kepercayaan orang-orang.


Dan Lea, tidak menyukai hal tersebut. Walaupun Claude selalu menyusahkan dirinya, dan selalu membuat dirinya kesal, marah, dan benci bercampur aduk, namun Lea memaklumi hal tersebut sebab Claude terlahir, dari keluarga yang kaya raya dan hidup serba ada dengan bergelimang harta. Namun kenyataan yang Lea dapati, adalah dibalik kehidupan yang baik dan kaya bergelimang harta, ada sesuatu yang membuat hati menjadi kasihan. Sebab kehidupan yang Claude jalani, layaknya seorang anak kecil yang dipaksa dewasa oleh keluarganya, dan diajari segalanya sebelum usianya matang agar bisa menyamakan sang ayah yang, adalah seorang CEO terkenal.


"Kakak, jangan berpura-pura lupa! Aku tahu Kakak sedang berbohong kepadaku," bisiknya tepat ditelinga Lea, membuat bulu kuduk wanita itu seketika juga meremang dibuatnya.


"Ak--aku benar-benar, ti--tidak sedang berbohong! Su--sudah sana, tidurlah besok Anda harus ke sekolah." Ucap Lea hendak, mendorong tubuh kekar Claude namun dengan sigap pria itu menangkap kedua tangan Lea lalu, memegangnya dengan sangat erat, dan didekatkannya kearah dadanya dimana letak jantungnya berada.


'Dia benar-benar, bergetar! Astaga,' batin Lea melongo merasakan debaran yang saat ini, ia rasakan.


"Tu--tuan, lepas!"


"Tidak mau! Kakak harus, menjawab pertanyaan aku dulu?!" ketusnya kepada Lea.


"Kakak, harus menjawab pertanyaan aku yang tadi! Maukah Kakak, menjadi pengantinku? Aku bersungguh-sungguh Kak! Aku sangat mencintaimu Kak Lea. Aku Claude Ricchan melamar Leona Lea!" ucapnya dengan mantap, dengan nada yang terdengar tegas di pendengarannya Lea.


Membuat Lea, seketika juga memalingkan wajahnya kesamping enggan untuk menatap, wajah tampan Claude yang saat ini, tengah menatap dirinya dengan tatapan sendu. Yang selalu mendebarkan, jantung Lea ketika tidak sengaja menatapnya.

__ADS_1


"Kakak ... Maukah, kau menjadi pengantinku? Besok, kita akan menikah!"


Deg!


Lea tampak terkejut, dan syok mendengar perkataan terakhir Claude yang mengatakan jika pria yang berstatus sebagai Tuannya itu, ingin menikahinya besok?! Benar-benar hal mengejutkan bagi Lea.


"Claude! Apakah kau sadar, mengatakannya? Pernikahan bukanlah hal yang main-main, kau harus mencapai impian ayahmu Tuan Renan. Apakah kau lupa, janjimu kepadanya? Jangan bodoh Claude!" tegas Lea menatap, tajam kepada Claude yang saat ini tengah menatap dirinya.


Lea tidak peduli, Claude mau menilainya bagaimana. Ia harus menyadarkan pria itu, segera mungkin.


"Ini salah, Claude! Ini salah!"


"Kau har--"


"Apanya, yang salah Kak? Apakah aku salah, memperjuangkan sesuatu yang telah lama aku impikan? Aku Claude Ricchan, mencintai Leona Lea, dengan setulus semati. Hanya ajal yang, bisa memisahkan kita, aku bersungguh-sungguh mencintaimu Lea. Aku ingin menjadikanmu, ibu dari anak-anakku kelak nanti, apakah aku salah menjadikan impian ini menjadi, nyata?" tanya Claude terlihat kesal, sebab Lea hanya mempedulikan perasaan orang lain.


Dibandingkan perasaan Claude, yang begitu menuntun keseriusan kepada Lea. Ia tidak peduli, banyak perbedaan diantara mereka, terutama perbedaan usia yang terbilang jauh dan Claude yang masih bersekolah. Namun apa salahnya, jika ia bertindak serakah dengan mengikat Lea dengan sebuah pernikahan, agar wanita itu tidak pergi jauh darinya.


Dan menemani Claude, untuk mendapatkan restu orang-orang terutama ibunya, nyonya besar yang begitu obsesi menginginkan Claude menikah dengan seorang gadis pilihannya, yang belum tentu membuatnya bahagia. Karena kebahagiaan, yang Claude impikan ada di Lea. Hanya Lea seorang diri.


"Kak, lihat aku! Tatap mataku! Lihat dan selami kedua bola mataku ini, apakah Kakak bisa mencari kebohongan dan kepalsuan didalamnya? Aku memang memaksamu, untuk selalu bersamaku. Bukan karena ingin memanfaatkan dirimu Kak, tetapi aku benar-benar tulus! Perbedaan kita memang banyak, namun." Claude menggenggam tangan Lea lalu mencium, kedua tangan tersebut bergantian.


"Tidak, ada satupun yang bisa memisahkan kita. Selain maut yang memisahkan, sebab kau adalah takdirku! Leona Lea!"


***

__ADS_1


Note: Maaf, baru bisa update 🙏 Saya banyak kesibukan akhir-akhir ini. Jika suka ceritanya silakan dukungannya ya 😄


__ADS_2