Babysitter Kesayangan Tuan Muda

Babysitter Kesayangan Tuan Muda
Bab 49. Memberi waktu


__ADS_3

"Bisakah kita berakhir--"


"Tidak! Aku menolaknya, jangan berani melanjutkan kata-kata Kakak itu! Jika tidak mau membuatku benar-benar marah!" tegasnya, menatap tajam kedua bola mata berwarna hitam pekat, milik sang wanita. Wanita cantik itu, hanya bisa menghela napasnya penuh kesabaran.


Rasanya sesak, jika terus menjalin hubungan yang tidak benar ini. Benar-benar menyesakkan hati, Lea benar-benar bingung serta frustasi mau membujuk bagaimana lagi, agar Claude mau memutuskan hubungan mereka ini yang baru kemarin terjalin.


Ada rasa takut tersendiri, dihatinya sehingga membuat Lea memilih untuk meminta agar Claude segera mengakhiri hubungan tidak benar ini.


"Aku mohon, Tuan Muda mengertilah! Ini adalah yang terbaik untuk Tuan Muda," lirih Lea mencoba tetap tegar, orang-orang pasti berpikir ia adalah wanita dewasa yang tegar dan tidak gampang menangis apalagi ia selalu ramah, dan murah senyum kepada semua orang yang ia temui. Namun dibalik sikapnya itu, terselip banyak sekali kesedihan yang ia tutupi menggunakan, senyuman nya itu yang selalu membuat orang-orang beranggapan jika ia baik-baik saja.


Namun ia, benar-benar tidak sedang baik-baik saja. Banyak cerita yang ingin, ia ceritakan namun tidak mempunyai tempat untuk bercerita mengeluarkan segala sesuatu yang telah ia pendam, sendirian. Lea capek, ia lelah untuk selalu bersikap tidak baik-baik saja nyatanya ia membutuhkan sosok pengertian yang bisa mengerti dirinya. Dan mendengarkan segala, curahan hatinya mendengarkan, segala keluh kesahnya.


Namun sosok itu, ternyata tidak bisa ia miliki dengan mudah. Jadi lebih baik, ia segera menghapus perasaan tersebut yang baru saja tumbuh, sebelum ia benar-benar tersiksa akan perasaan tersebut. Dan sekarang Lea, sudah tidak merasakan perasaan itu lagi, karena perasaannya sudah ia ubah menjadi sebuah logika.


"Tidak! Itu akan, membuat perasaanku bertambah sakit Kak! Apakah Kakak tidak pernah, memikirkan perasaanku? Dan hanya memikirkan perasaan nyonya, besar Kakak saja?" sinisnya, sembari menatap Lea yang terlihat diam tak berkutik. Yang dikatakan Claude memanglah benar, selama ini Lea selalu mengikuti segala perkataan Nyonya besar tanpa tahu akibat yang akan ia dapatkan dan, akan berdampak pada siapa saja.


Lea tidak pernah memikirkannya, siapa-siapa saja yang akan tersakiti karena tindakannya tersebut. Karena ia terlalu, patuh kepada nyonya itu dan sudah membuat sebuah janji, akan pergi setelah kontraknya selesai padahal Nyonya Veronica sebenarnya tidak menyuruhnya untuk pergi, meninggalkan keluarga Ricchan.

__ADS_1


Karena Caca masih sangat, membutuhkan sosok Lea di sampingnya. Dan Nyonya Veronica tahu itu, putri semata wayangnya itu sangat menyayangi Lea, dan benar-benar takut jika Lea pergi meninggalkannya. Namun apa boleh buat, ternyata putranya Claude, diam-diam menaruh perasaan terhadap Babysitter adiknya sendiri, sedari ia kecil hingga remaja sekarang.


Dan yang Nyonya besar takutkan, adalah Claude akan benar-benar menikahi Lea? Apalagi status keluarga, serta asal-usul Lea yang kurang jelasnya membuat Nyonya Veronica melarang keras, hubungan Claude dan Lea. Apalagi Lea hanyalah tamatan SMA, membuatnya enggan menyetujui hal tersebut.


Nyonya Veronica adalah, seorang ibu yang memiliki sebuah keinginan yang terbaik untuk anak-anaknya. Ia hanya menginginkan, seorang wanita dari keluarga terpandang, pekerja keras dan berpendidikan tinggi untuk putranya Claude, dia ingin Claude mendapatkan yang terbaik. Keinginannya itu memanglah baik, orang tua mana yang tidak menginginkan hal baik untuk anak-anaknya sendiri. Namun keinginannya, tersebut tanpa sadar, membuat putranya itu tidak bahagia dan malah membuatnya frustasi memikirkannya.


Sebab Claude, tidak mencintai Kimberly. Ia merasa sangat tersiksa, ia benar-benar tidak mempunyai rasa apapun kepada Kimberly. Mau sekeras apapun, mommynya menyatukan mereka berdua tidak akan bisa, membuat hati Claude yang sudah seutuhnya untuk Lea itu berpaling begitu saja.


Cintanya benar-benar tulus, tidak ada yang bisa membuatnya hilang begitu saja. Seberapa keras orang tersebut berusaha, untuk membuatnya berpaling dari wanita yang ia cintai. Bukannya mengurangi rasa cinta tersebut melainkan semakin membuatnya bertambah mencintai wanita tersebut.


Jadi berusahalah, lebih keras lagi untuk memisahkan hatinya dari orang yang ia cintai. Maka akan membuat, cinta tersebut semakin bertambah dengan sendirinya.


"Tidak ada yang beda! Kita sama-sama, manusia! Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, satu sama lain. Semuanya sama Kak, tidak ada yang beda! Kakak dan aku sama! Jadi berhentilah membedakan status kita! Aku mohon!" lirihnya, dengan napas yang naik turun karena tersulut emosi ketika mendengar, kata-kata menyebalkan, yang dengan bebasnya keluar dari mulut wanita yang sangat ia cintai itu.


Lea tampak diam, ia menatap wajah tampan Claude dengan tatapan sendu. Rasanya ia masih tidak percaya, jika pria muda ini benar-benar mencintai dirinya ia masih tidak percaya. Jika ada orang yang mencintainya, dengan tulus hingga sampai mempertaruhkan segalanya hanya untuk dirinya. Lea benar-benar terharu, ia benar-benar tidak mengerti apakah ia harus melanjutkan hubungan mereka itu atau mengakhirinya. Ketika melihat ketulusan, terpancar di mata indah milik pria tampan itu.


"Maaf, maaf, maaf sekali lagi maaf. Beri aku waktu untuk berpikir," lirihnya mengulurkan tangannya meraih rahang keras tersebut lalu mengusapnya perlahan. Membuat Claude, sontak terkejut, dengan segera ia meraih tangan Lea lalu mengecupnya pelan membuat Lea terkejut.

__ADS_1


Ingin rasanya, ia menarik kembali tangannya. Namun Claude langsung menghentikannya, dan kembali memberikan kecupan dipunggung tangannya.


"Baiklah, aku tunggu jawabannya besok setelah pesta ulang tahun Caca selesai." Balas Claude sembari tersenyum segera melepaskan, tangan Lea beralih menatap wanita itu dengan sangat intens. Hingga membuat Lea menjadi salah tingkah, karena tatapan tersebut.


"Terimakasih, Tuan Muda. Selamat malam, kopi Anda akan segera datang, permisi!" ujarnya dengan sopan, segera pergi dengan terbirit-birit meninggalkan Claude yang tampak, diam memerhatikan Lea yang semakin menjauh dari tatapannya. Benar-benar menggemaskan, Claude jadi ingin berlama-lama bersama wanita itu.


Apalagi ketika melihat rona diwajahnya, membuat Claude jadi ingin menggodanya. Ia tampak sangat menggemaskan, dengan rona diwajahnya yang cantik.


'Lea,' batinnya tersenyum.


***


Sementara ditempat lain, tampak seorang wanita tengah membungkam rapat-rapat mulutnya dengan sebuah apel berukuran besar. Lea tampak kesal, rona diwajahnya belum hilang juga, bagaimana ia harus mengantarkan kopi hangat itu kepada Tuan Muda jika rona diwajahnya belum hilang juga.


Bahkan saat ini kondisi, jantungnya sedang tidak baik-baik saja. Rasanya jantungnya ingin pecah didalam sana benar-benar menyebalkan. Tuan Claude, benar-benar telah membuat dirinya salah tingkah sampai separah ini.


'Astaga, jantungku! Berdegup dengan kencang aaaa,' pekiknya membatin sembari meraba bagian dadanya yang berdebar.

__ADS_1


***


__ADS_2